crossorigin="anonymous">

Rekomendasi Ngabuburit Favorit di Jogja 2026: Surganya Berburu Takjil

Kalijaga.co – Bulan Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda di Yogyakarta. Menjelang waktu berbuka, warga dan wisatawan tumpah ruah berburu takjil sambil menikmati hangatnya atmosfer sore. Tradisi ngabuburit di Jogja bukan sekadar menunggu adzan Mag rib, tetapi juga menjadi momen wisata kuliner, silaturahmi, dan wisata religi yang khas.

Tahun 2026, ada banyak lokasi ngabuburit favorit yang kembali ramai dikunjungi. Mulai dari pasar Ramadan legendaris hingga spot santai yang cocok untuk anak muda, berikut lima rekomendasi terbaik yang wajib kamu coba.

1. Kauman

Kauman merupakan salah satu destinasi ngabuburit paling legendaris di Yogyakarta. Daya tarik utamanya adalah Pasar Sore Ramadan Kauman yang sudah dikenal sebagai pasar takjil tertua di kota ini. Berlokasi di gang sempit dekat Masjid Gedhe Kauman, tempat ini menawarkan suasana kampung yang hangat, sederhana, dan kental nuansa Ramadan.

Pasar ini membentang dari Jalan KH. Ahmad Dahlan menuju area masjid. Meski tidak selalu sepadat lokasi lain, justru di situlah letak pesonanya. Pengunjung bisa berjalan santai sambil memilih makanan tanpa terlalu berdesakan.

Pilihan kulinernya sangat beragam, dengan dominasi jajanan tradisional. Menu yang wajib dicoba antara lain adalah kicak jajanan manis khas Kauman yang hanya muncul saat Ramadan, setup jambu, es semlo, kipo, dan aneka lauk rumahan seperti mangut lele dan pecel. Jajanan kekinian tetap ada, tetapi tidak sebanyak makanan tradisional.

Aktivitas ngabuburit di sini tidak hanya berburu takjil. Setelah jajan, pengunjung bisa langsung salat di Masjid Gedhe Kauman atau sekadar menikmati walking tour di kampung bersejarah ini. Bonusnya, tersedia pembagian takjil gratis setiap hari.

Tips: Datang pukul 15.00-15.30 WIB agar lebih leluasa dan siapkan uang tunai karena banyak pedagang UMKM.

2. Jalur Gaza Nitikan

Beralih ke wilayah Umbulharjo, ada Jalur Gaza Nitikan yang tak kalah populer. Nama unik ini merupakan singkatan dari Jajanan Lauk Sayur Gubuk Ashar Zerba Ada, yang menggambarkan betapa lengkapnya pilihan makanan di sini.

Lokasinya berada di sepanjang Jalan Sorogenen, Kampung Nitikan. Setiap sore setelah Ashar, jalan ini berubah menjadi pasar kaget yang dipenuhi ratusan tenant. Suasananya ramai dan meriah sering dijuluki arena “perang takjil” oleh warga Jogja.

Keunggulan utama Jalur Gaza adalah kelengkapan lauk matang dengan harga ramah di kantong. Cocok banget untuk anak kos yang ingin sekalian membeli menu buka dan makan malam.

Menu yang tersedia meliputi:

  • Aneka lauk rumahan (ayam goreng, ikan bakar, gudeg, sate)
  • Jajanan pasar dan gorengan
  • Beragam es segar seperti es kuwut dan es kopyor
  • Aneka bubur tradisional

Selain murah, kawasan Nitikan juga dikenal sebagai kampung yang religius, sehingga vibes Ramadan terasa sangat kuat.

Tips: Datang sebelum 15.30 WIB dan gunakan motor agar lebih mudah parkir.

3. Kampung Ramadan Jogokariyan

Kalau bicara ngabuburit di Jogja, rasanya belum lengkap tanpa menyebut Kampung Ramadan Jogokariyan. Kawasan di sekitar Masjid Jogokariyan ini selalu menjadi magnet utama setiap tahun.

Pada Ramadan 2026, kampung ini kembali menghadirkan pasar takjil raksasa dengan ratusan stand UMKM. Bahkan, masjid membagikan sekitar 3.800 porsi takjil gratis setiap hari sepanjang Ramadan. Tidak heran jika pengunjung bisa mencapai 7.000-10.000 orang pada hari tertentu.

Yang membuat Jogokariyan istimewa adalah kombinasi antara kegiatan sosial, syiar keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi warga. Menu takjil gratis pun berganti setiap hari, mulai dari opor ayam, brongkos, bakmoy, hingga tongseng.

Aktivitas yang bisa dilakukan di sini antara lain:

  • Berburu takjil dari ratusan tenant
  • Antre takjil gratis
  • Mengikuti kajian menjelang berbuka
  • Buka puasa bersama ribuan jamaah

Suasananya sangat hidup dan penuh kebersamaan. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan euforia Ramadan Jogja.

Tips: Datang sebelum pukul 16.00 WIB karena area cepat sekali padat.

4. Lembah UGM

Bagi yang ingin ngabuburit dengan suasana lebih santai, Lembah UGM bisa jadi pilihan terbaik. Terletak di kawasan Universitas Gadjah Mada, area ini dikenal sebagai salah satu spot ngabuburit terpanjang di Jogja.

Berbeda dengan pasar kampung yang padat, Lembah UGM menawarkan ruang terbuka hijau yang asri. Pengunjung bisa duduk di rumput, jalan santai, atau nongkrong sambil menunggu waktu berbuka.

Pilihan kulinernya sangat variatif, mulai dari:

  • Takjil manis seperti kolak dan es buah
  • Gorengan dan jajanan pasar
  • Menu kekinian seperti sate taichan, kebab, dan dimsum
  • Makanan berat dengan harga mahasiswa

Harga di sini terkenal ramah di kantong, bahkan ada jajanan mulai Rp1.000. Waktu paling ramai biasanya pukul 15.30 WIB hingga menjelang Maghrib.

Tempat ini cocok untuk mahasiswa, keluarga muda, atau siapa pun yang ingin ngabuburit tanpa terlalu berdesakan.

5. Kampung Ramadan Wedomartani Maguwoharjo

Jika kamu ingin suasana yang lebih lega namun tetap meriah, Kampung Ramadan di kawasan Stadion Maguwoharjo bisa menjadi alternatif menarik. Berlokasi di area Stadion Maguwoharjo, pasar Ramadan ini buka hingga 25 Maret 2026.

Yang membedakan tempat ini adalah konsepnya yang lebih modern dan family-friendly. Selain berburu takjil, pengunjung juga bisa menikmati:

  • Live music
  • Area permainan
  • Photobox
  • Cek kondisi kulit gratis oleh DRW Skincare

Ratusan UMKM berjejer menjual berbagai makanan, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian seperti corn dog dan minuman boba. Area yang luas membuat pengalaman ngabuburit terasa lebih nyaman.

Jam operasionalnya sekitar pukul 16.00-22.00 WIB, sehingga cocok juga untuk nongkrong setelah berbuka.

Tips: Datang sekitar 15.30 WIB untuk pilihan makanan paling lengkap.

Ngabuburit di Yogyakarta selalu punya cerita. Dari gang tradisional Kauman yang penuh nostalgia, hiruk-pikuk Jalur Gaza Nitikan, kemeriahan Jogokariyan, santainya Lembah UGM, hingga konsep modern di Maguwoharjo. Semuanya menawarkan pengalaman Ramadan yang berbeda.

Jika kamu suka nuansa klasik dan religi, Kauman dan Jogokariyan adalah pilihan terbaik. Untuk pemburu lauk murah, Jalur Gaza wajib masuk daftar. Sementara itu, Lembah UGM dan Maguwoharjo cocok bagi kamu yang ingin ngabuburit santai tanpa terlalu berdesakan.

Jadi, tahun ini kamu mau ngabuburit di mana dulu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *