Kalijaga.co – J.S. Khairen membagikan proses kreatif serta pengalaman kepenulisannya dalam kegiatan bedah buku pada Festival Buku RDK UGM 2026 yang digelar Sabtu, (28/2/2026), di Student Center GIK Universitas Gadjah Mada. Acara tersebut dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus dan masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi literasi bersama penulis.
Jombang Santani Khairen, yang lebih dikenal dengan nama pena J.S. Khairen adalah seorang penulis Indonesia yang produktif dengan karya-karya bertema refleksi kehidupan, motivasi, dan dinamika anak muda.
Ia memulai karier menulis dari kegemaran membaca serta aktif membagikan gagasan melalui media sosial sebelum akhirnya menerbitkan sejumlah buku yang mendapat respons positif pembaca. Latar belakangnya sebagai generasi muda yang dekat dengan dunia digital turut memengaruhi gaya penulisannya yang ringan, relevan, dan komunikatif.
Bedah buku ini menjadi salah satu agenda utama yang dinantikan dalam rangkaian festival yang diselenggarakan oleh RDK UGM. Dalam sesi pemaparan, narasumber menjelaskan bahwa proses menulis tidak terlepas dari kebiasaan membaca dan kedisiplinan menjaga konsistensi. Ia mengungkapkan bahwa setiap karya lahir dari proses panjang, mulai dari pencarian ide, riset, hingga penyuntingan naskah.
”Menulis bukan hanya soal merangkai kata, tapi bagaimana menghadirkan makna yang relevan dengan kehidupan pembaca. Menulis adalah proses berdialog dengan diri sendiri, sebelum berdialog dengan pembaca. Karena itu, penting bagi penulis untuk terbuka pada gagasannya” ujar J.S. Khairen dalam sesi diskusi.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi penulis muda di era digital, seperti takut memulai, distraksi media sosial dan tuntutan untuk selalu produktif. Namun, menurutnya, kemajuan teknologi juga membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk mempublikasikan karya dan membangun komunitas literasi. Baginya, keberanian untuk memulai dan menerima kritik menjadi bagian penting dalam perjalanan kreatif.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar teknik membangun karakter, strategi mengembangkan ide cerita, hingga peluang menerbitkan karya di tengah persaingan industri buku yang semakin kompetitif. Beberapa peserta juga membagikan pengalaman pribadi mereka dalam menulis dan meminta masukan langsung dari penulis.
Zalfa, salah satu panitia Festival Buku RDK UGM 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong budaya literasi di kalangan masyarakat.
”Kami ingin menghadirkan ruang dialog antara penulis dan pembaca. Harapannya, mahasiswa dan masyarakat tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga melahirkan gagasan dan karya baru” ucapnya.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Buku RDK UGM 2026 ini ditutup dengan sesi penandatanganan buku dan foto bersama. Melalui kehadirannya, J.S. Khairen berharap mahasiswa dan masyarakat tidak hanya menjadi pembaca aktif, tetapi juga berani menulis dan menyuarakan gagasan melalui karya.
Penulis: Nila Munana | Editor: Nayla Nur Hidayah