Kalijaga.co- Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Eska UIN Sunan Kalijaga mempersembahkan pertunjukan seni teater dengan judul “ Pentas Tiga Bayangan VI” pada (12/09/2025) . Acara tersebut dilaksanakan di Gedung Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dan dihadiri oleh ratusan penonton yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Dalam Pentas Tiga Bayangan, teater eska menghadirkan tiga pertunjukan yang diangkat dari satu tema besar dalam satu malam.
Dalam menghadirkan tiga panggung pementasan tentunya bukan hal yang mudah bagi panitia acara. Banyak tantangan dan persiapan yang harus dihadapi untuk bisa menyuguhkan seni teater yang menarik minat penonton.
Muhammad Heru Dafa Rayhan selaku pimpinan produser dalam produksi seni teater tersebut menjelaskan bahwa panitia mempunyai tantangan dalam mempersiapkan pertunjukan seni teater tersebut. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi mereka yakni, para panitia memiliki kesibukan masing-masing sehingga sulit mengatur waktu untuk berkumpul.
Selain itu, peran produser dalam pertunjukan seni teater sering kali terlupakan dan dianggap tidak penting oleh para penonton. Penonton sering kali lebih berfokus pada cerita teaternya daripada proses produksinya.
“Tantangan terbesar bagi saya sendiri adalah karena di Eska itu sendiri keproduseran itu tidak terlalu dipentingkan kan ya, kaya mereka itu lebih mementingkan keartistikannya. Dan fokus ke pertunjukannya tapi tidak ke keproduksiannya.” ujar Dafa
Selain itu, kurangnya Sumber Daya Manusia juga menjadi tantangan tersendiri juga bagi panitia acara. Sehingga, menjadikan pimpinan produksi menanggung kendala dalam pembagian tugas.
Selain itu, salah satu penonton Indah Ariviyana menyatakan bahwa banyak pelajaran yang dapat diambil dari seni teater tersebut. Diantaranya bagaimana pencarian jati diri dan kesehatan mental yang sangat penting bagi diri sendiri. Ia sangat berkesan pada pertunjukan yang pertama karena pesan yag disampaikan lewat seni teater bisa tersampaikan dengan baik kepada para penonton.
“Dari yang aku lihat di poster itu temanya itu kaya tentang diri sendiri terus kesehatan mental sama pencarian jati diri seperti itu. Aku suka sama yang pertama soalnya pas bagian flashback itu tokoh utamanya kaya terkesan kaya exited banget”. ucap Indah
Ia juga terkesan dengan pertunjukan kedua karena pesan yang disampaikan sangat relate sama kondisi anak muda sekarang. Dalam pertunjukan kedua ia menganggap banyak inercild yang kaya dibuang karena traumatis sehingga kita kehilangan jati diri di masa sekarang.
“Kita kaya kehilangan jati diri kita di masa sekarang. Kita kaya ngga kenal sama diri kita gitu loh. Padahal kan innerchild itu bagian dari diri kita kan ya”tambahnya
Indah juga merekomendasikan ke depannya Teater Eska mengangkat tema tentang feminisme. Hal itu menarik untuk ditampilkan dalam pertunjukan seni teater karena sesuai dan menjadi isu yang banyak diperbincangkan di masa sekarang.
Penulis : Ashar I Editor: Andara Angesti
- Berbeda dengan Muhammadiyah, Kemenag Tetapkan Awal Ramadhan Melalui Perhitungan Hisab dan Rukyat - 16 Februari 2026
- Teater Eska Menghadirkan Pentas Tiga Bayangan dalam Satu Malam - 15 September 2025
- Pesan dan Makna Penting di Balik Pameran Abhinaya Karya yang diselenggarakan Museum Sonobudoyo - 2 Juli 2025