Kalijaga.co – Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengelar acara wisuda bagi para mahasiswa dan mahasiswi nya. Acara wisuda ini berlokasi di Gedung Multi-Purpose atau biasa disebut MP yang diselenggarakan selama tiga hari, yaitu dimulai dari hari Selasa (05/11/2024) sampai hari Kamis (07/11/2024). Tetapi, dibalik kemeriahan acara tersebut juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal kepadatan arus lalu lintas.
Yang semestinya wisuda ini menjadi moment penting dan meriah bagi para mahasiswa, keluarga, dan seluruh civitas akademik yang bersangkutan, namun memberikan kesan buruk terhadap mahasiswa terkait kepadatan arus lalu lintas yang cukup panjang karena harus bergantian keluar masuknya akses kendaraan.
Rosa Amelia, salah satu mahasiswi UIN Sunan Kalijaga tersebut merasa resah dan terganggu akan diadakannya acara Wisuda pada hari efektif kuliah ini.
“Merasa sedikit terganggu karena akses jalannya yang sempit terlebih matahari yang sedang panas-panasnya dan belum lagi jika terburu-buru masuk ke dalam kelas, sesampainya di kampus macetnya masyaallah” kata Rosa pada hari Rabu (06/11/2024).
Acara ini memang sudah mendapatkan ijin dari para RT di desa sekitar dan Polsek Yogyakarta dan dari pihak kepolisian juga sudah mengerahkan tenaganya untuk ikut serta terjun dilapangan membantu menertibkan arus lalu lintas bersama para satpam kampus.
Muflih, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi berpendapat bahwa pentinya penertiban jalanan.
”Enggak kebayang sih, jika tidak terdapat pihak penertib jalanan, kayaknya buat nyebrang aja dari (kampus) Barat ke Timur atau sebaliknya pasti sudah susah banget,” Tegas Muflih.
Salah satu faktor penyebab kepadatan arus lalu lintas tersebut karena kampus tidak memiliki parkiran yang cukup luas dan lokasi kampus yang berada di dekat Jalan Laksda Adisucipto, salah satu jalan utama di Yogyakarta. Dan karena tingginya jumlah pengunjung yang dihadiri oleh ribuan orang dalam satu harinya.
“Yang diwisuda satu yang nganter bisa satu RT lebih, ada yang pake mobil ELF sampai Bus”. Tegas Sudiono (Komando Satpam kampus) pada hari Rabu (06/11).
Alif, salah seorang pekerja di desa Sapen yang sebelahan dengan kampus juga merasakan hal yang sama mengenai keresahan kemacetan karena keberlangsungan acara Wisuda ini, Karena kemacetan tersebut menyebabkan polusi udara yang sedang panas-panasnya,
“Sapen sudah macet akibat penjemputan sekolah SD Sapen, ditambah menjadi jalur alternatif mahasiswa yang menjadikannya jalan lebih macet”. Ucap Alif
Jajaran Polisi dan Satpam pun kewalahan menertibkan jalanan yang macet tersebut yang dilakukan dari dini hari sampai sore hari. Salah satu cara menanggulangi kemacetan yaitu dengan meliburkan Mahasiswanya atau dengan membuat acara wisuda ini di hari Weekend,
”Saya sudah menghimbau Para Pejabat atau Dosen tidak membawa kendaraan roda empat tapi masih tetap ada yg membawanya karena jumlah yang di Wisuda dibulan November ini banyak, dari kampus meluluskan 2250-an Mahasiswa yang dibagi menjadi 700-an perhari”. Tegas Sudiono.
Kemacetan ini juga berimbas kepada para Mahasiswa Disabilitas yang sedang menjalani aktivitas belajar dikampus dan juga karena parkiran yang sempit sehingga banyak kendaraan roda dua yang diparkirkan menutupi akses pejalan kaki disabilitas (guiding block) yang menjadikan kesusahan untuk menuju lokasi tujuan. Tentu sangat berbahaya bagi para disabilitas Tuna Netra yang sedang berjalan kaki karena kepadatan kendaraan bercecer dimana-mana. Dan penjual Bucket yang menutupi Guiding Block sepanjang jalan dari garis lurus antara kampus Barat sampai ke kampus Timur.
Reporter Muhammad Ainul Yaqin | Editor Adelia Mehra Fakhrina