Kalijaga.co – Siang itu, Rabu (2/9), riuh rendah percakapan, helak tawa, dan sapaan hangat memadati setiap sudut Ruang Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga. Udara ruangan yang biasanya diwarnai ketegangan akademik dan rutinitas perkuliahan mendadak berubah menjadi begitu hangat dan penuh warna. Ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) berkumpul. Mereka datang bukan sekadar untuk memenuhi daftar hadir, melainkan untuk meleburkan batasan antar-angkatan dalam sebuah hajatan kebersamaan bertajuk “NOW PLAYING: PRELUDE OF GRACE”.
Bukan sekadar perayaan rutin di kalender kampus, perhelatan ini dikemas secara ciamik dan penuh dedikasi oleh mahasiswa KPI Angkatan 2023. Mengusung dua momentum besar sekaligus—yakni memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) serta membentangkan tirai pembuka (grand launching/opening) bagi seluruh rangkaian acara tahunan terbesar jurusan, Epilog—kegiatan ini hadir sebagai ruang silaturahmi yang begitu akrab, inklusif, dan menyatukan.
Fatah El Husain, Ketua Angkatan KPI 2023 yang menjadi salah satu sosok kunci di balik layar perhelatan ini, mengungkapkan bahwa “Prelude of Grace” dirancang bukan hanya sebagai acara seremonial formal. Lebih dari itu, konsep utamanya adalah menghadirkan atmosfer rumah yang nyaman dan ramah bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di Ruang Teatrikal.
Bagi Fatah dan rekan-rekan seangkatannya di KPI 2023, memilih momentum Maulid Nabi sebagai titik awal rangkaian Epilog adalah sebuah keputusan spiritual dan emosional yang mendalam. Momen perayaan kelahiran Nabi dipandang sebagai ruang paling tepat untuk menyemai kembali nilai-nilai kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah padatnya dinamika perkuliahan serta kesibukan organisasi para mahasiswa.
“Kami ingin pembukaan Epilog tahun ini terasa sangat dekat, hangat, dan membekas di hati. Kami tidak ingin acara ini sekadar menjadi seremoni panggung yang lewat begitu saja, tetapi benar-benar menjadi wadah bertemunya seluruh keluarga besar KPI, mulai dari mahasiswa baru, mahasiswa tingkat atas, hingga para alumni yang sempat hadir untuk saling menyapa, berbincang, dan saling mengenal lebih dekat,” tutur Fatah di sela-sela kesibukannya mengawal alur acara.
Fatah menambahkan bahwa perjalanan menyiapkan acara ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya soliditas tim. Di balik panggung yang megah dan tata lampu yang apik, ada malam-malam panjang yang dilewati panitia untuk berdiskusi, menyelaraskan ide, hingga memastikan setiap detail teknis berjalan tanpa hambatan. Dedikasi tersebut terbayar tuntas ketika melihat senyum dan antusiasme para pengunjung yang memadati lokasi sejak sebelum acara dimulai.
Atmosfer di dalam Ruang Teatrikal FDK kian membumbung tinggi ketika sosok yang sangat ditunggu-tunggu, Jay atau kerap disapa Enjes, melangkahkan kaki naik ke atas panggung sebagai special guest. Dikenal dengan gaya penyampaiannya yang santai, komunikatif, segar, serta diselingi humor khas anak muda, Enjes sukses menyihir perhatian seluruh audiens.
Pada sesi penampilannya, Enjes tidak membawakan narasi yang kaku atau menggurui. Sebaliknya, ia mengajak audiens berdialog secara interaktif mengenai keteladanan Rasulullah SAW dan bagaimana menerapkan nilai-nilai kenabian tersebut dalam konteks kehidupan mahasiswa modern. Mulai dari cara berkomunikasi yang santun, menjaga empati antar-teman, hingga mengelola semangat berproses di perantauan, seluruh materi disampaikan dengan bahasa yang sangat membumi.
Gelak tawa berkali-kali pecah di tengah-tengah pemaparan Enjes, diselingi tepuk tangan meriah dari para peserta yang merasa sangat terhubung dengan poin-poin yang disampaikan. Ruang diskusi yang biasanya formal mendadak berubah menjadi majelis ilmu yang sejuk, menyenangkan, dan kaya akan pesan moral.
Dampak kehangatan “Prelude of Grace” tidak hanya dirasakan di atas panggung, tetapi juga menggema kuat di barisan kursi penonton. Para perwakilan mahasiswa baru 2026 yang hadir, seperti Cece, Pauz, Husni, dan Indiz, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan panitia mengemas acara keagamaan menjadi begitu menarik dan relevan bagi generasi muda.
Cece mengungkapkan rasa kagumnya terhadap cara panitia memadukan unsur religiusitas dengan kemasan acara hiburan yang estetik dan kekinian. Menurutnya, konsep seperti ini membuat mahasiswa merasa senang dan tidak canggung untuk merayakan Maulid Nabi di lingkungan kampus.
Senada dengan Cece, Pauz dan Husni menyoroti bagaimana acara ini berhasil memecahkan kekakuan hubungan antar-angkatan. Di dalam Ruang Teatrikal, sekat antara mahasiswa senior dan junior seolah melebur. Mereka duduk berdampingan, tertawa bersama merespons kelakar Kak Enjes, serta saling bertukar cerita di sela-sela jeda kegiatan.
Sementara itu, Indiz menumpahkan rasa senangnya terhadap fasilitas yang disediakan oleh panitia. Kebijakan tanpa biaya masuk (free entry) yang dipadukan dengan pembagian makanan gratis (free food) menjadi daya tarik tersendiri yang kian menyemarakkan suasana. Momen menyantap hidangan bersama di lorong dan sudut ruangan menjadi pemandangan indah yang mempererat tali silaturahmi. Kehadiran hidangan sederhana tersebut bukan sekadar pemuas lapar, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan yang nyata di antara sesama mahasiswa.
Bagi seluruh elemen di lingkungan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga, “Prelude of Grace” bukan sekadar sebuah titik awal atau seremoni formal penanda dimulainya kalender acara Epilog. Lebih jauh dari itu, ia adalah sebuah mukadimah dari sebuah pelukan awal yang hangat di garis start perjalanan panjang.
Acara ini berhasil membuktikan bahwa kegiatan keagamaan dan ajang kreativitas mahasiswa dapat berkelindan secara harmonis. Lewat kerja keras Angkatan 2023, “Prelude of Grace” sukses menanamkan pesan mendalam bahwa di tengah segala perbedaan latar belakang, kesibukan akademik, dan tantangan perkuliahan, mahasiswa KPI akan selalu memiliki ruang untuk pulang, berkumpul, dan tumbuh bersama sebagai satu keluarga besar yang utuh.
Melalui tuntasnya acara pembuka ini, tirai rangkaian Epilog resmi terbentang luas. Semangat kebersamaan yang telah tersulut di Ruang Teatrikal FDK siang itu kini siap dibawa untuk mengawal agenda-agenda besar KPI berikutnya hingga puncak perhelatan nanti.
Reporter Raisya Puan Syahdillah | Editor Zahrah Suci Al Aliyah
- “Prelude of Grace”: Pelukan Awal Kebersamaan Keluarga Besar KPI UIN Kalijaga - 24 September 2026
- 10 Rekomendasi Pantai di Gunungkidul untuk Gaya Liburan - 29 Agustus 2026
- Inilah Aku: Bukti Nyata Fahrul untuk Ayah dari Panggung Concerto PSM Gita Savana - 3 Juli 2026