Kalijaga.Co – Laboratorium KPI menggelar workshop dan rapat kerja (raker) bertema “Optimalisasi Konten Digital untuk Membangun Interaksi Audiens” pada hari Sabtu (28/02/2026) di Teatrikal Fakultas Dakwah & Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Acara ini dihadiri oleh tiga divisi Laboratorium KPI yaitu; Kalijaga.co, Kompost, dan Kalijaga Research Center (KRC). Fadiyah Zahirah Ananda Arrafi selaku ketua pelaksana menjelaskan alasan memilih tema tersebut untuk menciptakan kesinambungan agar karya yang dihasilkan baik konten, tulisan, maupun jurnal dapat mencapai target angka peminat atau audiens yang tinggi.
Acara ini diawali dengan pembukaan serta kata sambutan dari ketua pelaksana yakni Fadiya yang disusul dengan pembina Kalijaga.Co, Muhammad Sinung Restendy. Pada sambutannya Sinung mengatakan bahwa hidup layaknya algoritma itu sendiri.
“Kemana seseorang berfokus pada hidupnya, hal itu akan terus mengikutinya dan terus berkembang,” tuturnya. Dalam artian beliau menekankan untuk konsisten secara bertahap sehingga orang lain melabeli diri seseorang dengan apa yang menjadi fokusnya.
Usai pembukaan dan kata sambutan, dilanjutkan dengan materi workshop yang menghadirkan seorang konten kreator Dylla Luthfia Ratsa sebagai pembicara. Workshop ini memfokuskan pembahasan bagaimana membangun engagement pada konten. Dylla memaparkan bahwa untuk memembangun engagement audiens ada pada strategi konten interaktif. Melalui penyusunan tiga struktur utama yaitu hook, value, dan Call to Action (CTA) yang menarik perhatian para audiens. Melalui rumus tersebut dapat memicu adanya interaksi terhadap konten.
“Audiens tidak peduli dengan konten kita, mereka hanya peduli pada diri mereka sendiri. Maka buat konten sesuai dengan apa yang audiens inginkan,” papar Dylla, selaku konten kreator yang menekankan perlunya mengetahui hal yang banyak diminati para audiens.
Pada sesi Rapat Kerja, tiga divisi Lab KPI mempresentasikan hasil pembahasan program kerja masing-masing. Kalijaga.Co menekankan penguatan konsistensi publikasi berita kampus serta optimalisasi pengelolaan website agar meningkatkan capaian jangkauan pembaca. Kompost memfokuskan strategi pada pengembangan konten kreatif dan visual branding yang lebih adaptif terhadap tren digital untuk menguatkan interaksi audiens di media sosial. Sementara itu, KRC memaparkan rencana penguatan riset dan liputan tematik berbasis data sebagai konten yang lebih mendalam dan relvan. Ketiga divisi sepakat bahwa konsistensi dan kaloborasi menjadi kunci agar performa media terus bertumbuh secara berkelanjutan.
Meskipun proker yang dijalankan hampir sama dengan tahun sebelumnya, terdapat pengembangan pada konsep ekspansi, seperti memperluas jangkauan kegiatan agar tidak hanya diikuti oleh anggota Laboratorium KPI saja, tetapi juga seluruh mahasiswa KPI.
“Acara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pengelola lab untuk saling berkolaborasi dan berbagi inovasi antar-laboratorium. Misalnya, kolaborasi riset antara KRC dengan Kompost,” ujar Rini sebagai salah satu pengurus KRC.
Harapannya kegiatan ini tak hanya sekadar pemaparan rencana, tetapi dapat terealisasikan secara nyata. Konsistensi bukan hanya dalam pemetaan tangggal pelaksanaan. Namun, juga konsisten pada setiap anggota yang turut serta dalam melaksanakan program yang sudah dirancang. Tak hanya itu, dengan semangat optimalisasi, seluruh divisi diharapkan mampu menerjemahkan strategi yang telah dirancang menjadi langkah nyata sepanjang 2026.
Penulis: Dhiya Husna Abidah | Editor: Zahrah Suci Al Aliyah
- Optimalisasi Digital Kuatkan Raker Lab KPI 2026 - 1 Maret 2026
- Masyarakat Madani: Sistem Pemerintahan Rasulullah SAW Menjadi Cita-Cita Rakyat Indonesia - 24 Desember 2024