crossorigin="anonymous">

Sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan, UKM JQH Al-Mizan Hadirkan Pameran Kaligrafi “BUMI”

Kalijaga.co – Selasa (21/04) Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyah Al-Qurra Wa Al-Huffazh “Al-Mizan” (UKM-JQH Al-Mizan) memasuki hari kedua pelaksanaan pameran kaligrafi yang berlokasi di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pameran kaligrafi yang diselenggarakan mulai tanggal 20-24 April ini merupakan program kerja besar tahunan oleh divisi kaligrafi UKM JQH Al-Mizan. Selain itu, pameran ini juga dilaksanakan dalam rangka miladiyah UKM JQH AL-Mizan sendiri. 

Pada kesempatan yang sama, panitia juga turut menuturkan alasan lebih lanjut terkait alasan dan makna  dibalik pemilihan tema “Bumi” pada pameran kaligrafi tahun ini.

“Karena, seperti yang kita tahu keadaan bumi saat ini ada banyak bencana. Sekarang itu manusia banyak abai terhadap lingkungan atau bumi yang kita tinggali sendiri. Oleh karena itu, bentuk dari kepedulian kami untuk mengajak semua kalangan agar lebih peduli terhadap bumi yang merupakan tempat tinggal kita sendiri,” jelas Farras salah satu panitia pameran kaligrafi.

Farras juga mengungkapkan bahwa bumi sebuah alam yang harus dijaga. Maka para panitia berharap melalui pameran ini bisa lebih meningkatkan kepedulian para manusia terhadap lingkungannya.

Selain itu, panitia juga menyampaikan jumlah kontributor yang turut berpartisipasi melalui karyanya-karyanya pada pameran kali ini. Kurang lebih ada empat puluhan karya yang berderet rapi dan penuh cerita dibalik canvas dan warna.

Adapun para kontributor tersebut datang mulai dari kalangan seniman, anggota-anggota divisi kaligrafi sendiri, para maestro kaligrafi, dan masih banyak lainnya dari luar UKM JQH Al-Mizan.

Pihak panitia menjadikan kegiatan ini sebagai wadah bagi berbagai kalangan yang memiliki bakat dan minat dibidang seni, khususnya kaligrafi untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka. Selain itu, panitia juga memasarkan bagi siapa yang berkenan ikut berkontribusi dalam pameran ini, serta mengundang juga dari seniman-seniman, serta memberikan apresiasi yang setara kepada seluruh peserta tanpa membedakan latar belakang.

Di sisi lain, pameran kaligrafi ini juga menarik perhatian para pengunjung yang hadir untuk melihat secara langsung berbagai karya yang ditampilkan serta merasakan pesan yang disampaikan melalui setiap karya.

“Sebenarnya cuma kebetulan lewat karena mau zuhur di masjid, nggak tau kalau ada pameran. Terus karena penasaran kok kayak ada yang rame, akhirnya mutusin buat mampir,” ungkap Shaifa yang saat itu tengah berkunjung ke pameran kaligrafi.

Shaifa juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah datang ke pameran kaligrafi sebelumnya, dan ketika memutuskan untuk berkunjung ke pameran kaligrafi kali ini, rupanya banyak karya-karya yang menarik perhatiannya, bahkan Shaifa juga mengapresiasi setiap karya yang terpampang.

“Menurutku ini karyanya balance sih, ada kaligrafi dan ada kayak lukis-lukis yang masih ada kayak elem-elemen bumi juga. Lihat karya yang menggabungkan kaligrafi dan lukisan yang juga ada ceritanya, itu kayak menurutku kok bisa kepikiran kayak gitu ya? keren lah pokoknya,” tambahnya.

Adapun harapan kedepannya, semoga bisa diselenggarakan di tempat yang lebih luas dengan jangkauan yang lebih besar, sehingga dapat menarik partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan dan tidak hanya didominasi oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga sendiri.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *