crossorigin="anonymous">

Api Perjuangan Munir Akan Terus Hidup Dalam Jiwa Anak Muda

Kalijaga.co- Social Movement Institute bersama dengan Pusat Kajian Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PUSDEMA) dan jaringan masyarakat sipil lainnya melakukan konvoi motor sepanjang jalan mulai dari sekretariat SMI, hingga Sanata Dharma pada Sabtu (07/09/2024). Konvoi ini dilaksanakan untuk memperingati “20 Tahun Munir Dibunuh Negara” sekaligus penutupan pameran “Munir Adalah Kita”.

Pameran yang telah dilaksanakan sejak awal bulan September tersebut mengangkat tentang kisah perjalanan hidup Munir Said Thalib, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Pameran ini bertujuan untuk menghidupkan lagi sosok Munir, dan ingin menunjukkan kepada para anak muda bahwa ada sosok yang tak kenal takut dalam menyuarakan kebenaran seperti Munir.

“Munir adalah sosok yang sangat perlu kita mengikuti jejaknya dalam dunia aktivisme terutama bagaimana dia seorang pejuang HAM, menyelamatkan beberapa korban penculikan di zaman Orba dan Munir adalah sosok yang memperjuangkan keadilan untuk para buruh,” jelas Rahman, Koordinator SMI.

Rahman menceritakan tentang sosok Munir yang tak pernah takut untuk menyuarakan kebenaran hingga ia mati dibunuh oleh fasilitas negara, dan hingga hari ini, setelah 20 tahun kematiannya, Munir belum mendapatkan keadilan. Rahman meyakini bahwa semangat Munir terus bergema di kalangan anak-anak muda yang masih terus percaya bahwa keadaan perlu diubah.

Amir Laksana, seorang pengunjung yang turut hadir dalam acara tersebut menceritakan tentang Munir yang begitu menginspirasi dirinya. Sebagai anak muda, Amir menjelaskan bahwa ia begitu menyukai sifat Munir yang sederhana, berani dan konsisten.

“Saya suka kisah dia (Munir) yang sederhana, karena tidak ada orang yang sederhana di zaman sekarang,” tegas Amir

“karena anak zaman sekarang ada yang sederhana tapi nggak berani, yang berani ada tapi nggak sederhana, sederhana dan berani ada, tapi nggak konsisten juga,” lanjutnya.

Saat ditanya tentang harapan apa yang diinginkan oleh anak muda dengan mengaca kepada sosok Munir, Rahman menjelaskan bahwa ia ingin para anak-anak muda berjuang untuk negaranya, ia menginginkan adanya semangat yang kembali dalam jiwa anak muda dan terus tumbuh dengan mengambil nilai-nilai yang telah banyak Munir lakukan.

“kami meyakini bahwa Munir tidak meninggal, tapi dia terus hidup dalam jiwa-jiwa kami, dia hidup lewat kita, tidak ada kata mati untuk Munir, dia tetap hidup dalam diri orang-orang yang pernah dia bela.” pungkas Rahman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *