
Bulan sabit berkilau walau sedikit terhalang
Pawai dari setiap sudut kota menceritakan jogja dan keindahannya
Semua berdetak seirama, diiringi cuitan manusia dan alatnya
Wayang menari, menunjukan keeksotisannya
Namun, eksotis itu dibayang-bayangi oleh aroma tak sedap
Eksotis itu dibayangi oleh tumpukan kotoran tak bertuan
Dua belas ton plastik dan makanan sisa mengalir tanpa irama
Mereka menjerit mencari tuannya yang tak senada
Jogja, tempat kami pulang dan bercerita
Sejarah yang terkumpul bukan hanya tentang tumpukan sampah
Di langit, tarian dan wayang menghiasi kota
Sementara bumi masih bangga dengan tumpukannya
Jogja, Manusia, Wayang, dan Tarian
Mereka berkisah dan terus mengukir sejarah
Alam akan terus mengumandangkan harapan
Agar warisan tak hanya jadi tumpukan
Penulis : Fatah Elhusein I Ilustrator : Izza Aziza Queen Sophia
- Kapan 1 Ramadhan 1447 H? Ini Penetapan Muhammadiyah dan Jadwal Sidang Isbat Pemerintah - 16 Februari 2026
- Menjadi Perokok yang Baik: Sebuah Renungan untuk Menghargai Ruang Bersama - 4 Agustus 2025
- Negosiasi Tingkat Tinggi: Gua dan Koloni Semut - 4 Agustus 2025