crossorigin="anonymous">

Ramadan Ramah Lingkungan: Gerakan Pemilahan Sampah di Masjid Nurul Ashri

Kalijaga.co – Pada Ramadan 1447 H. Masjid Nurul Ashri menyediakan 1.300 porsi takjil gratis di hari pertama, sebuah tradisi berbagi takjil yang sudah terjaga selama 17 tahun. Terdapat kurang lebih 25.000 porsi iftar yang dibagikan dari Masjid Nurul Ashri kepada jemaah selama sebulan.

Namun, dibalik angka ribuan porsi makanan tersebut, ada tantangan yang harus dihadapi dibaliknya, tidak lain yaitu sampah. Ada perbedaan dari kebanyakan masjid, Masjid Nurul Ashri mempunyai aturan tersendiri terkait pengelolaan sampah yang menumpuk. Dan sudah dimulai dari langkah progresif sejak tahun 2023. Di sini ibadah tidak hanya sekedar fokus kepada sujud dan doa, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian lingkungan dengan cara pengelolaan sampah yang tertata hingga saat ini.

Tidak hanya dengan menyediakan tempat sampah, tetapi masjid ini mempunyai cara pengolahan sampah yang intensif, salah satunya dengan menerjunkan pasukan khusus di lapangan yaitu tim penanggung jawab (PJ) sampah yang terdiri dari relawan masjid, baik dari kalangan ikhwan maupun akhwat. Dengan tugas yang krusial, PJ harus mengedukasi jemaah serta memastikan agar jemaah mampu memilah sampah secara mandiri setelah berbuka puasa.

Melisa, selaku relawan masjid yang ikut terjun langsung di lapangan menghadapi ratusan jamaah setiap hari, Melisa berbagi cerita:

“Jadi setiap selesai makan, sampah dipilah oleh jamaah sendiri sebenarnya, dengan pendampingan dari tim kita, tim dari kita mengedukasikan kepada jamaah bapak, ibu, cara pemilahan sampahnya seperti ini, supaya lebih tertata,” Ujar Melisa

Relawan sendiri terdiri dari 200 orang yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMP, SMA, mahasiswa, hingga lelaki dan perempuan paruh baya. Menjadi relawan Masjid Nurul Ashri pun tidak sembarangan, harus melalui proses yang ketat, dari wawancara, hingga first gathering dimana relawan akan mendapat pembekalan dan sosialisasi sebelum terjun ke lapangan langsung.

Relawan lingkungan ini bekerja dengan skema yang apik. Setelah sampah terpilah di tangan jemaah dengan pendampingan relawan, hasilnya dikoordinasikan dengan pihak lingkungan sekitar. Sampah yang sudah terpilah ini kemudian diserahkan kepada lingkungan untuk dikelola lebih lanjut. Tak jarang, sampah-sampah yang masih memiliki nilai guna juga disedekahkan kepada para pemulung

Dahulu, Masjid Nurul Ashri sempat bekerja sama dengan Sampah Pro, yaitu pengelolaan sampah professional untuk mengubah sampah menjadi nilai ekonomis. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat kemandirian pengelolaan sampah yang dilakukan secara intensif dalam 2-3 tahun terakhir. Adapun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan menjadi landasan utama mengapa kebijakan pemilahan ini diambil.

Ima, selaku koordinator PJ sampah menambahkan bahwa terdapat beberapa tantangan dalam pemilahan sampah ini. Meski sistem sudah mapan, perjalanan menuju “Ramadhan Tanpa Sampah” bukan tanpa kendala. Masih ada saja jemaah yang enggan memilah dan mencampur aduk sampah mereka, sebuah kebiasaan lama yang sulit diubah dalam sekejap.

“Kadang kan masih ada yang bandel apalagi dipekan-pekan awal itu, jadi tuh lumayan kewalahan tapi sekarang setelah berkali-kali disampaikan, diedukasi ke temen-temen jemaah alhamdulillahnya lebih mudah juga.”

“Kalo harapannya sih, temen-temen jemaah tuh bisa memilah sendiri tanpa ada yang jaga juga, kan kita di sini ada yang masih jaga, meskipun kita udah nyampein nih waktu mereka makan tapi kita tetep ada yang jaga di depannya tempat sampah itu.”

Dari sini kita dapat mulai menumbuhkan rasa tanggung jawab. Dari tangan-tangan yang memilah sampah selepas berbuka, terselip pesan sunyi namun bermakna: menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ibadah tak hanya tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana manusia merawat bumi sebagai amanah. Masjid Nurul Ashri dapat membuktikan bahwa keberkahan Ramadan dapat dirasakan bukan hanya di hati, tetapi juga pada bumi yang lebih terawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *