Kalijaga.co – Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan 2023 menggelar pameran fotografi dan screening bertajuk “Eunoia: Capture The Harmony”. Pameran ini diselenggarakan selama dua hari pada 9-10 Desember 2025 di Convention Hall lantai dua UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain itu, pihak penyelenggara pameran juga menghadirkan Yudhi Cholikul Ihsan sebagai kurator sekaligus narasumber pada sesi talk show.
Ketua penyelenggara pameran, Naufal Atha Faiq menjelaskan bahwa pameran Eunoia 2025 merupakan wadah apresiasi mahasiswa sekaligus menjadi implementasi dalam berkarya.
“Tujuan utama pasti apresiasi ya, apresiasi karya dari teman-teman KPI 23, baik itu film maupun foto, dan juga sebagai output dari mata kuliah fotografi, manajemen program siaran, teknik editing, dan periklanan,” jelasnya.
Selain itu, Atha juga menegaskan bahwa tidak ada alasan khusus dalam pengangkatan “harmoni” sebagai tema pameran. Namun, ia beranggapan pemilihan nama dan tema tersebut dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dalam mengeksplorasi konsep harmoni itu sendiri.
“Kita cari kata yang pas untuk menggambarkan harmoni dan dapatlah kata Eunoia dari bahasa Yunani, temanya harmoni karena mudah dipahami, jadi nggak ngeribetin temen-temen dalam pembuatan serta merealisasikan keharmonisan dalam karyanya,” tambahnya.
Ditanya terkait dengan jalannya pameran, Atha menilai pameran Eunoia 2025 berjalan dengan lancar. Ia juga berkesan dengan antusiasme pengunjung pameran.
“Alhamdulillah, acara selama dua hari ini berjalan lancar dari pagi sampai selesai sesuai dengan rundown yang sudah direncanakan. Ternyata banyak juga pengunjung dari luar yang datang. Feedback dari pengunjung juga ada, baik positif maupun kritik,” tegasnya.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Nafisa Nasma Aulia (19), salah satu pengunjung pameran, mengaku berkesan dengan jalannya pameran Eunoia 2025. Ia beranggapan bahwa selain pameran, pameran Eunoia juga memberikan insight serta wawasan fotografi untuk para pengunjung.
“Kesan aku sih keren banget, ya. Karena dari karya-karyanya pun sudah tidak diragukan lagi. Ada juga ilmu yang bisa didapatkan, dari talk show, dari screening. Terus juga dari kemarin itu banyak doorprize-doorprize,” ungkapnya.
Selain itu, Nasma juga berharap agar penyelenggara pameran selanjutnya dapat menghadirkan kemeriahan dan keseruan yang lebih di mata pengunjung.
“Harapannya, pameran tahun depan bisa lebih seru lagi, lebih banyak lagi karya-karya yang ditampilkan, terus lebih menarik, dan semoga enggak di CH, gitu, loh. Di tempat yang lebih wow,” ujarnya.
Kesan lain juga disampaikan oleh salah satu dosen prodi KPI UIN Sunan Kalijaga, Dra. Hj. Evi Septiani Tavip Hayati, M.Si. Ia bersyukur karena menurutnya, penyelenggaraan pameran Eunoia 2025 dinilai berhasil dalam menyajikan ajang yang positif.
“Saya sangat bersyukur karena di semester kalian ini punya acara yang menurut saya sangat edukatif dan juga ekspresif. Walaupun ini adalah bagian dari mata kuliah, tapi kalian mampu mewujudkannya sebagai sebuah entertain juga. Saya berharap mata kuliah praktik di KPI memang seperti ini,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan untuk tahun-tahun berikutnya. Ia beranggapan bahwa acara seperti pameran Eunoia 2025 memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dalam mengekspresikan potensi serta kemampuan dalam berkarya.
“Setiap mahasiswa punya potensi, dan kegiatan seperti ini membantu mereka berani mengekspresikannya. Ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi portofolio. Saya harap kegiatan seperti ini dapat berlangsung setiap tahun dan mendapat dukungan tidak hanya dari dosen, tapi juga prodi, fakultas, bahkan universitas,” tambah dosen senior itu.
Selanjutnya, ia berpesan agar mahasiswa terus mengembangkan kreativitas serta mengeluarkan potensi yang dimiliki dalam berkarya. Karena menurutnya, karya-karya itulah yang kemudian akan menunjukkan siapa diri mereka.
“Tetap berkarya meskipun itu bukan bagian dari mata kuliah. Karya-karya itu yang akan menunjukkan siapa kalian. Tidak semua orang punya bakat yang sama, tapi tetap konsisten dan kembangkan apa yang sudah dimiliki. Tidak ada salahnya mencoba. Syukur nanti ketika berkarir, karya-karya itu memberikan kontribusi bagi masa depan kalian,” tutupnya.
Reporter Aprilda Sabtiyan Achmad | Editor Qisthiyatun Nafi’ah