Oleh: Ajeng Pratiwi*
Sesuai dengan slogan MBKM yang sering kali terdengar “Bertukar Sementara Bermakna Selamanya” Perkenalkan nama saya Ajeng Pratiwi, salah satu peserta MBKM Pertukaran Mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Satu semeseter terasa begitu singkat, tetapi sangat bermakna untuk saya dan mungkin juga teman-teman peserta MBKM lainnya. Banyak sekali hal-hal baru yang saya dapatkan di Universitas Islam Negeri pertama di Indonesia ini, tidak hanya senang karena dapat “pergi jauh” namun juga arti dari keberagaman yang benar-benar saya dapatkan.
Pada awalnya, tujuan utama saya karena ingin keluar dari zona nyaman. Terdengar klise memang, seorang mahasiswi yang merasa stuck dan ingin keluar pergi jauh mencari suasana baru. Iya, hanya itu. Tetapi, setelah sejauh ini saya dapat mempunyai pandangan baru, yang tidak lagi sesempit ingin keluar “Pergi Jauh” yaitu arti keberagaman.
Keberagaman tidak hanya budaya makanan yang berbeda di Surabaya dan Yogyakarta. Lebih dari itu, disini saya menemukan arti keberagaman yang menurut saya lebih nyata. Keberagaman tentang bagaimana dapat toleran terhadap teman-teman dari berbagai daerah, dan lain sebagainya.
Tidak hanya mendalami arti kata keberagaman, mengasah kemampuan dan relasi baru juga saya dapatkan dalam program MBKM ini. Hal itu misalkan membuat proyek film pendek dan juga film dokumenter. Membuat film merupakan project tugas akhir wajib untuk program studi Komunikasi Penyiaran Islam, film yang terbagi menjadi dua sesuai dengan peminatan mahasiswa yaitu film pendek untuk peminatan broadcasting sedangkan film dokumenter untuk peminatan jurnalistik.
Bergabung dengan proyek film dokumenter dan film pendek mengharuskan saya bertukar pikiran, berdiskusi dan beraktivitas diluar kampus bersama teman-teman lainnya. Pengalaman lain misalkan mengasah skill kameramen di film dokumenter, menjadi aktor dan juga tim kreatif sekaligus di project film pendek, membuat saya mendapatkan banyak pengalaman bersama teman-teman yang lain.
Saya sebenarnya bergabung dengan kelompok peminatan broadcasting dalam praktikum produksi. Namun saya juga tertarik untuk ikut dalam salah satu kelompok praktikum produksi dari peminatan jurnalistik. Tema yang mereka angkatlah yang menyebabkan saya tertarik.
Mereka ,engusung tema “Penghayat Kepercayaan” membuat saya ingin tahu lebih banyak tenatang apa itu penghayat kepercayaan, bagaimana keberadaannya, masihkah diakui atau tidak dan bagaimana sistem pendidikannya. Bergabung dengan tim-tim hebat, yang mempunyai cara berpikir yang cerdas dan kritis, membuat angle sebuah isu yang akan dibuatkan menjadi film dokumenter menjadi salah satu pengalaman tak terlupakan selama mengikuti MBKM ini.
Sebelumnya saya sangat awam tentang salah satu kepercayaan yang masih ada di Indonesia saat ini. Saya sebelumnya pun menganggap bahwa di Indonesia hanya terdapat 6 Agama yang diakui. Padahal ternyata, banyak masyarakat Indonesia yang merupakan penghayat kepercayaan.
Sangat menarik ketika dosen membebaskan mahasiswa MBKM untuk belajar dan begabung ke dalam dua peminatan sekaligus. Hal tersebut membuat saya tertarik dan ingin tahu mengenai tugas akhir membuat film dokumenter peminatan jurnalistik. Sebelumya peminatan saya adalah broadcasting. Sekarang saya dapat belajar tentang dua peminatan sekaligus dan juga mengerjakan proyek memberikan saya pengalaman dan cerita untuk diceritakan esok hari.
Lingkungan yang nyaman membuat saya betah disini. Kampus yang luas dan rindang dengan bangunan perpustakaan 4 lantai membuat mahasiswa dapat dengan mudah mengakses membaca buku dan juga mencari literatur untuk tugas kuliah yang diberikan. Selain itu banyak fasilitas mushola di setiap fakultas yang tersedia yang dapat memudahkan mahasiswa untuk beribadah.
“Bertukar Sementara Bermakna Selamanya,” kalimat yang begitu bermakna untuk diri saya sendiri. Saya dapat menemukan hal-hal yang membuat saya terpacu untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya dan juga menjadi manusia yang tidak hanya berilmu tapi juga beradab, berakal, beriman. Tentunya sesuai dengan visi misi maupun tujuan UIN Sunan Kalijga yaitu “Menghasilkan sarjana yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kecakapan sosial, manajerial, dan berjiwa kewirausahaan serta rasa tanggung jawab sosial kemasyarakatan.”
* Penulis adalah mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tengah mengikuti program pertukaran mahasiswa MBKM di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. | Editor: Nabiel Mumtaz Zaydane Firdaus
- Di Sini, Saya Belajar Banyak Perspektif - 28 November 2022