crossorigin="anonymous">

Ketika Kemandirian Menjadi Jalan Hidup Seorang Perempuan

Kalijaga.co – Istilah Independent Woman atau perempuan mandiri mengacu pada individu yang memiliki kemampuan untuk mengatur hidupnya sendiri tanpa ketergantungan pada orang lain, baik dari segi finansial maupun emosional.

Dalam artikel ini, terdapat dua kategori pembahasan Independent Woman yang mengacu pada definisi perempuan yang sudah menikah atau berkeluarga, dan perempuan yang belum menikah. Keduanya sama-sama berada dalam konteks independent, namun memiliki perbedaan latar belakang yang dapat dilihat dari tiga ciri utama, yaitu tanggung jawab, rasa percaya diri, serta pengalaman yang berlandaskan visi yang jelas dan jiwa kemandirian yang tegas dalam mengatur pribadinya.

Kemandirian dalam Perspektif Dosen

Seorang aktivis sekaligus dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa kemandirian dalam berkeluarga merupakan hasil dari proses berpikir bersama antaranggota keluarga yang perlu sering melakukan diskusi. Terutama bagi seorang ibu, kedekatannya dengan anak-anak membuat perannya penting dalam membangun nilai-nilai kemandirian.

Di sisi lain, Prof. Alimatul juga menegaskan bahwa seorang Istri yang memiliki sikap independent seharusnya tidak hanya mengandalkan pendapatannya sendiri atau merasa paling berkuasa. Sikap arogan semacam itu justru tidak baik bagi keharmonisan keluarga maupun perkembangan karier seorang wanita.

Kemandirian tak selalu berjalan mulus. Di balik sosoknya yang tangguh, ada kisah perjuangan melawan keterbatasan ekonomi saat muda. “Saya termasuk yang punya keterbatasan ekonomi ketika kuliah. Tidak ada yang mau dimakan, sehingga hampir setiap hari puasa. Entah itu saya harus puasa senin-kamis ataupun puasa daud. Meskipun terkadang mengeluh tetapi saya menganggap itu hal yang wajar,” cerita Prof. Alimatul.

Menjadi sosok wanita tangguh memang membutuhkan proses panjang dan tidak mudah. “Apalagi saya seorang dosen yang sering melihat mahasiswa independent dari kalangan wanita maupun laki-laki. Kalau dirinya hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang), itu sangat disayangkan, kenapa? Karena seharusnya waktu-waktu tersebut kita gunakan untuk mengeksplor koneksi kita ke berbagai instansi sesuai minat masing-masing, sehingga pengalaman kemandirian juga akan terbentuk melalui itu,” tuturnya.

Kemandirian di Mata Generasi Muda

Di dalam lingkungan akademik, mencari sosok Independent womant itu tentu tidak mudah, karena ciri khas tersebut bisa dikatakan sesuatu yang luar biasa dari kemampuan seseorang. Hal ini jika ada pun sepertinya seribu banding satu, tentu sulit ditemui. Namun kesulitan menemukan bukan berarti tidak menemukan jawaban. Setelah saya menelaah lebih jauh, ternyata ada satu sosok dengan perspektif luar biasa tentang kemandirian perempuan. Mari simak dan kupas pengalamannya berikut ini.

Namanya Churiah Nur Azizah, akrab disapa “Azizah”. Saat ini, ia masih aktif sebagai mahasiswa semester 3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Meski usianya masih muda, Azizah telah memiliki segudang pengalaman yang mengesankan. Pada usia 18 tahun, ia berhasil mencetuskan buku berjudul “Saat Diri Kita Hilang”. Selain itu, ia juga pernah terpilih sebagai Duta Miss Hijab DIY 2025 dan masuk nominasi Best Influencer & Inspiration.

Sedikit cerita, sebelum Azizah mencetuskan bukunya, ia sudah akrab dengan dunia literasi sejak SMP. Hobi membacanya perlahan menumbuhkan kebiasaan baru yakni menulis. Awalnya, ia tidak langsung menulis di laptop atau perangkat digital lainnya, melainkan iseng-iseng mencatat di buku tulis, menyalin kutipan, atau menulis ulang bagian menarik dari buku yang ia baca. Kebiasaan kecil itu akhirnya membentuk konsistensi. Hingga pada tahun 2024, di usia 18 tahun, terbitlah karya pertamanya.

Di antara pencapaian tersebut memang membutuhkan proses panjang, harus bersabar, tawakal dan berdoa, hingga harus rela tidak terlalu dekat dengan kawan-kawan kampusnya. Dan bahkan harus kuat menghadapi cobaan atau godaan ketika proses konsistensi sedang di uji.

Di balik proses menjalani hidup sebagai Independent Woman pastinya ada sosok inspirasi dalam hidup yang bisa membawa dirinya lebih semangat. “Kalau di dalam dunia literasi sendiri, atau membangun lebih percaya diri dalam berkarya, itu saya sangat mengagumi Maudy Ayunda. Karna menurut saya, dia wanita yang percaya diri terhadap potensi yang dimiliki,” ujar Azizah.

Kekaguman itu pula yang mendorongnya untuk terus berkembang dan berani mencoba hal baru. Salah satunya ketika Azizah memutuskan untuk mengikuti ajang Miss Hijab DIY. Namun, perjalanan tersebut tidak semulus yang dibayangkan. “Perjalanan aku di Miss Hijab DIY itu penuh tantangan. Apalagi aku tipikal orang yang ambisius kalau sudah punya planning. Setiap pagi aku selalu bercermin dan bilang ke diri sendiri, kamu winner Miss Hijab tahun ini,” ceritanya sambil tersenyum.

Bagi Azizah, kemandirian generasi muda tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Setiap rencana harus diiringi dengan tindakan nyata, karena tidak akan ada pencapaian tanpa proses dan keberanian untuk mencoba. Jangan pernah mengatakan kalau mimpi itu akan gagal, tapi berpikirlah bagaimana jika mimpi itu akan berhasil.

Terlihat bahwa kemandirian seseorang bukan hanya sekedar tentang kemampuan financial ataupun status sosial, melainkan tentang kesadaran diri untuk terus berkembang dan bertanggung jawab atas setiap pilihan masing-masing hidupnya.

Prof. Alimatul menegaskan bahwa kemandirian dalam berkeluarga tumbuh dari proses berfikir bersama dan saling menghargai, sedangkan Azizah menunjukkan bahwa kemandirian di usia muda berawal dari keberanian untuk bermimpi dan keluar dari zona nyaman.

Keduanya mencerminkan bahwa Independent Woman adalah proses yang berlapis, punya keberanian, konsisten dalam menghadapi pahitnya tantangan, meskipun kadang rasa menyerah itu selalu ada. Perempuan mandiri bukanlah mereka yang tak pernah merasakan kegagalan, melainkan terus bangkit dan menjadikan pengalaman adalah kunci dari proses pendewasaan.

One thought on “Ketika Kemandirian Menjadi Jalan Hidup Seorang Perempuan

  1. Terimakasih banyak buat team @kalijaga.co, terimakasih sudah memberi waktu dan tempat untuk saya berbagi cerita semoga dengan ini bisa bermanfaat bagi sesama, semoga @kalijaga.co selalu sukses yaa, semangaat🙌🏻🌻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *