Kalijaga.co – Aku akan terus merangkak ke langit
Menuju serpihan-serpihan euforia
Yang menyebar tanpa resah itu
Bahkan sampai ke Kazakhstan
Meski sendirian
Toh aku sudah terbiasa menengadah langit sendirian
Seperti yang kutulis kemarin
Kamu belum melupakannya kan sayang?
Dengan apa tubuh ini dipersatukan?
Setelah aku sampai
Akan kulambaikan tangan mungil ini ke arah Tuhan
Dipastikan dengan binar mata yang sudah indah
Akan kurebut kembali mimpi
Yang sempat kuhapus dari korteks prefrontal itu
Juga menjerit ke arah diriku
Yang masih belum kau datangi
Meski separuh nadi sempat di pertaruhkan
Akan kubunuh
Jika intuisi palsu yang tertanam itu muncul kembali
Dengan bantuan korteks prefrontal
Yang sebenarnya masih enggan
Penulis Reganessa Diosalwa Wisanggeni | Editor Qisthiaytun Nafi’ah