Kalijaga.co – Menjelang pelaksanaan Yogyakarta Art Book Fair (YKABF) 2026 yang akan digelar pada 8-10 Mei 2026, Yogyakarta Art Book Club menyelenggarakan acara pembuka bertajuk “Road to YKABF 2026: Booound” pada Sabtu (11/4) di Collab Hub by Paragon Corp, GIK UGM.
Road to YKABF dilaksanakan sebagai pemanasan awal sekaligus memberikan gambaran mengenai berbagai art book serta rangkaian kegiatan yang akan hadir dalam YKABF 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yogyakarta Art Book Club, yang merupakan gabungan dari beberapa penerbit independen publikasi artistik di Yogyakarta, diantaranya yaitu Sokong Publisher, Kunci Kopi Station, Petrichor Books, dan beberapa penerbit lain yang juga tergabung.
Beberapa rangkaian kegiatan dalam Road to YKABF meliputi showcase, presentasi, ceramah praktisi, workshop, hingga activiton corner. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis, sehingga memberikan akses yang luas kepada publik untuk mengenal dunia publikasi artistik. Menariknya, pengunjung berkesempatan membuat zine secara mandiri dan mengikuti workshop jurnaling dalam acara ini.
Kurnia Yaumil Fajar, yang akrab disapa Nia dari Sokong Publisher yang juga tergabung menjadi bagian dari Yogyakarta Art Book Club menyatakan bahwa Yogyakarta Art Book Fair hadir dengan format pameran besar yang menyajikan buku dengan nuansa artistik kuat dan menarik secara visual.
“Road to YKABF ini memberikan spoiler tentang apa-apa saja yang akan ada di YKABF 2026, ada workshop jurnaling dan lainnya, tapi YKABF itu bakal 5 kali lipat lebih besar dari ini. YKABF formatnya itu pameran yang langsung ketemu sama exhibitornya, yang hadir disini buku-buku yang punya capaian artistik tertentu,” ungkap Nia (11/04).
Menurutnya, buku dengan visual yang kuat sangat penting. Maka YKABF hadir dan tetap ada dari tahun ketahun karena penyelenggaranya merupakan pelaku penerbitan publikasi artistik yang membutuhkan platform untuk bertemu dengan audiens baru.
Platform ini dimanfaatkan untuk memberikan pengenalan format publikasi artistik. Selain itu, platform tersebut juga penting untuk menjadi wadah diskusi para penulis dan penerbit buku-buku artistik untuk bertukar ide dan membantu praktik publikasi Independen.
Dengan adanya YKABF, penyelenggara dapat melihat bagaimana perkembangan publikasi artistik di Indonesia dan penerimaan para pembaca terhadap karya-karya yang dihadirkan. Pengunjung bisa menikmati pengalaman membaca visual yang menarik melalui art book, termasuk zine yang tersedia di library saat acara berlangsung.
Dalam rangkaian kegiatan Road to YKABF, diskusi praktik penerbitan menjadi salah satu yang juga menarik. Kegiatan ini menghadirkan Daud Sihombing yang merupakan penulis buku On Publishing Practice.
Buku ini diterbitkan secara mandiri, bekerja sama dengan penerbit dari Korea Selatan. Dalam presentasi, ia memaparkan tentang gagasan dari bukunya yang memuat 7 praktik penerbitan, mulai dari proses produksi, partisipasi dalam pameran buku, hingga distribusi.
Daud menyebutkan bahwa tulisan dalam buku tersebut berawal dari tanggapan, komentar, dan refleksi kritis terhadap praktik publikasi, yang menurutnya tetap memerlukan legitimasi. Salah satu isu utama yang diangkat yaitu mengenai siapa yang berhak menulis.
Daud menekankan bahwa setiap penulis memiliki keberpihakan, sehingga tidak ada tulisan yang benar-benar netral.
“Saat orang nulis, dia pasti punya keberpihakan, ga mungkin netral. Maka siapa yang nulis itu menjadi penting untuk kita tau apa motifnya yang melatarbelakangi tulisan itu dibuat. Sehingga kita bisa menilai valid atau engganya,” papar Daud Sihombing.
Daud juga menguraikan tiga pilar penting dalam proses penerbitan, yaitu penulis, penerbit, dan pembaca. Penulis berperan menentukan sudut pandang dan siapa yang diwakilkan dalam tulisannya. Penerbit memastikan kelayakan karya untuk dipertanggungjawabkan. Sementara pembaca diharapkan memiliki perspektif kritis dalam menilai isi publikasi, mempertanyakan siapa yang menulis dan apa kepentingannya.
Reporter Nayla Nur Hidayah | Editor Qisthiyatun Nafi’ah
- Road to YKABF 2026: Awal Menuju Pameran Art Book Berskala Besar - 13 April 2026
- 5 Tradisi Lebaran Idul Fitri yang Unik di Indonesia - 30 Maret 2026
- 5 Rekomendasi Menu Sahur Praktis: Cocok untuk Si Super Sibuk - 18 Maret 2026