crossorigin="anonymous">

Kesan Mahasiswa Kristen Yogyakarta Terhadap Kedatangan Paus Fransiskus

Jorge Mario Bergoglio lebih dikenal dengan Paus Fransiskus, mendapat julukan sebagai bapak Katolik dunia telah datang ke Indonesia pada 3 September 2024 lalu. Ia berkunjung ke berbagai tempat yang ada di Indonesia, antara lain di Jakarta, tepatnya di Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Hal itu juga memicu berbagai pendapat masyarakat akan toleransi yang tidak boleh kebablasan, namun di sisi lain banyak dari umat Kristen yang ingin bertemu dengan paus fransiskus dan terharu akan kedatangannya.

Kedatangan Paus Fransiskus yang singkat menghadirkan kesan mendalam di hati masyarakat Indonesia, bukan hanya di Jakarta namun juga di Yogyakarta, namun sayangnya beliau tidak sempat mengunjungi kota yang Istimewa ini. Yogyakarta tidak hanya dikenal dengan kota Istimewa, namun juga dikenal sebagai kota pelajar yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya, dan agama.

Monika Paulina Seinago, umur 19 Tahun,  salah satu mahasiswa Dhyana Pura yang beragama Kristen Katolik, mengaku terharu akan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Tidak hanya mahasiswa Kristen Katolik, Mahasiswa Kristen Protestan pun ikut terharu akan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia. Michelle Evlinda Natalia Bili, Mahasiswa Institut Pertanian Stiper angkatan 2022 yang menganut agama Kristen Protestan yang juga terkesan akan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia.

“Perasaan saya senang dan bangga akan kedatangan pemimpin Katolik dunia, itu karena Paus orangnya sangat humble, kelihatan sekali sayang semua orang, Paus tidak membeda-bedakan siapa saja yang beliau temui, semua dirangkul dengan kasih sayang”, ujarnya.

Sebagai penganut agama Kristen ia berharap agar Paus datang lagi ke Indonesia, karena masih banyak yang belum bertemu langsung dengannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *