crossorigin="anonymous">

Melipat Waktu di Tengah Kesibukan: Kisah One Day One Juz Seorang Mahasiswa

Kalijaga.co – Di tengah padatnya aktivitas kampus, tidak menghalangi seorang mahasiswa untuk dapat mencapai Khatam Qur’an selama Ramadan.  One Day One Juz merupakan salah satu cara bagi seorang muslim yang ingin menggapai milestone Khatam Qur’an diakhiri bulan Ramadhan ini. Namun yang sama-sama kita ketahui kesibukan di kampus, dipesantren maupun di tempat kerja sering sekali membuat kita tidak memiliki waktu untuk melakukan,mencapai atau mengejar milestone tersebut. Dari peristiwa dan fenomena inilah seorang mahasiswa sekaligus santri, memberikan sedikit pengalaman pribadinya terkait hal tersebut.

Bernama Rifki Wahyu atau akrab disapa Rifki merupakan salah satu mahasiswa semester dua (2) program studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (KPI-FDK) dan seorang santri di pondok pesantren Al luqmaniyah kec. Umbulharjo.

Pada wawancara ini beliau akan membagikan sedikit pandangan serta tips dalam mencapai One Day One Juz di tengah kesibukan sehari-hari.

Bagaimana strategi kamu dalam mencapai One Day One Juz di tengah kesibukan?

Yang pertama kita harus memiliki target terlebih dahulu, dari pengalaman saya setelah tiap sholat bisa tuh lima lembar, kalau tidak salah satu juz itu ada sekitar dua puluh lembar, nah jadikan dikalikan lima, sesuai jumlah shalat  satu hari tersebut bisa tercapai satu juz tersebut. 

Atau kita bisa meluangkan waktu untuk menamatkan satu juz itu pada waktu tertentu misalnya ketika luang seperti selesai tarawih kita bisa targetkan disitu untuk menyelesaikan  satu juz tersebut, itu kemungkinan bagi yang sudah terbiasa cukup lah satu jam. 

Bahkan ya, kalau ini perspektif yang para penghafal itu, para penghafal itu bahkan bisa one day itu two juz karena memang kuat itu. Iya, karena kebiasaan lah, Kebiasaan itu jadi bisa. Jadi, bahkan ini dari sebuah riwayat pun, Imam Syafi’i itu bisa mengkhatamkan sampai enam puluh  kali. Dua kali khatam per hari, dua kali dikali tiga puluh. Ya,  berarti enam puluh kali satu bulan itu. 

Dalam suatu riwayat adalah gitu seperti itu mas, strateginya. Jadi, setiap shalat lah kita niatkan itu. Kita target kan kalau bisa beberapa lembar itu. Supaya dalam satu hari itu bisa tercapai satu juz. Atau mungkin selingan ya, setelah shalat bisa, ketika waktu kosong baca Qur’an gitu. Lima menit juga cukup, nanti waktu doang lagi baca Qur’an lagi.

Tantangan-tantangan untuk mencapai One day One Juz itu apa aja?

Sebenarnya, jadi masalah utamanya bukan karena banyaknya kegiatan. Salah satunya itu malas. Masalah universal dan maksudnya termaktubnya itu pada diri sendiri. Diri masing-masing itu sebenarnya. Mau apa enggaknya. Tapi memang rasa malas itu salah satu yang paling sulit. Kalau banyak kegiatan itu bisa kita sesuaikan juga sih. Intinya pada diri masing-masing. 

Jadi walaupun baik kegiatan apapun itu bukan menjadi alasan, tapi pada akhirnya kedisiplinan dan keinginan diri sendiri itu yang utama. Kalau diri tidak mau ya tidak bisa apa-apa juga. Jadi intinya jangan nunggu waktu luang, tapi luangkan waktu. Di segala kesibukan jangan nunggu sampai kita enggak sibuk. Kita carilah kelonggaran di kesibukan.

Terus gimana sih perasaannya mas selama dalam mengejar One day One Juz ini?

Dalam mengejar target ini, secara emosionalnya ini mungkin personal aja gitu. Kalau misalnya emang senang aja. Jadi untuk mencapai target itu perasaan kita sendiri. Ketika sudah tercapai target itu rasanya wah gimana ya, sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Saking bahagia dalam hati gitu. Ya Allah ini saya hatam loh, ini sulit loh. Serendah-rendahnya tuh bahagia bahagia lah. Ketika kita bisa mencapai target itu. Dan ketika   benar-benar ingin mencapai target itu pasti kita akan terus mengusahakan. 

Apa pesan mas untuk teman-teman mengejar One Day One Juz?

Termasuknya untuk diri saya sendiri ya, marilah kita introspeksi masing-masing. Jadi yang harus ditanamkan dari diri kita itu salah satunya yaitu niat terlebih dahulu, niat yang paling utama. Kemudian setelah niat ada action. Walaupun hanya satu ayat dua ayat. Misalkan semampunya ya semampunya. Jadi misalkan yang seseorang itu tadinya males lah intinya, belum pernah atau jarang sekali, bacalah Qur’an, mulailah baca satu dua ayat. Tapi enggak mungkin kan satu dau ayat. Ya ini satu kaca. Satu kaca itu tau gak? Per a’in lah per a’in. Atau setengah lembar. Enggak apa-apa. Semampunya kamu untuk bisa istiqomah itu berapa. Lakukan disitu. Yang pertama niat. Kemudian, kamu yang keduanya itu memulai, mulai membaca berapapun itu. semampunya misalkan kamu Sepuluh ayat, lakukan terus sepuluh ayat itu. Karena itu akan menimbulkan kebiasaan yang baik pada diri kita masing-masing. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *