
“Kita tidak perlu hebat untuk memulai, tapi kita perlu memulai untuk menjadi hebat.” Mohammad Hisyam, (Kuala Lumpur, 14–17 April 2025).
Kalijaga.co- Banyak yang bermimpi tampil di panggung internasional, tapi hanya sedikit yang benar-benar berani memulai. Mohammad Hisyam memilih untuk melangkah, mencari peluang, dan berjuang. Hasilnya? Dua penghargaan internasional dari ajang International Youth Excursion Network (IYEN) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 14–17 April 2025. Sebuah forum internasional tahunan yang mempertemukan pemuda dunia untuk membahas dan mempresentasikan proyek-proyek seputar Sustainable Development Goals (SDGs). Ini menjadi bukti bahwa keberanian adalah awal dari segalanya.
Dalam ajang yang diikuti ratusan delegasi muda dari berbagai negara itu, Hisyam meraih Juara 1 kategori Most Innovative Delegate dan Juara 2 Best Project Presentation. Dua penghargaan itu ia dapatkan setelah melalui proses seleksi dan persiapan intens selama dua bulan—sebuah perjalanan yang bukan hanya melelahkan, tetapi juga membentuknya sebagai sosok yang lebih berani dan visioner.
Membidik Isu Pendidikan Lewat Public Speaking

Mohammad Hisyam saat menyampaikan pidato dalam forum International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Berangkat dari latar belakang sosial dan minat pada dunia komunikasi, Hisyam memilih SDGs nomor 4: Pendidikan Berkualitas sebagai bidang proyeknya. Lewat pendekatan public speaking, ia mengusung gagasan peningkatan keterampilan berbicara di depan umum sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan membumi.
“Dari 18 topik SDGs, saya pilih pendidikan, khususnya public speaking. Ini penting, karena banyak anak muda punya ide tapi tak bisa menyampaikannya dengan baik. Saya ingin menjembatani itu,” ujarnya.
Tak hanya ide yang segar dan relevan, Hisyam juga tampil menonjol dalam hal keterlibatan aktif dan orisinalitas inovasi. “Yang saya dapatkan itu sertifikat dan sejumlah uang. Tapi lebih dari itu, saya merasa dihargai karena dianggap sebagai delegasi yang paling inovatif dan kreatif,” tambahnya.
Diapit Delegasi Unggulan Nasional
Hisyam bukan satu-satunya peserta dari Indonesia. Ia bersaing dengan delegasi dari universitas-universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, UNDIP, hingga UIN Walisongo. Namun kehadirannya di tengah para “raksasa kampus” itu justru menjadi pemantik semangat tersendiri.
“Bayangkan, ada yang dari ITB juga. Tapi saya yakin, meski saya dari UIN Sunan Kalijaga, saya bisa membuktikan bahwa kita juga punya potensi yang sama,” katanya penuh semangat.
Dua Bulan Persiapan, Satu Momen yang Tepat
Proyek yang ia presentasikan bukan sesuatu yang disiapkan dalam semalam. Sejak Februari 2025, Hisyam telah mulai menyusun gagasannya, melakukan riset data, dan menyiapkan materi presentasi. Ia menyebut momen itu sebagai latihan ketahanan mental dan kerja tim yang paling menantang.
“Tantangan terberat itu justru soal kekompakan dan konsistensi selama dua bulan. Tapi alhamdulillah, momen saat presentasi terasa begitu tepat. Salah satu juri dari Malaysia bahkan pernah membuka bisnis public speaking, jadi nyambung banget,” cerita Hisyam sambil tersenyum.
Mulai Dulu, Hebat Kemudian

Mohammad Hisyam menerima penghargaan “The Most Innovative Delegate” di ajang International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Saat ditanya tentang pesan untuk mahasiswa lain yang ingin menyusul jejaknya, jawaban Hisyam sederhana namun kuat: “Tidak perlu hebat untuk memulai. Tapi kamu perlu memulai untuk menjadi hebat.”
Menurutnya, banyak mahasiswa terjebak pada pikiran bahwa mereka belum cukup layak untuk bersaing. Padahal, justru langkah pertama adalah yang paling penting.
“Coba saja dulu. Jangan tunggu disuruh, jangan nunggu ada yang ngasih jalan. Informasi kompetisi juga saya cari sendiri, daftar sendiri, persiapkan sendiri. Kita yang harus aktif,” tegasnya.
Rencana Besar di Depan Mata
Kemenangan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah-langkah baru. Secara internal, Hisyam ingin lebih aktif membangun jejaring di kampus, termasuk mendaftar sebagai calon Duta Kampus. Secara eksternal, ia telah memasang target baru: kompetisi tingkat Asia berikutnya, salah satunya di Singapura.
“Insya Allah kalau ada rezeki, saya ingin ikut lagi tahun depan. Kalau bisa lebih besar lagi skalanya. Ini bukan cuma soal nama pribadi, tapi juga membawa nama baik UIN Sunan Kalijaga ke dunia luar,” ujarnya.
Dengan semangat yang terus menyala dan semangat berbagi inspirasi, Mohammad Hisyam membuktikan bahwa prestasi bukanlah milik segelintir orang yang ‘hebat’, tetapi milik siapa pun yang berani melangkah, belajar, dan terus mencoba. Ia adalah contoh nyata bahwa mimpi bisa melanglang buana, asal ada keberanian untuk memulainya.
Reporter Ahmad Nuryogi | Editor Najwa Azzahra
- Menelusuri dan Menjelajahi Jenis-Jenis Wahana di Ibarbo Park - 15 Februari 2026
- Ketika Kemandirian Menjadi Jalan Hidup Seorang Perempuan - 28 Oktober 2025
- Legowo di Tengah Lipatan Kain: Kisah Suharni di Pasar Kolombo - 21 Oktober 2025