Kalijaga.co – Bulan Ramadhan membawa tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam menjalani aktivitas perkuliahan. Meski tetap mengikuti jadwal akademik seperti hari biasa, mahasiswa harus beradaptasi dengan kondisi fisik yang berubah selama menjalankan ibadah puasa.
Di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, aktivitas perkuliahan tetap berlangsung normal selama Ramadan. Mahasiswa mengikuti kelas tatap muka maupun daring dengan ritme yang hampir sama, meski harus menahan lapar dan haus sepanjang hari.
Salah satu mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Azahra Aulia, mengungkapkan bahwa kuliah saat berpuasa terasa lebih melelahkan dibanding hari biasa. Menurutnya, puasa membuat tubuh harus lebih pandai mengatur energi agar tetap bisa mengikuti perkuliahan.
“Paling capeknya sih, soalnya kan puasa jadi harus lebih banyak save energy,” ujar Aulia saat diwawancarai pada 16 Februari 2026.
Ia menambahkan, tantangan paling terasa pada sore hari, terutama ketika harus mengikuti kelas dengan durasi yang cukup lama.
“Sore kali ya, apalagi kalau kelasnya lama, jadi nggak fokus karena haus dan ngantuk,” lanjutnya.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Aulia mengaku tidak memiliki trik khusus. Ia hanya berusaha menjaga pola istirahat dan tetap fokus selama perkuliahan berlangsung.
“Ngga ada sih, mungkin ngurangin begadang sama berusaha fokus aja pas dengerin dosen,” ujarnya kembali.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan fisik selama berpuasa, mahasiswa tetap berupaya menjalankan kewajiban akademik mereka. Penyesuaian pola aktivitas menjadi salah satu cara agar perkuliahan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadan.
Penulis Zaskia Zahra Kurnianti
- Mahasiswa KPI UIN Jogja Gelar Screening Film Dokumenter: Nadi Tanah Kasongan di Nangsib Keramik - 15 Juni 2026
- Semarak “Indonesia Punya Kamu” Garuda TV di UGM: Hadirkan Diskusi Isu Lingkungan dan Bangkitkan Kreativitas Generasi Muda Yogyakarta - 15 Juni 2026
- Jogja Music School Gelar Konser Musik : Tampilkan Progres Siswa - 1 Mei 2026