Kalijaga.co – West East Production menggelar Festival Visual, sebuah pameran fotografi di Taman Budaya Yogyakarta pada 4–5 Juli 2026. Pameran ini menampilkan 75 karya dari para pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dengan mengusung tema “Ekspresi Hangatnya Kebersamaan”.
Festival ini mengangkat tema human interest, yang bertujuan untuk merayakan ekspresi kebersamaan dari setiap momen yang telah berhasil diabadikan melalui lewat karya fotografi.
Kegiatan ini diawali dengan lomba fotografi yang diikuti oleh para pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
Peserta diminta mengirimkan karya fotografi yang menggambarkan kebersamaan menurut sudut pandang mereka. Melalui perlombaan ini, para pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dapat menyalurkan bakat serta menumbuhkan daya saing mereka.
Sebanyak 75 karya fotografi dari pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih melalui proses kurasi ketat dari panitia dan dewan juri. Seluruh karya terpilih kemudian dipamerkan selama dua hari pelaksanaan Festival Visual.
Festival Visual merupakan bagian dari tugas mata kuliah Kehumasan. Melalui pameran ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu komunikasi dan fotografi dalam kegiatan nyata.
Menurut Winda, Divisi Acara, tantangan utama dalam mengadakan pameran ini adalah pendanaan, karena biaya kegiatan berasal dari iuran anggota.
“Jadi pastinya akan ada keterbatasan dari wadah budget sendiri. Makanya kita juga harus mencari sponsor yang banyak. Itu juga tantangan bagi kita gitu, karena mencari sponsor ini kan bukan malah suatu hal yang mudah kan, seperti itu,” ungkapnya.
Selain pendanaan, penyelenggara juga kesulitan mencari peserta yang ingin mengikuti perlombaan. Awalnya lomba ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dan pelajar SMK dan SMA Yogyakarta. Namun karena kesulitan mendapatkan peserta, akhirnya diperluas jangkauannya.
Asmal, Koordinator Acara, juga merasa kesulitan dalam pencarian lokasi acara. Dalam proses mencari lokasi, rata-rata lokasi sudah dipesan untuk penyelenggaraan festival atau pameran lainnya.
“Maka dari itu kami memilih di TBY ini. Namun, tantangan yang selanjutnya hadir, sebelumnya harga di sini itu belum naik, tapi pas kita mulai booking itu di sini harganya sudah naik, sehingga dari segi anggaran biaya itu untuk di area venue cukup membengkak,” ungkapnya.
Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, penyelenggara berhasil mempersembahkan karya-karya yang membanggakan dari para pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rasa bangga tersebut juga dirasakan oleh Kenzo, salah satu peserta lomba dari MAN 1 Yogyakarta.
“Menurut aku keren banget sih, karena ini kan pertama kali aku event kayak gini ya, dan menurut aku bangga sih karena bisa lolos dan melihat karya-karya yang ditampilkan di sini keren banget sih,” ungkapnya
Dengan adanya festival visual ini, para pelajar memperoleh ruang untuk berekspresi lewat karya fotografi. Kenzo berharap semoga banyak festival serupa yang diselenggarakan agar anak muda memiliki wadah untuk berkreativitas.
Reporter Siti Fatimah | Editor Qisthiyatun Nafii’ah