Kebersihan Lingkungan di Dusun Nglawisan Magelang: Tanggung Jawab Pengelola Atau Warga?

Kalijaga.co, 16 November 2025 – Isu terkait sampah merupakan suatu hal yang krusial dan dapat mengancam keasrian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama setiap individu, tentunya dalam menjaganya setiap daerah memiliki caranya masing-masing.

Begitupun dengan Dusun Nglawisan Muntilan, telah diadakan berbagai program di sana. “Kami sudah menerapkan pengelolaan sampah sejak tahun 1980,” ujar Bu Siti salah satu pengelola sampah setempat. 

Menurut Titik Indrayani selaku warga, lingkungan pemukiman sudah cukup bersih dengan adanya program pengambilan sampah rutinan di rumah warga, setiap pekan akan ada petugas yang mengambil sampah yang sudah dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. Sampah yang memiliki nilai jual seperti kardus dan botol plastik akan dijual ke pengepul terdekat.

Hasil dari penjualan sampah ini akan dikembalikan kembali, dari warga untuk warga. Setiap tahunnya, warga Nglawisan rutin mengadakan piknik, dengan dana hasil penjualan sampah inilah sebagian dana digunakan. “Tak hanya untuk rekreasi warga, uang penjualan juga digunakan untuk membeli seragam Dawis,” tutur Bu Siti selaku pengelola sampah lokal.

Bahkan sebagian warga menyulap sampah menjadi kerajinan tangan yang indah, pupuk organik cair (POC) salah satunya. Sampah organik seperti kulit buah, sisa sayur hingga air cucian beras dicampur dan difermentasi untuk memberikan nutrisi makro dan mikro setelah beberapa hari.

Sebagian warga yang memiliki lahan kebun juga memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk kompos dengan menimbunnya di dekat tanaman yang ada. “Ya kalo ga sempat nimbun, ya saya taruh di sekitar pohonnya,” Tambahnya.

Dari Manfaat Sampai Maslahat

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Namun, dari banyaknya ragam manusia itulah sebuah konflik tidak dapat terhindarkan.

Di Dusun Nglawisan, RT 04, sebetulnya tidak ada kendala dalam pengelolaan sampah rumahan. Namun terkadang, masih ada warga dari RT sebelah yang acuh terhadap kebersihan lingkungan. Masih sering didapati sampah yang hanyut ketika banjir. Pak Budi selaku ketua RT 04 sudah mengajak warga untuk kerja bakti membersihkan selokan, agar air dapat mengalir semestinya.

Agar tidak terjadi penumpukan sampah, ada petugas yang mengambil sampah dari rumah ke rumah. Warga diminta iuran sebesar Rp25.000,00 setiap bulannya. Dengan uang tersebut juga akan digunakan untuk perbaikan jalan, lampu hingga membayar petugas yang mengambil sampah rumahan.

Untuk mencegah polusi udara tidak diperbolehkan membakar sampah di sekitar pemukiman. Warga diperbolehkan membakar sampah di luar area pemukiman. Namun masih ada warga yang abai akan larangan ini. 

Masih didapati warga yang abai untuk memilah sampah, bahkan sampah dibakar di pekarangan rumah. Warga yang abai tak luput dari teguran pengelola hingga ketua RT setempat mulai dari lisan hingga denda, namun pemungutan denda tak berjalan lama, “Ya paling denda jalannya sebulanan kadang bayar, kadang engga, susah mas,” jelasnya Bu Siti dalam menanggapi persoalan warga.

Untuk membantu mengurangi sampah, di Dusun Nglawisan mengadakan bank sampah. Meski demikian, hanya segelintir warga yang turut berpartisipasi, akhirnya program pun tak berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *