Mawar Sore Hari
Harum bunga mawar semerbak mengitari taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Menjadi pusat kerinduan cinta
.
Di sore menuju tenggelamnya matahari
Bersama hati yang patah retak dan goyah
Berjalan melewati jejak kenangan
.
Dengan setangkup bunga mawar
Yang punya banyak kisah
Kisah yang kian merambat ke dinding penantian
.
.
Di Sini Bersamaku
Menyaksikan senja setiap hari bersamamu
Tak terasa kita berdua semakin menua
Apa yang kurasakan tak bisa digambarkan
Yang ku tahu, kita akan pulang
.
Jika itu benar
Selagi rasa belum hanyut tertiup angin
Sebelum cahaya membawa kita masuk
Selama kamu bersamaku
Aku punya senyum diwajahku
.
.
Senja
Saat matahari terbenam
Dengan percakapan bodoh
Kita selalu tertawa
Waktu yang menyenangkan
.
Aku rindu masa itu
Hanya senja
Cara agar aku mengingatmu
Bahwa kau pernah jadi milikku
.
Terkadang aku berharap
Bahwa kau masih milikku
Dan bisa menyebutmu
“kau lah milikku”
.
*Isma Nadia Mumtaz merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
.
- Serpihan Hati Senja Kala: Puisi Isma Nadia Mumtaz* - 28 Maret 2023