crossorigin="anonymous">

Sesi Kedua Pelatihan Dakwah Digital: Bahas Unsur Utama hingga Strategi Kreatif Pembuatan Konten

Melanjutkan rangkaian kegiatan pelatihan, sesi materi kedua menghadirkan dua fasilitator, yakni Evi Septiani dan Farika, yang memaparkan landasan teoritis sekaligus panduan praktis pembuatan konten dakwah di era digital. Sesi diawali oleh Evi Septiani yang mengulas fundamental dan unsur-unsur utama dalam produksi konten dakwah. Evi menjelaskan bahwa proses dakwah digital meliputi tahap mendesain, membuat, hingga menyebarkan pesan ajaran Islam agar mudah dimengerti, dipahami, dan menarik minat masyarakat luas.

Dalam pemaparannya, Evi merinci enam unsur penting dakwah, yaitu da’i (komunikator/pelaku), mad’u (penerima dakwah), maddah (materi meliputi aqidah, syariah, dan akhlak), wasilah (media), thariqah (metode), serta atsar (dampak atau perubahan sikap penerima). Ia menekankan pentingnya memanfaatkan beragam saluran (wasilah), seperti media lisan, tulisan (bil qolam), aksi nyata (bil hal), audio-visual, hingga media sosial digital. Selain itu, pendekatan dakwah hendaknya menerapkan prinsip Al-Hikmah, Mau’izhah Hasanah, dan Mujadalah billati hiya ahsan sesuai tuntunan Al-Qur’an.

Melengkapi pemahaman teoritis tersebut, Farika selaku content creator dan akademisi menyampaikan materi teknis mengenai strategi penyusunan konten dakwah yang kreatif dan berdampak positif. Farika menegaskan bahwa konten dakwah yang efektif harus memenuhi tiga syarat utama, yakni benar (dapat dipertanggungjawabkan), relevan (mengangkat keresahan atau persoalan sehari-hari audiens), dan menarik.

Guna menghasilkan konten yang tepat sasaran, Farika membagikan formula penyusunan struktur konten:

  • Hook: Kalimat pembuka pada tiga detik pertama untuk menarik perhatian penonton agar tidak mengusap layar (scroll).
  • Isi: Penyampaian dua hingga tiga gagasan utama yang padat.
  • Dalil: Pencantuman satu rujukan Al-Qur’an atau Hadis yang relevan dan terverifikasi.
  • Closing: Penutup berupa satu kalimat refleksi.
  • Call to Action (CTA): Satu kalimat ajakan positif bagi pemirsa.

Ia juga mengingatkan peserta untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mengunggah konten guna memastikan kebenaran dalil, kejujuran hook, serta penggunaan bahasa yang komunikatif dan tidak menggurui. Sesi materi kedua ini diakhiri dengan content challenge interaktif, di mana para peserta diajak langsung merancang satu ide konten dakwah kreatif dalam waktu lima menit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *