crossorigin="anonymous">

Tren Takjil Viral Ramadan: Media Sosial Pengaruhi Pilihan, Kesehatan Tetap Prioritas

Kalijaga.co – Ramadan tentunya identik dengan hal-hal baik dan memperbanyak ibadah, namun tidak dapat dipungkiri adanya takjil adalah  salah satu yang ikut menjadi keidentikan dalam bulan suci Ramadan. 

Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat kerap berburu berbagai makanan dan minuman ringan, mulai dari jajanan tradisional seperti kolak, es buah, dan gorengan hingga menu modern yang tengah viral di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa pilihan takjil tidak hanya dipengaruhi faktor kebiasaan, tetapi juga tren digital yang membentuk selera konsumsi masyarakat.

Linimasa media sosial yang dipenuhi dengan beragam takjil yang tampak menggoda rupanya dikalangan beberapa mahasiswa tren tersebut tidak lagi tentang sekadar rasa. Beberapa di antara mereka Mahasiswa mengaku lebih tertarik mencoba takjil modern dibandingkan menu tradisional.

“Biasanya aku cenderung lebih memilih takjil modern, karena menurutku itu rasanya lebih bervariasi dan lebih enak,” ungkap Lina seorang Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia saat diwawancarai pada 26 Februari 2026.

Lina juga mengungkapkan bahwa saat ini seleranya sedikit banyak mulai bergeser ke takjil-takjil modern. Menurutnya hal tersebut terjadi karena ia sering kali mencari menu-menu yang sedang viral atau menu-menu modern.

“Aku pribadi mungkin akan lebih memilih menu-menu baru missal kayak dessert box,” tambahnya.

Namun, Lina juga memaparkan bahwa hal demikian bukan berarti bahwa ia tidak lagi tertarik atau tidak suka dengan menu-menu takjil tradisional, melainkan karena ia sudah terbiasa dengan menu-menu tradisional sehingga ingin mencoba beragam menu-menu modern yang viral dan menarik.

Tampilan makanan yang menarik rupanya juga ikut menjadi salah satu faktor utama perubahan selera menu takjil. Tak sedikit Mahasiswa mengaku mempertimbangkan aspek visual sebelum membeli.

“Sekarang ini ya, biasa orang-orang lebih memfokuskan ke packaging yang rapi dan menarik dari pada rasa makanan itu sendiri. Jadi ya semisal kayak packaging terlihat lucu banget, buat orang tertarik, tapi rasanya masih biasa aja gitu,” ujar Atika salah seorang mahasiswa yang juga ikut menyatakan pendapatnya.

Atika juga setuju bahwa pengaruh media sosial seperti tiktok cukup besar dalam pemilihan menu takjil saat ini. Karena Atika sendiri mengaku bahwa sebagian besar menu berbuka puasanya biasa dari For Your Page (FYP) tiktok.

Namun dibalik semua tren tersebut, ada aspek kesehatan yang tetap perlu untuk diperhatikan . menurut Vedra, seorang mahasiswa Ilmu Gizi, takjil ideal yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa adalah minum air terlebih dahulu, karena kondisi tubuh kita sedang membutuhkan cairan setelah seharian penuh tidak makan dan minum.

“Di situ bukan hanya cairan saja yang terkuras, tapi ada juga kadar gula kita yang menurun, lalu energi kita juga berkurang, maka dari itu kita harus meminum air terlebih dahulu untuk mengembalikan cairan dan energi yang berkurang dari tubuh kita,” ujar Vedra.

Ia juga mengatakan bahwa setelah meminum air bisa dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan manis seperti kurma, dengan tujuan untuk mengembalikan kadar gula dalam tubuh, baru kemudian kembali dilanjut dengan makanan berat seperti nasi. Dengan catatan harus diberi jeda dari setelah mengkonsumsi takjil ke makanan berat, agar tubuh bisa mencerna terlebih dahulu.

Adapun dampak dari terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula adalah gula darah dalam tubuh kita akan naik dengan tiba-tiba. Oleh karenanya sangat penting juga untuk memperhatikan dalam memilih makan yang kita konsumsi. Sebab apabila gula darah naik secara tiba-tiba dapat menyebabkan rasa lapar lebih cepat, mudah mengantuk, dan kenaikan berat badan.

Vedra juga memberikan saran bahwa usahakan jangan pernah skip sahur, minum cukup air , dan makan makanan dengan porsi yang cukup, tidak kurang ataupun berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *