crossorigin="anonymous">

Semangat Berkarya Jelang Ramadan, Mahasiswa KPI Raih Juara Lomba Micro Blog dalam Ramadan Competition Week

Kalijaga.co – Di tengah padatnya aktifitas kampus menjelang Ramadan, kompetisi justru menjadi ruang lahirnya prestasi. Ramadan Competition Week menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukan kreativitas melalui karya-karyanya. Dari sana, lahirlah satu nama sebagai juara Lomba Micro Blog, membawa cerita dari proses yang tak sederhana.

Namanya Harun Arrasyid, atau biasa disapa Ares. Ia merupakan salah satu mahasiswa semester empat (4) program studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (KPI-FDK) yang berhasil meraih juara II dalam Ramadan Competition Week di bidang micro blog.

Pada tanggal  26 Januari 2026 ia mengikuti Ramadan Competition Week yang diselenggarakan oleh Ramadhan Bil Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Melalui wawancara ini, Ares membagikan cerita proses perjuangan dan pengalaman dibalik prestasinya.

Bisa kamu ceritakan bagaimana pelaksanaan Ramadan Competition Week dan seperti apa konsep lomba micro blog yang kamu ikuti?

Untuk pelaksaan Ramadan Competition Week, terkhusus untuk mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Dimana,  terdapat dua kategori lomba yaitu reels dan micro blog. Micro blog sendiri, yang aku ikuti, mengemukakan tema seputar gen z yang tidak dapat lepas dari handphone. Jadi, didalam micro blog, aku memberikan pesan yang aku rasakan dan alami bahwa memang gen z tidak bisa lepas dari handphone dari bangun tidur sampai tidur lagi, handphone pasti melekat di gen z.

Apa yang membuat kamu tertarik mengikuti Ramadan Competition Week di tengah kesibukan perkuliahan?

Yang buat aku tertarik ikut lombanya itu hobi dan skill-ku. Karena hobi dan skill-ku se-linear dengan cabang lombanya, aku cobalah untuk ikut, kemungkinan bisa lah. Apalagi, itu juga terkhusus untuk anak UIN, jadi aku pikir nanti kompetitor atau pesaing-pesaingku itu tidak terlalu besar lingkupnya, begitu. Jadi kemungkinan besar aku dapat juara.

Tema apa yang kamu angkat dalam micro blog hingga akhirnya bisa meraih juara?

Untuk temanya, yang tadi udah aku sebutin, bahwasanya gen z itu memang tidak bisa lepas dari handpone, dari dia bangun tidur sampai tidur lagi. Nah, di ramadhan ini, bagaimana gen z itu dapat disconnect to dunia, connect to Allah, begitu. Jadi gen z itu setidaknya mengurangi distraksi antara handphone dan lebih ke Allah.

Bagaimana proses kreatif dan persiapan yang kamu lakukan sebelum mengirimkan karya? Apakah ada tantangan tertentu?

Untuk tantangan, mungkin sih dari ide yang aku masukan atau gagasan ysng aku masukan. Karena salah satunya itu aku susah untuk merangkai kata. Dalam merangkai kalimat, kata itu susah, jadi itu tantangannya. Untuk proses kreatif, ya, aku mungkin cuma sedikit menambahkan elemen-elemen yang tidak terlalu banyak dalam designku itu. Jadi, orang yang bacanya itu tidak terlalu terdistraksi akan banyaknya tambahan-tambahan. Bisa dilihat di ig aku. Dan untuk penggunaan font-nya, aku memakai dua font. Yang satu font tebal, itu seperti inti dari satu kalimat tersebut, dan font kecil itu penjelasannya, begitu.

Menurut kamu, seberapa penting adanya Ramadan Competition Week seperti ini di lingkungan mahasiswa? Apa dampak positifnya?

Menurut aku, sangat penting. Karena di lingkungan mahasiswa tersebut itu bisa mencari talenta-talenta atau jiwa atau bakat-bakat yang tersembunyi dari mahasiswa. Nah, PR-nya adalah bagaimana mahasiswa tertarik mengikuti lomba tersebut. Karena kan, terkadang ada beberapa lomba yang diselenggarakan oleh mahasiswa yang untuk mahasiswa juga, tapi mahasiswa-mahasiswa yang lain itu, seperti malas untuk mengikuti lomba tersebut. Jadi sangat penting dengan adanya lomba tersebut bakat dan minat mahasiswa yang lain seperti “ayo keluarkan bakatmu,” seperti itu.

Waktu pertama kali diumumkan sebagai juara, apa yang langsung kamu rasakan?

Pasti senang dan tidak menyangka, kok bisa dapet juara dua. Jadi bersyukur saja.

Untuk Ke depannya, apakah kamu tertarik untuk mengikuti kompetisi serupa lagi atau bahkan mengembangkan karya di bidang micro blog?

Pastinya aku akan lebih mengasah skill untuk mengikuti kompetisi-kompetisi yang lain, yang seragam seperti design atau video. Karena salah satunya, kan, untuk menambah uang jajan jika dapat hadiah. Misalnya, untuk beli laptop, karena laptopku hilang. Jadi kalau design di HP.

Menurutmu, apa yang bisa ditingkatkan dari pelaksanaan Ramadhan Competition Week ke depannya?

Mungkin untuk yang ditingkatkan yaitu jangkauannya lebih kena ke mahasiswa. Maksudnya, ketertarikan mahasiswa untuk mengikuti acaranya lebih banyak. Contohnya seperti Ramadhan di UGM. Kemarin waktu aku lewat, saat taraweh, parkirannya full, ramai yang ikut. Salah satunya kan mengundang bintang tamu yang luar biasa. Nah, UIN bisa juga meniru, yang mungkin kemarin salah satunya  sudah meniru itu Pak Fahrudin Faiz. Tetapi kemarin, aku kira itu kurang ramai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *