crossorigin="anonymous">

Panas E Ra Umum: Cerita Warga Jogja Bertahan di Cuaca Tak Menentu

Kalijaga.co – Awal oktober biasanya menjadi awal musim penghujan nan teduh di Yogyakarta, namun anehnya pekan ini tanggal 19 Oktober 2025 cuaca di daerah Jl.Nglempongsari Randungan, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. masih seperti terpanggang oven.

Bahkan dalam akun @Anak_baik seorang warganet menampilkan sedang memasak telur di siang hari menggunakan panas matahari dengan caption keadaan pulau jawa saat ini. Unggahan tersebut viral dan mendapat komentar yang sangat banyak dari warganet. Hal tersebut mengungkapkan betapa panasnya keadaan saat ini.

Putro (24) seorang driver shopee asal Jalan Kaliurang (Jakal) atas mengaku bahwa “Panas e ra umum (panasnya tidak biasa)”. Ada kejadian unik yang di alami para peserta PJTL di tengah cuaca ekstrim saat ini, disaat kelas sedang berlangsung tiba-tiba permukaan keramik menggelembung seperti akan terbelah tanahnya hingga menimbulkan suara seperti atap yang roboh. 

“Kaget banget asli.” Kata yogi (20), salah satu mahasiswa uin sunan kalijaga. Menurut Supriyadi (60) seorang purna tugas dosen dari Wangsa Manggala atau Mercu Buana mengatakan bahwa penyebab keramik yang menggelembung adalah  pememuaian benda, termasuk keramik yang kepanasan dan tidak adanya space yang cukup antar keramik sehingga keramik menjadi menggelembung atau pecah. Ia juga menegaskan bahwa cuaca yang ekstrim ini mempengaruhi banyak sektor pekerjaan seperti kuli bangunan, dan musim pancaroba seperti ini pasti ada disetiap tahunnya. 

Tak hanya para pekerja yang terpanggang langsung panasnaya matahari, Ima (25) seorang pegawai laundry asal Kediri mengatakan bahwa kadang mengalami kendala karena cuaca yang buruk. “Kadang ada  customer yang minta  di cuci ulang karna apek, ya sama sama ngga mau rugi mbak. Ini juga saya dan anak-anak pada batuk pilek semua”. Seorang gadis kecil pun tak luput terkena dampaknya, Aura (8) juga menambahkan bahwa ia mengalami batuk pilek. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab cuaca terasa panas di beberapa wilayah Indonesia, yakni akibat pergeseran Matahari ke sisi selatan Tanah Air. “saat ini kenapa terlihat sangat panas? Karena di sisi Selatan, matahari sekarang itu udah bergeser, di posisi di Selatan wilayah Indonesia,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto kepada wartawan di kantor kementerian kehutanan (Kemenhut) RI, Jakarta Pusat, Senin (13/10), dikutip dari Detikcom. BMKG Yogyakarta juga mencatat suhu tertinggi di wilayah Sleman dan sekitarnya mencapai 35°-37°C dalam sepekan terakhir sejak Oktober 2025.

Kebanyakan warga Jogja mengeluh akan ketidakpastian cuaca Jogja kali ini. Putro juga menambahkan bahwa gunung Merapi juga sedang aktif sehingga membuat cuaca di Jogja semakin panas. “kalau cuaca ngga menentu kaya gini ya kita milih off kan aplikasi shoppe nya, karna ya resiko perjalanan ditanggung sendiri. Padahal ya biasanya malah banyak kalo hujan.” kata putro. 

Disisi lain selain cuaca yang panas menimbulkan bencana bagi sebagian orang, namun tidak untuk bagi penjual es teh. Cuaca yang panas adalah rezeki bagi dagangannya. “kalau lagi panas pendapatannya bisa sampai Rp125 ribu tapi kalo hujan ya ngga laku kak cuma dapat Rp40 ribu tapi ya kali ini panas kerasa sekali, ini cuaca panas sekali.” Ujar Dani Prasetyo (23) 

Adelia (25) asisten apoteker viva apotek mengatakan bahwa ada peningkatan penjualan pada obat batuk dan pilek  terutama dari toko online. Adelia juga menganjurkan bahwa di cuaca yang ekstrim ini untuk banyak mengkonsumsi vitamin, buah, sayur dan memperbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Dani juga mengatakan bahwa salah tips untuk mengatasi cuaca seperti ini adalah dengan menjaga pola makan dan berolaraga seperti lari pagi dan pemanasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *