Kalijaga.co – Tradisi kuliner pasar Ramadhan adalah kegiatan tahunan yang sering dinantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pasar takjil yang biasanya buka setelah asar sampai menjelang berbuka ini tidak hanya menjadi peluang warga setempat berjualan. Namun, juga peluang untuk organisasi-organisasi kampus dalam menjalankan program kerja kewirausahaan.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Al-Mizan ikut serta meramaikan pasar Ramadhan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dengan mencoba berjualan takjil bola-bola ubi, tahu bakso, magic chocho, dan risol mayo. Kegiatan bazar ini hadir dengan tujuan mengumpulkan dana memeriahkan miladiah UKM Al-Mizan yang akan digelar April mendatang.
Kegiatan biasanya dimulai pukul tiga sore untuk persiapan menyusun stan, mengambil takjil yang akan dijual, dan berbagai keperluan di Pusat kaligrafi UKM Al-Mizan. Setelah itu, pada jam empat sore, stan mulai buka dan tutup hingga waktu berbuka.
Seorang mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam bernama Rahma Maida Candraningtyas (19) selaku anggota panitia pasar Ramadhan UKM Al-Mizan memaparkan tentang sistem penjualan UKM.
“Kegiatan bazar ini merupakan program kerja divisi Dana Usaha (Danus), biasanya dalam satu hari akan ada 6 sampai 7 orang yang bertugas untuk menjaga stan, dan diantara 6 sampai 7 orang itu, akan melibatkan satu orang panitia kegiatan milad, dan satu orang penggurus UKM Ai-Mizan”.
UKM Al-Mizan termasuk bijak dalam memanfaatkan situasi ini, bukan hanya berperan sebagai pengunjung. Namun, juga menjadi organisasi yang memanfaatkan kesempatan untuk menggerakan pemasukan dana UKM. Menu yang sering menjadian perhatian utama pengunjung adalah bola-bola ubi dan risol mayo, sementara magic chocho dan tahu bakso tidak begitu stabil.
Harga Takjil UKM Al-Mizan:
Bola-bola ubi : Rp 5.000 /porsi isi 4.
Risol Mayo : Rp 3.500/pcs & Rp 10.000/3 pcs.
Tahu Bakso : Rp 2.000/pcs.
Magic Chocho : Rp 5.000/cup.
Selain itu Mahliatus Sariroh (19) mahasiswi Sastra Inggris selaku anggota divisi konsumsi kepanitian pasar Ramadhan UKM Al-Mizan memberikan informasi.
“Untuk menu bola-bola ubi dan magic chocho UKM Al-Mizan membuat sendiri, sementara risol mayo dan tahu bakso mereka menjual lagi dari orang lain,” paparnya.
Menurut Lia, kegiatan ini bukan hanya berdampak untuk pemasukan dana milad UKM. Namun, melalui kegiatan ini pula anggota belajar tentang cara berwirausaha, bekerjasama, dan manajemen waktu yang baik.
“Saya pernah melihat satu kejadian ketika jadwal saya menjaga stan ada satu perkumpulan mas-mas bertato. Jika hanya dinilai dari penampilannya mungkin orang-orang akan mengira mereka preman. Uniknya, ketika mampir ke stan untuk melihat-lihat, mereka datang ke pasar Ramadhan UIN untuk mencari takjil, dan mereka juga berpuasa. Berkat kejadian itu, saya mendapatkan insight baru bahwa jangan melihat orang dari penampilanya saja. Jadi, melalui kegiatan ini, kita juga bisa melihat kehidupan masyarakat luas yang jarang kita ketahui,” tutur Lia.
Sisi lain Fajri Shofia Farhani (19) mahasiswi matematika, selaku anggota divisi dana usaha UKM Al-Mizan, justru mendapatkan penggalaman kurang menyenangkan dari kegiatan ini.
“Berjualan itu banyak tantangannya, waktu awal-awal kita buka stan menu takjil ramai pembeli. Seiring berjalannya waktu, pengunjung mungkin mulai bosan. Sehingga kita harus bisa memutar otak untuk menarik kembali perhatian pengunjung. Selain itu, uang pemasukan dan uang modal sering kali tercampur dan belum adanya manajemen yang baik. Oleh sebab itu, banyak anggota yang disulitkan. Padahal komunikasi antar penangung jawab sangat berperan penting di sini,” ucap Shofia.
Bukan hanya kesulitan dalam memaksimalkan kegiatan bazar, perlakuan kurang baik dari penjual sekitar juga kerap kali menjadi tantangan.
“Kita pernah dimarahin sama bapak-bapak penjual siomay karena beliau merasa tempat jualannya diambil. Saat itu kita sempat kaget karena merasa itu lahan yang memang menjadi hak kami, dan bapak itu tidak menjelaskan dengan cara yang baik,” keluhnya.
Terlepas dari banyaknya tantangan, menurut Shofia kegiatan seperti pasar Ramadhan UKM Al-Mizan ini merupakan kegiatan positif yang dapat membangun rasa kebersamaan, tolong menolong, dan saling mengenal. Kegiatan ini juga mendorong rasa keberanian untuk mencoba memulai hal baru yang akan sangat berguna dalam kehidupan masyarakat..
Melalui kegiatan pasar Ramadhan UIN Sunan Kalijaga mahasiswa diajarkan satu ilmu penting, di mana sulitnya satu proses untuk menghasilkan uang.
Pada satu jalan itu banyak kehidupan berkumpul, mulai dari mahasiswa, pedagang, tukang parkir, pengemis, dan juga warga yang datang menikmati waktu senja menjelang berbuka.
UKM Al-Mizan bukan hanya ikut memeriahkan pasar Ramadhan UIN Sunan Kalijaga, tapi lewat kegiatan itu, mahasiswa ditunjukan hebatnya perputaran kehidupan sosial masyarakat yang tidak ditemui di lingkungan kampus.
Tentang bagaimana sulitnya masyarakat menengah kebawah bertahan. Tentang bagaimana pentingnya membangun kebersamaan. Tentang indahnya bulan suci Ramadhan yang penuh arti keindahan.
Reporter Nurul Zakiyyah | Editor Zahrah Suci Al Aliyah