crossorigin="anonymous">

Serpihan Hati Senja Kala: Puisi Isma Nadia Mumtaz*

Mawar Sore Hari

Harum bunga mawar semerbak mengitari taman

Menusuk hingga ke dalam sukma

Menjadi pusat kerinduan cinta

.

Di sore menuju tenggelamnya matahari

Bersama hati yang patah retak dan goyah

Berjalan melewati jejak kenangan

.

Dengan setangkup bunga mawar

Yang punya banyak kisah

Kisah yang kian merambat ke dinding penantian

.

.

Di Sini Bersamaku

Menyaksikan senja setiap hari bersamamu

Tak terasa kita berdua semakin menua

Apa yang kurasakan tak bisa digambarkan

Yang ku tahu, kita akan pulang

.

Jika itu benar 

Selagi rasa belum hanyut tertiup angin

Sebelum cahaya membawa kita masuk

Selama kamu bersamaku

Aku punya senyum diwajahku

.

.

Senja

Saat matahari terbenam

Dengan percakapan bodoh

Kita selalu tertawa

Waktu yang menyenangkan

.

Aku rindu masa itu

Hanya senja

Cara agar aku mengingatmu

Bahwa kau pernah jadi milikku

.

Terkadang aku berharap

Bahwa kau masih milikku

Dan bisa menyebutmu

“kau lah milikku”

.

*Isma Nadia Mumtaz merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *