Kalijaga.co – Liburan, khususnya saat momen lebaran, selalu menjadi waktu yang dinanti oleh masyarakat. Tradisi mudik atau pulang kampung menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari perayaan hari raya. Bagi banyak orang, momen ini bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga tentang kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Namun di balik kebahagiaan tersebut, terdapat berbagai risiko yang kerap dihadapi, mulai dari kemacetan, pengeluaran berlebih (over budget), hingga masalah keselamatan selama perjalanan.
Lonjakan jumlah pemudik setiap tahunnya menyebabkan kepadatan di berbagai jalur utama, terutama di Pulau Jawa. Jalan tol maupun jalur arteri dipenuhi kendaraan pribadi, bus, hingga sepeda motor. Kondisi ini membuat waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Tidak jarang, pemudik harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan hanya untuk menempuh jarak yang seharusnya bisa dilalui dengan lebih cepat.
Dedi Setiawan (22), seorang karyawan swasta yang mudik dari Karawang ke Magelang, mengaku harus menghadapi perjalanan yang melelahkan akibat kemacetan.
“Biasanya perjalanan cuma sekitar enam sampai tujuh jam, tapi waktu lebaran perjalanan saya sampai 12 jam. Macetnya panjang banget, jadi cepat capek di jalan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi jalan yang padat membuat perjalanan terasa lebih menguras tenaga, apalagi jika harus berkendara dalam waktu lama tanpa istirahat yang cukup. Situasi seperti ini sering kali membuat pemudik merasa lelah, bahkan sebelum sampai di tujuan.
Selain kemacetan, masalah lain yang sering muncul saat liburan adalah pengeluaran yang tidak terduga. Kenaikan harga tiket transportasi, biaya konsumsi selama perjalanan, hingga kebutuhan tambahan sering membuat anggaran membengkak. Banyak orang yang awalnya sudah merencanakan budget dengan matang, namun pada akhirnya tetap harus mengeluarkan biaya lebih.Hal ini juga dirasakan oleh Siti Zaenah (34), seorang ibu rumah tangga yang liburan bersama keluarganya.
“Awalnya sudah bikin anggaran, tapi tetap saja keluar lebih. Apalagi kalau bawa anak, pasti ada saja kebutuhan tambahan,” ungkapnya.
Menurutnya, pengeluaran kecil yang sering dianggap sepele justru jika dikumpulkan bisa menjadi cukup besar. Terlebih lagi jika perjalanan berlangsung lebih lama dari rencana akibat kemacetan, sehingga kebutuhan selama di jalan pun ikut bertambah.
Di sisi lain, faktor keselamatan menjadi perhatian penting yang tidak boleh diabaikan. Perjalanan jauh dalam kondisi lalu lintas padat dapat meningkatkan risiko kelelahan bagi pengemudi, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Rasa lelah dan kantuk menjadi salah satu faktor utama yang sering memicu insiden di jalan.
Syaiful menambahkan bahwa menjaga kondisi tubuh sangat penting selama perjalanan.
“Kalau sudah capek atau ngantuk, lebih baik istirahat dulu. Jangan dipaksakan, karena bisa berbahaya,” tambahnya.Sementara itu, Siti Zaenah mengaku selalu berusaha mengantisipasi resiko selama perjalanan dengan persiapan yang lebih matang.
“Kami biasanya sudah siapin bekal dari rumah dan atur waktu berangkat biar nggak terlalu padat di jalan,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa membawa bekal sendiri bisa membantu menghemat pengeluaran sekaligus memastikan keluarga tetap mendapatkan makanan yang lebih terjamin kebersihannya. Selain itu, memilih waktu keberangkatan yang tepat juga dinilai cukup efektif untuk menghindari puncak kepadatan lalu lintas.
Meskipun berbagai risiko tersebut selalu muncul setiap musim liburan, banyak masyarakat tetap memilih untuk mudik demi bisa berkumpul dengan keluarga. Momen kebersamaan, saling memaafkan, serta suasana hangat di kampung halaman menjadi alasan utama yang membuat perjalanan panjang tetap dijalani.
Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan baik. Perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran, serta menjaga kondisi fisik menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko selama liburan. Dengan persiapan yang tepat, diharapkan perjalanan liburan dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan tetap membawa kebahagiaan bagi setiap orang yang menjalaninya.
Reporter Nanda Mumtaz Santo Ramadhani