crossorigin="anonymous">

Tumpukan Eksotis

Bulan sabit berkilau walau sedikit terhalang

Pawai dari setiap sudut kota menceritakan jogja dan keindahannya

Semua berdetak seirama, diiringi cuitan manusia dan alatnya

Wayang menari, menunjukan keeksotisannya

Namun, eksotis itu dibayang-bayangi oleh aroma tak sedap

Eksotis itu dibayangi oleh tumpukan kotoran tak bertuan

Dua belas ton plastik dan makanan sisa mengalir tanpa irama

Mereka menjerit mencari tuannya yang tak senada

Jogja, tempat kami pulang dan bercerita

Sejarah yang terkumpul bukan hanya tentang tumpukan sampah

Di langit, tarian dan wayang menghiasi kota

Sementara bumi masih bangga dengan tumpukannya

Jogja, Manusia, Wayang, dan Tarian

Mereka berkisah dan terus mengukir sejarah

Alam akan terus mengumandangkan harapan

Agar warisan tak hanya jadi tumpukan

Fatah Elhusein

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *