crossorigin="anonymous">

Bangsa Tak Ramah Untuk Para Pencari Nafkah

Di bangsa ini, Tiap hari adalah peluh
Langkah-langkah kecil menggenggam harap penuh
Rakyat Kecil mengais rupiah
dengan keringat dan pakaian lusuh.

Namun, di gedung mewah dengan gemerlap cahaya itu
para wakil berjoget ria, tak terlihat lelah
Rapat kosong, absen berjeda
dengan gaji tiga juta hanya untuk tunjangan cerita.

Bagaimana dengan keadilan, wahai ibu pertiwi?
saat pasukan barakuda melindas nyawa tanpa senjata
dan pergi tanpa satupun ucapan maaf
hanya sunyi dan berita yang cepat basi, Lagi.

Wahai negeri, kapan kau berpihak?
Pada rakyat yang berjalan tanpa payung kekuasaan
yang kantungnya kering, tapi hatinya luas
yang tak punya kursi, tapi punya mimpi keras
yang harusnya bersuara, tapi dibungkam dengan kuasa penuh dosa.

Bangsa ini indah,
Tapi yang hidup selamat,
hanya dia yang tak bersuara
atau yang duduk diatas kuasa.

Bangsa ini indah
Tapi sayangnya...
tak adil bukan karena tak mampu,
Tapi karena ia tak mau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *