Kalijaga.co – Forum Komunikasi Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (FORKOM KPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan “Pelantikan dan Sertijab (Serah Terima Jabatan) FORKOM KPI 2025” yang menjadi bagian dari proses regenerasi kepengurusan Laboratorium Program Studi (Prodi) KPI pada Sabtu (13/12). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan seluruh divisi Laboratorium KPI dan berlangsung di Ruang Teatrikal Gedung Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Salah satu anggota Divisi Acara FORKOM KPI, Nayla Nur Hidayah menjelaskan bahwa FORKOM KPI memiliki peran sebagai wadah yang menyatukan komunikasi antar divisi laboratorium KPI. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh ketua demisioner Laboratorium KPI divisi Kalijaga Research Center, Andara Angesti. Menurutnya, sebelum FORKOM KPI terbentuk, tidak ada sinergi yang menghubungkan antar divisi laboratorium.
“Jujur, dari kepengurusan sebelumnya ke kepengurusan aku itu sangat beda banget. Karena sebelumnya belum ada forum, jadi ketua-ketua lab itu jalan sendiri-sendiri. Padahal kita satu Lab KPI, tapi tidak ada wadah yang menyatukan,” ucap Andara.
Selain itu, Nayla juga menegaskan tujuan utama digelarnya kegiatan ini adalah sebagai pengukuhan bagi pengurus baru laboratorium.
“Ya, supaya mereka lebih punya komitmen dalam menjalankan amanah dan tugas pokok fungsinya,” tambahnya.
Ditanya terkait nilai di balik kegiatan ini, Pembina Laboratorium divisi Kalijaga.co Mochammad Sinung Restendy, M.Sos., menyatakan bahwa regenerasi merupakan bagian dari kehidupan sebuah organisasi itu sendiri. Ia juga menilai bahwa regenerasi menjadi faktor penting dalam menghidupkan organisasi.
“Kehidupan organisasi itu lewat kebermanfaatan, kemudian kinerja, produk-produk yang dimanfaatkan oleh banyak orang,” tegasnya.
Melanjutkan pernyataan tersebut, Pembina Laboratorium Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Irawan Wibisono, M.I.Kom., menyoroti tolok ukur keberhasilan serta fokus bagi pengurus baru di setiap divisi laboratorium. Menurutnya, laboratorium merupakan tempat untuk berkarya.
“Karena ini laboratorium tempat berkarya, maka parameter keberhasilannya adalah karya. Setiap divisi itu harus punya karya-karya,” ujarnya kemudian.
Irawan juga berpesan kepada pengurus baru dan mahasiswa untuk tidak mempersempit tujuan serta pengembangan potensi hanya sebatas lingkup laboratorium. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menciptakan inovasi-inovasi baru dalam berkarya.
“Semoga pengurus baru bisa lebih baik dari pengurus sebelumnya. Inovasinya sebenarnya ya dari anggotanya itu saja. Pemikirannya jangan terlalu sempit ke laboratorium, tapi itu podcast ya podcast. KRC penelitian, diskusi, dan lain sebagainya. Seperti itu,” tuturnya.
Ketua terlantik pengurus baru divisi KPI SUKA Podcast (Kompost), Ihya Mukhyidin beranggapan kegiatan ini merupakan seremoni penyerahan tongkat estafet kepercayaan antar generasi. Baginya, kegiatan ini menjadi titik awal anggota laboratorium untuk ikut berperan aktif di setiap kegiatan.
“Semoga tidak hanya sebagai anggota mengatasnamakan saja, tapi juga turut ikut andil aktif dalam kegiatan-kegiatannya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap dukungan penuh dari civitas akademika KPI terhadap seluruh aktivitas laboratorium.
“Untuk civitas prodi, semoga selalu mendukung semua kegiatan dan semua produksi aktivitas, baik itu dari Lab Kompost maupun divisi Lab yang lainnya,” pungkasnya.
Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Saptoni, S.Ag., M.A. menyatakan dukungannya untuk setiap kegiatan laboratorium. Ia beralasan bahwa setiap kegiatan laboratorium merupakan bagian dari kegiatan program studi.
“Fokusnya sama, yaitu pengembangan mahasiswa, sehingga Prodi dan Lab akan saling bekerja sama dan saling melengkapi,” jelasnya.
Saptoni juga berharap pengurus terlantik dan mahasiswa dapat memanfaatkan laboratorium dengan semaksimal mungkin. Ia berpesan agar mahasiswa menjadikan laboratorium sebagai wadah penunjang kompetensi praktis, mengembangkan potensi, serta independen.
“Ya, di Lab, mahasiswa memiliki kebebasan untuk berkreasi tanpa terlalu banyak intervensi dosen,” tutupnya.
Reporter Aprilda Sabtiyan Achmad & Mayumi Cinta Mahesi | Editor Khoirunnida