crossorigin="anonymous">

Tradisi Padusan Jelang Ramadan 1447 H, Iringi Peningkatan Kunjungan Wisatawan dan Omzet Pedagang

Kalijaga.co – Menjelang pelaksanaan tradisi Padusan pada Selasa (17/02/2026)  kawasan Pantai Parangtritis mulai dipadati pengunjung. Tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa sehari sebelum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini mendorong peningkatan jumlah wisatawan serta berdampak pada aktivitas ekonomi di kawasan pesisir selatan Bantul.

Sejak Sabtu (14/02/2026), yang memang merupakan hari libur lalu dilanjutkan dengan hari libur Imlek  arus kendaraan menuju kawasan wisata tersebut terpantau meningkat dibanding hari biasa. Area parkir dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat, sementara antrean kendaraan sempat terlihat di pintu masuk kawasan wisata pada sore hari. Pengunjung tampak memadati bibir pantai, sebagian berjalan di tepi ombak dan sebagian lainnya duduk bersama keluarga.

Padusan merupakan tradisi mandi atau berendam di sumber air seperti sungai, mata air, maupun pantai sebagai simbol penyucian diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sejumlah lokasi wisata air menjadi tujuan masyarakat setiap menjelang Ramadan. Pantai Parangtritis termasuk salah satu lokasi yang rutin mengalami lonjakan kunjungan pada momen tersebut karena aksesnya mudah dan fasilitasnya relatif memadai.

Mamak Nani, seorang pedagang makanan di kawasan Parangtritis, mengaku jumlah pembeli mulai bertambah sejak akhir pekan. Ia menyebut momen menjelang Ramadan selalu membawa perubahan terhadap penjualan dibanding hari biasa.

“Kalau hari libur biasanya memang lebih ramai, apalagi sekarang menjelang Ramadan banyak pengunjung berdatangan untuk melakukan tradisi padusan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, omzet dagangannya yang pada hari biasa berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari, kini meningkat menjadi Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per hari. Peningkatan tersebut dirasakan Ketika hari libur dan terdapat momen seperti ini.

Selain pedagang makanan, sejumlah pelaku usaha lain seperti penyedia jasa parkir dan penjual cendera mata juga merasakan peningkatan aktivitas transaksi. Meski demikian, para pedagang tetap menyesuaikan stok dagangan dengan perkiraan jumlah pengunjung untuk menghindari kerugian.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Kun (38), mengaku tidak secara khusus merencanakan untuk melakukan padusan. Ia datang ke Bantul untuk mengunjungi saudaranya dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berwisata ke Parangtritis.

“Saya sebenarnya sedang main ke rumah saudara di sini, lalu sekalian liburan ke Parangtritis. Kebetulan karena sudah mendekati Ramadan, jadi sekalian ikut padusan,” katanya.

Ia menyebut suasana pantai menjelang Ramadan terasa lebih ramai dibanding kunjungan sebelumnya. Namun, ia menilai kondisi masih terkendali dan tetap nyaman untuk berwisata bersama keluarga.

Dengan meningkatnya kunjungan menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Pantai Parangtritis tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan tradisi budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitarnya. Tradisi tahunan ini menunjukkan keterkaitan antara aktivitas budaya masyarakat dengan dinamika sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *