crossorigin="anonymous">

Program “Minutes of Barkah” Masjid UIN Sunan Kalijaga Hadirkan 36 Tokoh Nasional

Kalijaga.co – Menjaga konsistensi tayangan harian selama satu bulan penuh Ramadan hingga Idulfitri merupakan tantangan besar bagi kreator konten digital. Namun, program “Minutes of Barkah” yang dikelola oleh tim media masjid kampus UIN Sunan Kalijaga berhasil menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan 36 tokoh nasional.

Di balik kesuksesan penayangannya, program ini ternyata melewati proses yang sangat panjang dan terencana.

​Firma Wulidatus Nisa yang akrab di sapa Firma merupakan salah satu panitia penyelenggara, menyatakan bahwa persiapan teknis maupun administratif telah dimulai sejak bulan Oktober tahun lalu. Proses cepat ini melibatkan pemetaan narasumber secara mendetail, koordinasi lintas sektoral, hingga prosedur persuratan yang intensif.

Ia menambahkan bahwa seluruh prosedur administrasi tetap dilakukan secara mandiri oleh tim media atas nama masjid kampus, meskipun mendapatkan dukungan sinergi dari pihak sekretaris rektorat untuk menjangkau skala nasional.

​Pemilihan narasumber pun dilakukan melalui riset tema yang ketat. Tim media bertanggung jawab menentukan tema harian, kemudian menyelaraskannya dengan latar belakang narasumber yang dibidik, termasuk tokoh nasional seperti Ganjar Pranowo.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kredibilitas konten serta memastikan pesan yang disampaikan relevan dengan kebutuhan audiens digital. Sebelum proses pengambilan gambar, tim juga melakukan briefing ketat agar durasi video tetap ringkas namun padat makna.

​Namun, keberhasilan lobi narasumber hanyalah setengah dari perjuangan. Tantangan sesungguhnya berada di tangan tim Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD).

Moh. Faisol Jamil yang akrab di sapa Faisol salah satu personel tim PDD, mengungkapkan bahwa pihaknya harus menerapkan standar teknis tertentu agar kualitas visual tetap konsisten meskipun lokasi pengambilan gambar berpindah-pindah.

​”Untuk menjaga kualitas visual, kami memanfaatkan dua kamera, yakni Sony A6400 dan kamera digicam. Kami memaksimalkan pencahayaan alami matahari dan memastikan posisi pengambilan gambar tidak backlight agar hasilnya tetap jernih di YouTube,” jelas Faisol.

​Selain visual, aspek audio menjadi perhatian krusial mengingat setiap lokasi memiliki akustik yang berbeda. Tim PDD menggunakan mikrofon nirkabel (wireless) dan memberikan sentuhan akhir berupa efek silent pada proses penyuntingan untuk meredam kebisingan latar. Tantangan teknis ini semakin nyata ketika tim harus menghadapi narasumber dengan mobilitas tinggi.

​Faisol menambahkan bahwa tidak semua video diambil langsung oleh tim. Untuk narasumber tingkat menteri atau pimpinan pondok pesantren di luar Yogyakarta, tim menerapkan sistem kolaborasi.

“Lokasi terjauh yang kami jangkau masih di area Yogyakarta. Namun, untuk menteri atau pimpinan pondok luar kota yang tidak sempat kami datangi, mereka merekam video secara mandiri kemudian dikirimkan kepada kami untuk disunting,” tambah Faisol.

​Mengenai ritme kerja yang ketat, tim PDD telah melakukan langkah antisipatif agar tidak terjadi keterlambatan tayang (delay). Proses penyuntingan dilakukan secara maraton sejak satu bulan sebelum Ramadan.

Dengan sistem deposit konten tersebut, tim tinggal mengatur jadwal unggah (scheduling) di YouTube agar video dapat dinikmati penonton tepat waktu setiap harinya selama Ramadan hingga lebaran.

​Dari total 36 tokoh yang terlibat, momen pengambilan gambar dengan Rektor UIN Sunan Kalijaga dan Ganjar Pranowo menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi tim. Melalui manajemen produksi yang rapi antara divisi acara dan teknis, “Minutes of Barkah” menjadi bukti bahwa kolaborasi yang matang dapat menghasilkan syiar digital berkualitas tinggi di tengah keterbatasan waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *