crossorigin="anonymous">

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga Gelar Simulasi Asesmen

Kalijaga.co – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar simulasi asesmen akreditasi unggul di ruang 114 FDK, Rabu (21/01/26). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memantapkan kesiapan menjelang asesmen akreditasi unggul yang diselenggarakn pada Jum’at (23/01/26).

Setelah meraih akreditasi A pada tahun 2020, Prodi KPI kembali mengikuti proses akreditasi untuk meningkatkan status menjadi unggul. Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan dokumen, tata kelola, serta pemahaman civitas akademika dalam menghadapi asesmen resmi.

Ketua Program Studi KPI, Saptoni, menyampaikan bahwa akreditasi merupakan agenda rutin setiap program studi sebagai bentuk pertanggungjawaban. Menurutnya, Prodi KPI telah menyiapkan dokumen akreditasi sejak lama.

“Akreditasi ini menjadi rutinitas setiap program studi dimanapun untuk melaporkan kegiatan-kegiatan dalam menjaga kualitas. Siap atau tidak siap, harus siap. Untuk prodi KPI, dokumen-dokumen yang dibutuhkan sudah kami siapkan sejak lama, sehingga tinggal dikumpulkan dan disampaikan kepada asesor,” ujar Saptoni.

Ia menambahkan persiapan akreditasi secara khusus telah dilaksanakan dari sejak akhir tahun 2025. Sementara secara umum persiapannya sudah dilakukan sejak lima tahun terakhir setelah akreditasi tahun 2020.

“Setelah akreditasi terakhir, kami langsung menyiapkan akreditasi berikutnya. Mulai dari kegiatan prodi hingga penjaminan mutu, seluruh dokumen selalu tersedia dan kemudian disusun kembali dalam bentuk laporan akreditasi,” tambahnya.

Persipan akreditasi Prodi KPI juga didukung oleh peran aktif dosen. Salah satu dosen KPI, Nitra Galih Imansari, mengungkapkan bahwa proses persiapan akreditasi telah berjalan sejak dua tahun lalu dengan tahapan yang cukup panjang.

“Peran dosen dalam menyiapkan akreditasi ini sudah dari dua tahun lalu. Prosesnya panjang, dimulai dari mengikuti ISK, kemudian beralih ke LAMSPAK, hingga penyusunan berkas administrasi sejak Maret dan di-submit pada Desember,” ungkap Nitra.

Dalam proses akreditasi, Lembaga Penjamin Mutu (LPM) turut melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap pelaporan setiap program studi. LPM juga memberikan pedoman standar mutu serta terlibat langsung dalam simulasi asesmen untuk memastikan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan.

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam sendiri memiliki keunggulan pada bidang studi media, dengan kurikulum yang fokus pada bidang jurnalistik dan penyiaran. Namun demikian, proses akreditasi juga menghadirkan sejumlah tantangan, terutama dalam pengumpulan data yang kompleks.

“Tantangannya cukup kompleks karena dokumen akreditasi tidak hanya dari data dosen, tetapi juga data mahasiswa, unit-unit di universitas, dan berbagai pihak lainnya. Ini menjadi tantangan bagaimana menyusun dokumen administrasi itu dengan baik,” tambah Nitra.

Selain dosen dan ketua prodi, mahasiswa juga dilibatkan dalam proses asesmen. Salah satu mahasiswa KPI, Muhammad Alaykaula, menyampaikan bahwa mahasiswa akan dilibatkan dalam sesi diskusi bersama asesor, khususnya terkait fasilitas dan penyelenggaraan pendidikan di Prodi KPI.

“Melihat dari rundown yang ada, sepertinya mahasiswa akan dilibatkan dalam sesi diskusi, Kemungkinan akan ada pertanyaan seputar fasilitas, tenaga pendidik, dan kondisi Prodi KPI secara umum. Ini menunjukkan mahasiswa ikut dilibatkan dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Alaykaula berharap akreditasi unggul nantinya dapat membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan KPI. Harapan serupa juga disampaikan oleh Ketua Prodi KPI.

“Kami berharap mendapatkan hasil terbaik, yakni akreditasi unggul. Namun, lebih dari sekedar formalitas, akreditasi ini diharapkan mampu mendorong civitas akademika KPI, baik dosen maupun mahasiswa, untuk benar-benar mencapai keunggulan tersebut,” pungkas Saptoni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *