Tifosi vs Ultras: Memetakan Bentuk Partisipasi dan Identitas Penggemar Timnas Indonesia

Sepak bola merupakan olahraga paling populer di dunia, memiliki jumlah penggemar terbanyak. Menurut laporan FIFA pada tahun 2022 penggemar sepak bola lebih dari empat miliar orang. Jumlah ini membuktikan bahwa sepak bola mempunyai daya tarik sendiri bagi penggemar olahraga. Di Indonesia sendiri penggemar sepak bola bukan hanya dari kalangan olahragawan, melainkan dari berbagai profesi, usia, gender, dan latar belakang yang berbeda.  Penggemar sepak bola bukan hanya dari kalangan anak muda tetapi orang tua pun banyak yang masih setia menjadi penggemar sepak bola. Hal itu bisa dilihat dari orang yang menonton bareng (nobar) maupun menonton langsung di stadion. Walaupun didominasi oleh anak muda akan tetapi orang tua juga masih banyak terlihat di sudut-sudut stadion yang masih eksis menonton pertandingan sepak bola.

Salah satu negara dengan penggemar sepak bola terbesar ketiga di dunia adalah Indonesia menyusul China dan Brazil yang menduduki posisi pertama dan kedua dengan jumlah penggemar terbanyak di dunia. Dikutip dari data.goodstate.id, Indonesia menempati posisi ketiga sebagai jumlah penggemar sepak bola terbanyak dengan total kurang lebih 165,48 juta orang. Banyak anak muda di Indonesia yang lebih mengenal atlet sepak bola terkenal di belahan dunia dibanding tokoh ilmuwan atau pemerintahan dari negara lain.

Suporter sepak bola muncul beberapa jenis pendukung dengan nama berbeda diantaranya Hooligan, Casuals, Tifosi, Ultras dan mania. Yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah tifosi, ultras dan mania. Tifosi sendiri asalnya dari bahasa Italia yang artinya “penggemar” atau “Fans”. Kelompok tifosi adalah kelompok penggemar sepak bola yang didominasi oleh para keluarga dengan anak-anak mereka dan juga para perempuan yang membawa aksesori seperti syal, topi dan jersey team kebanggaan. Selain tifosi ada juga ultras, ultras ini juga banyak dikenal di Indonesia. Dilansir dari kaksus.co.id, kelompok ultras diklaim sebagai kelompok yang lebih ekstrem. Istilah ini pertama kali muncul pada akhir tahun 1960an. Kelompok ultras identik dengan penampilan serba hitam dengan menggunakan scarf dan jaket hoodie. Di Indonesia pun demikian ultras identik dengan pakaian serba hitam dengan membentangkan koreografi berisi pesan-pesan dan tulisan dukungan, menyalakan flare, menabuh drum dan dengan semangat menyanyikan yel-yel.

Ketika Timnas Indonesia berlaga di stadion Gelora Bung Karno bisa kita lihat lautan manusia dengan warna merah putih memenuhi tribun stadion dengan nyanyian yang menggelora, kibaran bendera dan koreografi serta tifo raksasa yang membentang di hadapan suporter. Di balik gelora dukungan itu, ada beragam cara penggemar mengekspresikan cinta mereka terhadap sepak bola di Tanah Air. Istilah “Tifosi” dan “Ultras” sering digunakan untuk menggambarkan gaya pendukung, tapi di Indonesia semuanya lebih unik dan beragam.

Kelompok pendukung yang dengan gaya Tifosi fokus menciptakan tontonan spektakuler dan atmosfer positif di tribun stadion. Identitas utama mereka adalah karya seni besar dan unik berupa tifo (gambar atau tulisan raksasa), bendera-bendera besar yang memenuhi tribun, kostum seragam, dan koreografi gerakan yang indah dilihat. Tujuan mereka tak lain adalah untuk membakar semangat pemain, membangkitkan kobaran api semangat pendukung dalam mendukung team kebanggaan. Saat Timnas bermain, bisa kita lihat tifo raksasa bergambar Garuda dengan nama “Show Your Dignity” pada saat laga Indonesia melawan Bahrain  atau gambar gatotkaca dengan membawa gada untuk menghancurkan tembok pada saat laga melawan Tiongkok itulah ekspresi khas gaya “Tifosi” ala Indonesia, disertai nyanyian penuh semangat yang menggelora oleh suporter La Grande Indonesia.

Selain kelompok tifosi, kelompok Ultras juga tak kalah kerennya dengan menonjolkan dukungan dan ekspresi identitas yang sangat kuat. Mereka dikenal dengan suara  nyanyian yang tak pernah henti, teriakan-teriakan khas, suara drum yang terus berdentum, dan koreografi yang indah di berbagai sudut tribun. Loyalitas mereka kepada team yang mereka dukung sangat tinggi. Di Indonesia, kelompok besar pendukung Timnas sering berasal dari basis suporter klub lokal yang kuat seperti The Jakmania (Persija Jakarta), Bonek (Persebaya Surabaya), atau Viking (Persib Bandung). Mereka membawa budaya lokal yang khas dari klub yang mereka dukung saat mendukung Timnas Indonesia.

Tifosi dan Ultras Indonesia adalah bukti nyata bahwa sepak bola bukan hanya sebuah olahraga semata akan tetapi, bukti penyatuan budaya yang berbeda dan juga solidaritas tanpa batas. Terlepas adanya kontroversi dalam suporter Indonesia akan tetapi bentuk dukungan yang dilakukan suporter kepada team yang didukung sangatlah berarti bagi pemain maupun pelatih. Hal ini juga perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah guna menjadikan para suporter yang lebih baik ke depannya.

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita terhadap bentuk dan partisipasi dukungan dari suporter kepada Timnas Indonesia. selain itu juga bisa membangkitkan semangat kita sebagai pecinta sepak bola dalam memberi dukungan penuh kepada tim kebanggaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *