Cahaya Abadi
Secercah cahaya muncul diantara kegelapan
Api-api arogan mati menyisakan abu
Bunga-bunga bermekaran indah warnanya
Ladang yang gersang kini punya harapan
Senin ini menjadi kabar gembira bagi alam
Kelahirannya menyejukkan hati dan pikiran
Menjadi suri tauladan setiap insan
Cahayamu tidak akan redup walau di akhir zaman
Sinarmu akan terus mennyinari lorong-lorong yang gelap
Umat Cahaya
Dia yang paling sibuk diakhir nanti
“Umatku, Umatku, Umatku”
Kata-kata terakhir yang keluar dari ucapannya
Bergelinang mata setiap manusia yang ada
Seakan tak percaya hari ini ini akan tiba
Semasa hidupnya
Tak sekali beliau berlinang darah untuk umatnya
Tak sekali beliau di lempar kotoran ke wajahnya
Tak pernah sekalipun beliau membalas
Tak pernah sekalipun beliau mengeras
Cahaya kebahagiaan harus terus berlanjut
Sampai Tuhan menghentikan
Penulis : Fatah Elhusein
- Kapan 1 Ramadhan 1447 H? Ini Penetapan Muhammadiyah dan Jadwal Sidang Isbat Pemerintah - 16 Februari 2026
- Menjadi Perokok yang Baik: Sebuah Renungan untuk Menghargai Ruang Bersama - 4 Agustus 2025
- Negosiasi Tingkat Tinggi: Gua dan Koloni Semut - 4 Agustus 2025