Kalijaga.co- Bulan Ramadan merupakan bulan yang memiliki esensi makna tersendiri. Baik dari segi waktu, tempat, atau lingkup sosialnya. Kota Yogyakarta menjadi salah satu kota yang menyambut bulan Ramadan dengan meriah. Semarak merayakan bulan suci hampir merata di masjid-masjid yang ada. Namun, ada satu tempat yang menjadi khas di Yogyakarta ketika bulan Ramadan, yakni Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan.
Pasar Ramadan Jogokariyan berlokasi di kecamatan Mantrijeron, kota Yogyakarta. Pasar Ramadan Kampung Jogokariyan ini sudah ada sejak 22 tahun yang lalu. Mulanya, belum ada julukan Pasar Ramadan karena di tahun-tahun awal hanya dilaksanakan di selasar Masjid Jogokariyan, yang pada waktu itu masih beralaskan tanah. Penyelenggaraannya masih sederhana, takmir masjid hanya membagikan takjil gratis seadanya dan belum ada sponsor yang turut membantu pendanaan. Dari sini bisa diketahui Pasar Ramadan Kampung Jogokariyan berawal dari pembagian takjil gratis di masjid.
Eksistensi Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan terus bertambah setiap tahunnya hingga saat ini. Hal ini ditunjukkan dengan adanya titik lokasi Pasar Ramadan tersebut yang sudah melebar di sepanjang jalan Jogokariyan. Namun titik pusatnya masih sama seperti dulu yaitu Masjid Jogokariyan, bahkan takjil gratis yang dibagikan terus bertambah. Tahun ini Masjid Jogokariyan menyediakan 3.800 porsi takjil gratis setiap harinya di bulan Ramadan. Hal ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan, karena pada tahun 2025 takjil yang dibagikan sebanyak 3.500 porsi setiap harinya.
Bukan hanya itu, Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan juga melibatkan lembaga-lembaga atau instansi dari luar untuk turut berperan aktif. UMKM dari masyarakat juga turut andil dalam Pasar Ramadan kali ini. Terhitung ada sekitar 450 UMKM di sekitar masjid Jogokariyan yang mana 70% berasal dari warga sekitar dan 30% lainnya dari luar. Titik Lokasi parkiran juga tersebar di setiap gang kecil sekitar Masjid Jogokariyan dengan kode huruf A sampai Z. Hal ini menunjukkan jika bukan hanya eksis, namun Pasar Ramadan yang diadakan setiap tahun ini juga bertujuan untuk meramaikan kampung.
Bapak Wahyu (45) yang merupakan panitia keamanan juga mengungkapkan bahwa Pasar Ramadan ini hadir untuk meramaikan gang-gang kecil, jadi tidak hanya berpusat di masjid saja. Kemudian kebermanfaatan yang dirasakan juga akan semakin terasa, baik dari pedagang, tukang parkir, bahkan pengunjung yang hadir.
“Yang paling diuntungkan pedagang dan saya selaku pengunjung, karena jajan disini banyak pilihannya.” Ungkap Virly (20) salah satu pengunjung.
Untuk jam operasionalnya, Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan sudah mulai setelah salat asar dan selesai sebelum salat isya. Akan tetapi para penjual takjil di sekitar Masjid Jogokariyan sudah mulai mempersiapkan stan pada pukul 2 siang. Pengunjung biasanya mulai berdatangan di pukul 3 sore dan mulai ramai ketika setelah asar hingga menjelang maghrib.
Pada penyelenggaraannya, Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan setiap tahunnya mengusung konsep unggulan yang sama, yakni takjil.
”Ada keutamaan di takjil, dalam arti bukan hanya warga sekitar Jogokariyan saja, namun banyak orang yang ikut berperan dalam penyumbangannya,” ujar Bapak Wahyu (45).
Takjil yang dimaksud dapat berupa gratis yang berasal dari Masjid Jogokariyan dan donaturnya, serta yang diperjualbelikan dari UMKM. Hal ini merupakan tujuan utama dari pengadaan Pasar Ramadan Kampung Jogokariyan setiap tahun. Tujuan tersebut mengupayakan pemberdayaan masyarakat terutama yang tinggal di sekitar Masjid Jogokariyan, dan tujuan lainnya yakni untuk memperluas dakwah dari Pasar Ramadan tersebut.
Untuk persiapannya, Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan ini secara intensif dimulai sejak dua bulan sebelumnya. Termasuk dalam merencanakan penggalangan donasi untuk takjil, pembentukan panitia, serta menentukan pembicara-pembicara yang nantinya akan mengisi kultum di Masjid Jogokariyan. Bahkan sebelum pembentukan panitia, warga sekitar yang setiap tahunnya berada di divisi dekorasi, sudah mulai menyiapkan konsep-konsep yang akan dipakai waktu bulan Ramadan. Dari sini dapat terlihat jika warga sekitar Masjid Jogokariyan bersemangat dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi untuk menyambut bulan Ramadan.
Pengunjung yang hadir dalam Pasar Ramadan bebas datang dari manapun. Namun ada peraturan tertentu untuk pengunjung yang hadir kali ini. jika di tahun sebelumnya ada pengunjung yang bebas makan sebelum adzan (musafir, udzur, non islam), maka tahun ini toleransi tersebut ditekankan. Panitia keamanan akan menegur orang-orang yang sudah makan sebelum adzan kecuali untuk anak-anak yang belum baligh. Hal ini dilakukan untuk menghormati orang-orang yang berpuasa sehingga tidak terjadi makruh bagi yang melihatnya. Bagi pedagang sendiri ada peraturan yang disepakati bersama panitia. Sehingga ketertiban dan kenyamanan tetap terjaga selama pelaksanaannya.
Konsistensi dari penyelenggaraan Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan ini, diharapkan dapat meluaskan dampak baiknya di sudut-sudut kampung. Harapan lainnya semangat dari panitia penyelenggara dan warga sekitar akan terus terjaga agar setiap tahunnya tradisi ini terus berkembang dan dapat menginspirasi kampung-kampung lainnya. Eksistensi yang terus berkembang juga semoga akan menjadikan Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan semakin melimpah akan berbagi di setiap tahunnya.
Penulis Linda Setiyani | Editor Dhiya Husna Abida