Kalijaga.co – Suara deru kendaraan tak pernah libur menghiasi jalanan
Para punggung keluarga membanting tulang dari fajar hingga Surya tenggelam
Petani di sawah pun tak pernah absen meski panennya terjual murah
Ribuan lembar harapan berkelana demi menemukan tempat,
namun sayang banyak yang tak kebagian meski sudah diiming-imingi jutaan
Rakyat cilik serasa dicekik, ditambah harga-harga yang kian merangkak
Di lain sisi ada tikus berdasi yang sibuk mencuri, setiap hari lagi
Duh Tuhan, mengapa dunia sibuk sekali?
Maka izinkan aku tuk menepi
Penulis Siti Fatimah | Editor Qisthiyatun Nafi’ah
Latest posts by Siti Fatimah (see all)