crossorigin="anonymous">

Sambut 60 Anggota Baru, HIPMI PT UIN Sunan Kalijaga Gelar First Gathering

Kalijaga.co – HIPMI Perguruan Tinggi (PT) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar First Gathering (FG) bertema “Connectpreneur: Connect, Collaborate, Create” sekaligus pelatihan kaderisasi bagi calon anggota baru di Gedung DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (4/10). Dari 78 mahasiswa yang mendaftar, 60 orang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum HIPMI PT UIN Sunan Kalijaga, M. Syahid Al Fattah, mengatakan FG bertujuan memperkenalkan organisasi kepada calon anggota, mulai dari tugas pokok dan fungsi hingga arah gerak HIPMI. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara calon anggota, pengurus, dan dewan-dewan di HIPMI.

“FG ini tujuan utamanya adalah memperkenalkan bagaimana HIPMI, apa tupoksi HIPMI, dan arah gerak HIPMI,” ujar ketua umum HIPMI PT UIN  Sunan Kalijaga.

Syahid menjelaskan, HIPMI PT UIN Sunan Kalijaga telah beberapa kali menyerap aspirasi mahasiswa dan pengurus terkait bidang usaha yang ingin mereka tekuni. Data itu sudah dihimpun meski belum mencakup seluruh mahasiswa. Menurutnya, aspirasi tersebut akan disalurkan dengan mendatangkan senior HIPMI yang sesuai dengan bidang masing-masing.

Ia berharap setelah FG, calon anggota memahami arah gerak HIPMI sehingga mantap melanjutkan keanggotaan. Dalam jangka panjang, ia menargetkan seluruh pengurus dan anggota memiliki bisnis.

“Tidak pun mereka memiliki bisnis, setidaknya mereka memiliki ilmu untuk nantinya mendirikan bisnis, membangun usaha, dan memperkerjakan banyak orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) HIPMI PT UIN Sunan Kalijaga, Reynaldy Fathan, menyebut Gedung DPRD DIY dipilih karena pernah digunakan HIPMI PT UIN Sunan Kalijaga sebagai lokasi musyawarah besar sehingga pihaknya telah memiliki akses. Selain dinilai layak, fasilitas tata cahaya, proyektor, dan tata suara di gedung tersebut juga memadai.

Fathan menambahkan, 18 pendaftar tidak dapat hadir karena kendala masing-masing. Ia mengatakan akan ada pelatihan kaderisasi kedua yang jadwalnya masih dikoordinasikan dengan Badan Koordinasi Daerah (Bakorda). Menurutnya, pelatihan kaderisasi tidak dapat diselenggarakan Divisi OKK secara mandiri, melainkan harus berkoordinasi dengan Bakorda serta OKK BPC dan BPD.

“Kemudian juga ada sesi Sharing Session dan Go and Learn untuk membekali dan membina anggota-anggota baru agar lebih mengenal dunia kewirausahaan,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari anggota baru.  Chusna Kamila (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2025) mengaku bergabung untuk menambah pengalaman, ilmu, dan relasi, serta memperluas pengetahuan tentang pengusaha muda Indonesia. Ia menilai materi yang disampaikan pemateri bermanfaat dan ia juga mendapat banyak teman baru di HIPMI. Kedepannya, ia ingin menerapkan ilmu dari para senior dan pemateri.

Hal senada disampaikan Azkia Izzamuddina (Ilmu Komunikasi 2026). Ia mengaku bergabung karena ingin menambah wawasan, relasi, dan motivasi, apalagi keluarganya sejak lama mendorongnya menjadi wirausahawan. Dari kegiatan ini, ia memperoleh pola pikir tentang menjadi pengusaha yang beretika dan berlandaskan nilai-nilai UIN. Ia berharap dapat segera mengeksekusi rencana bisnis yang telah disusunnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *