Kalijaga.co – Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Lembah UGM yang biasanya dikenal sebagai lokasi Sunmor berubah menjadi pusat keramaian. Trotoar di sepanjang jalan dipenuhi deretan pedagang street food yang menjajakan berbagai jenis takjil. Aroma makanan dari stand-stand kecil bercampur dengan suara pengunjung yang berlalu-lalang mencari menu berbuka.
Dari sekian banyak pilihan takjil yang tersedia, salah satu stand terlihat lebih ramai dari yang lain. Antrian pembeli membludak hingga pinggir trotoar dari tempat penjualan. Menu yang ditawarkan terlihat sederhana, namun cukup menarik perhatian banyak orang. Makanan tersebut dikenal dengan nama ob’s smash chicken.
Sekilas, makanan ini mengingatkan pada kebab. Namun bentuk penyajiannya juga menyerupai crepes. Keunikan itulah yang membuat ob’s smash chicken terasa berbeda dari makanan lain yang biasa dijumpai di stand street food.
Penjual bahkan menyebut bahwa menu ini tidak sepenuhnya bisa disebut kebab, tetapi juga bukan crepes. Justru dari perpaduan konsep itulah makanan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pembeli yang penasaran.
Beberapa varian rasa ditawarkan kepada pelanggan. Di antaranya BBQ Honey Ultimate, Cheese Overload, Creamy White Garlic, dan Mentai Melty. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 21 ribu hingga Rp 24 ribu per porsi.
Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, menu ini tetap menjadi salah satu yang paling dicari oleh pengunjung. Menurut penjual, waktu paling ramai biasanya terjadi sekitar pukul empat hingga enam sore, ketika banyak orang mulai berburu takjil untuk berbuka puasa.
Proses pembuatan smash chicken juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli yang menunggu pesanan mereka. Daging ayam yang sudah dimarinasi sebelumnya diambil menggunakan scoop, kemudian diletakkan di atas tortilla. Setelah itu, ayam tersebut ditekan atau di-smash hingga merata sehingga menempel langsung pada permukaan tortilla.
Teknik ini membuat ayam dan tortilla menyatu saat dimasak. Setelah diratakan, tortilla kemudian dipanggang di atas grill hingga bagian luarnya menjadi lebih kering dan crispy. Aroma panggangan dari ayam dan tortilla mulai tercium, menambah rasa penasaran bagi orang-orang yang sedang mengantri.
Setelah matang, tortilla dilipat menyerupai crepes. Penyajiannya kemudian dilengkapi dengan berbagai topping, seperti saus mayo, saus lainnya, french fries, serta tambahan crispy pickles yang memberikan sentuhan visual kaya.
Kombinasi bahan tersebut menciptakan perpaduan rasa yang cukup menarik. Tekstur crispy dari tortilla berpadu dengan ayam yang juicy di bagian dalam, sementara saus dan topping memberikan tambahan rasa yang lebih kaya.
Di balik menu yang kini cukup populer ini, ternyata ada proses inovasi yang dilakukan oleh penjual. Ia mengaku bahwa ide dasar makanan ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2023. Saat itu, ia sudah mencoba bereksperimen dengan berbagai konsep makanan yang terinspirasi dari menu yang sebelumnya ia jual.
Dari pengalaman berjualan sebelumnya, ia mencoba mengembangkan menu yang berbeda dari kebab ataupun crepes yang sudah umum dikenal. Proses eksperimen tersebut akhirnya menghasilkan konsep smash chicken by ob’s yang saat ini dijual.
Brand Ob’s Smash Chicken sendiri baru mulai diperkenalkan pada tahun 2026, tepat pada bulan Ramadhan. Momentum Ramadhan yang identik dengan kegiatan berburu takjil dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memperkenalkan menu baru tersebut kepada masyarakat.
Saat akhirnya mencoba langsung menu ini, kesan pertama yang muncul adalah rasa penasaran yang cukup besar. Keramaian di sekitar stand serta antrian yang cukup panjang membuat ekspektasi terhadap rasanya ikut meningkat.
Gigitan pertama memperlihatkan tekstur tortilla yang terasa cukup crispy. Ayam di dalamnya terasa juicy dengan bumbu yang meresap dengan baik. Sementara itu, saus yang digunakan memberikan tambahan rasa gurih yang cukup seimbang.
Topping pickles yang diolah hingga renyah seperti keripik juga memberikan tambahan tekstur pada hidangan. Kehadirannya membuat setiap gigitan terasa lebih variatif dan tidak terlalu berat, sehingga makanan tetap terasa ringan meskipun disajikan dengan saus creamy white garlic yang gurih.
Namun dari segi porsi, smash chicken tortilla mungkin kurang cocok bagi mereka yang ingin berbuka dengan makanan yang benar-benar mengenyangkan. Ukurannya yang relatif kecil membuatnya lebih cocok dijadikan camilan atau takjil ringan sebelum menikmati hidangan utama.
Meski demikian, menu ini tetap memiliki daya tarik tersendiri. Bagi orang yang tidak terlalu menyukai sayuran dalam kebab, ob’s smash chicken bisa menjadi alternatif yang menarik. Begitu juga bagi mereka yang kurang menyukai crepes manis, karena menu ini menawarkan rasa yang lebih dominan gurih.
Di tengah maraknya tren kuliner viral di media sosial, kehadiran smash chicken tortilla menunjukkan bagaimana kreativitas dalam mengolah makanan dapat menarik perhatian banyak orang. Terlebih saat bulan Ramadhan, ketika aktivitas berburu takjil menjadi bagian dari tradisi yang selalu dinantikan oleh banyak orang.
Bagi sebagian orang, mencoba menu viral mungkin hanya sekadar mengikuti tren. Namun bagi yang lain, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari eksplorasi rasa dan kuliner baru yang terus berkembang di sekitar kita.
Di Lembah UGM yang dipenuhi berbagai pilihan takjil, ob’s smash chicken menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi sederhana dapat menciptakan pengalaman kuliner yang berbeda.
Penulis Shaifa Feluna Eka Yulia
- Seporsi Makanan Penyambung Ukhuwah Dalam Dua Dekade - 11 Juli 2026
- 365 Days Running Challenge di Atas Aspal Jogja - 3 Juli 2026
- Land of Leisures 2026: UMKM Lokal Unjuk Gigi di Tengah Musim Liburan - 1 Juli 2026