Kalijaga.co – Pasca perayaan lebaran Idul Fitri 1447 H, suasana Teras Malioboro I tampak lebih ramai dari biasanya. Arus wisatawan yang berasal dari dalam maupun luar kota kembali memadati kawasan wisata yang ada di Jogja, khususnya Malioboro. Hal ini membawa dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi tersebut.
Semenjak beberapa hari setelah Lebaran, peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat, terutama pada sore hingga malam hari. Para wisatawan terlihat berburu oleh-oleh, kuliner, hingga sekedar berjalan-jalan menikmati suasana khas Malioboro. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan mereka.
Salah satu pedagang yang berada di lantai dua Teras Malioboro I, Abdul, mengaku adanya kenaikan penjualan dibandingkan hari biasa. Meski begitu, ia juga menyebut bahwa peningkatan tersebut tidak selalu konsisten setiap harinya. “Peningkatan penjualan saat Lebaran ya mungkin ada, yang laku ya random lah,” ujar Abdul yang menjual berbagai aksesoris dan pakaian saat ditemui di sela aktivitas berjualan.
Lonjakan pembeli lebih terasa pada jam-jam tertentu, terutama saat menjelang sore hingga malam hari ketika wisatawan mulai memadati area. Apalagi hari-hari sebelum arus balik pemudik. Namun, fenomena pasca Lebaran selalu mampu menggerakkan kembali roda ekonomi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tidak hanya pedagang, para pengunjung juga turut meramaikan suasana di sekitar Malioboro, terutama Teras Malioboro I dengan berbagai aktivitas. Terlihat beberapa bergerombol bersama rombongan keluarganya, juga yang hanya sekedar berjalan berdua dengan temannya untuk menikmati waktu liburan di Yogyakarta.
Salah satu pengunjung yang berasal dari Sukoharjo, Aulia, mengaku memilih datang ke Teras Malioboro I karena suasananya yang asik dan nyaman sehingga cocok untuk berkumpul. “Ya asik aja, main sama temen. Kunjungan ke Jogja juga sudah yang kesekian kali,” katanya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Malioboro, khususnya Teras Malioboro I, masih menjadi magnet wisata yang kuat bagi wisatawan yang berkunjung. Selain fasilitas yang lengkap, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi daya tarik tersendiri karena menawarkan berbagai produk khas daerah Jogja seperti kaos, gantungan kunci, sandal, hingga kuliner seperti bakpia dan gudeg.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan pasca Lebaran, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berharap aktivitas positif ini dapat terus berlanjut. Mereka optimis bahwa sektor pariwisata akan kembali bangkit dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan, sekaligus membantu pemulihan ekonomi setelah masa libur panjang.
Selain itu, diharapkan juga adanya dukungan dari pemerintah kota baik dalam hal fasilitas maupun promosi kawasan wisata yang ada di Jogja. Dengan pengelolaan yang semakin baik, Teras Malioboro I memiliki potensi besar untuk terus menarik minat wisatawan, tidak hanya saat musim liburan, akan tetapi juga hari-hari biasa.
Penulis Nururrohmah Ramadhani