crossorigin="anonymous">

Menelisik Popularitas Short Drama China di Era Digital

Kalijaga.co – Pernahkah di tengah aktivitas menggulir potongan-potongan video For Your Page (FYP) dari balik layar pintar kita, kemudian muncul potongan adegan drama berdurasi singkat yang berhasil penghambat scroll? Lalu seblum sempat berganti video, adegan itu berhenti tepat dibagian yang paling berpotensi melahirkan rasa penasaran.

Tanpa disadari, dari video yang berdurasi singkat tersebut mendorong banyak orang untuk mencari kelanjutan episode berikutnya, yang berawal dari video hitungan menit bergulir menjadi hitungan jam. Fenomena inilah yang membuat Short drama China semakin popular, tak terkecuali dikalangan generasi muda.

Dari FYP Menjadi Tren Hiburan

Di tengah berkembang pesatnya teknologi yang pintar, canggih, serta cepat, maka popularitas short drama China ini juga tak lepas dari peran media sosial itu sendiri. Beberapa penonton mengenal short drama bukan semata-semata karena sengaja mencarinya. Namun, cuplikan adegan yang lewat di FYP TikTok ataupun Instagram reels menjadi salah satu awal pertama munculnya keberlanjutan dalam mengonsumsi tontonan drama tersebut.

Cuplikan yang ditampilkan umumnya hanya berdurasi dalam jangkauan menit yang tidak panjang. Namun, menampilan adegan-adegan yang terkesan sengaja membuat “gereget”. Bahkan tak sedikit menit akhir dari video diakhiri dengan bagian yang menggantung membuat rasa penasaran muncul dan mendorong mereka mencari kalanjutan episodenya. Sehingga penonton jadi menonton seluruh rangkaian episode yang tersedia sampai tamat.

Melalui fenomena yang terdengar sedrhana ini menunjukkan bahwa media sosial lebih dari mampu untuk membentuk tren hiburan di era digital, semakin memperkuat bahwa media sosial memang menjadi salah satu platform utama lahirnya tren-tren ditengah masyarakat.

Algoritma platform pun mulai bekerja dan merekomendasikan konten serupa pada pengguna. Sehingga akan semakin banyak pengguna yang mengenal format hiburan ini dan menjadikannya sebagai salah satu tontonan dikala waktu luang. Bahkan terdapat juga yang memgatakan sebagai salah satu bentuk media refreshing setelah menyelesaikan pekerjaan atau dari tumpukan tugas, bagi yang masih berstatus pelajar.

Mengapa Short Drama Begitu Menarik?

Mengapa short drama ini bisa menarik atensi dari para penikmat FYP? Salah satu daya tarik yang diperkenalkan adalah formatnya yang dirancang khusus untuk perangkat seluler. Berbeda dengan drama pada umumnya yang biasanya menggunakan format horizontal (landscape), maka short drama hadir dalam format vertikal (portrait) sehingga terkesan lebih nyaman dan simple ditonton melalui ponsel tanpa perlu memutar layar. Fotmat ini menjadikan pengalaman menonton terasa lebih praktis dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan konten video pendek.

Selain format bentuk tampilan, rupanya durasi setiap episodenya yang sekitar satu hingga tiga menitan membuat short drama ini terasa lebih ringan untuk dinikmati. Penonton tidak perlu meluangkan waktu yang telalu lama untuk menyelesaikan satu episode, di mana jika long drama berdurasi di empat puluh menit tiap episode.

Maka dari episode singkat itulah setiap adegan dikemas secara padat sehingga konflik dapat langsung muncul sejak awal cerita, dan tentunya setiap akhir episode yang hampir selalu selesai dengan cliffhanger atau akhir yang menggantung. Sehingga memunculkan rasa penesaran dan mendorong untuk melanjutkan pada episode berikutnya.

Meanriknya, sebagian besar short drama hadir dengan pola cerita yang hampir serupa. Tema seperti kisah cinta antara pewaris perusahaan dan perempuan biasa, pernikahan kontrak, balas dendam, atau identitas tokoh utama yang disembunyikan cukup sering dijumpai. Dari keserupaan inilah, penonton tak jarang sudah dapat menerka alur cerita.

Namun, rupanya hal ini tak menjadikan minat terhadap short drama menurun. Penyajian cerita yang cepat, konflik intens, dan perkembangan alur yang tidak bertele-tele membuat drama tetap terasa menghibur. Sebab memang ada sebagian kelompok yang menjadikan tontonan seperti ini untuk refreshing.

Seiring dengan popularitas short drama yang meningkat, beberapa drama kualitas produksinya juga sudah mulai mengalami peningkatan. Jika di awal short drama dinilai memiliki alur yang sederhana dan kualitas lakon dari para pemeran yang biasa saja, maka sekarang bermunculan judul-judul dengan cerita yang lebih matang, sinematografi yang lebih baik, serta penampilan aktok dan aktris yang semakin meyakinkan.

Meski Klise, Tetap Memikat

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian short drama memang memiliki pola cerita yang cenderung serupa sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Tema seperti kisah cinta antara pewaris perusahaan dan perempuan biasa, pernikahan kontrak, balas dendam, atau identitas tokoh utama yang disembunyikan menjadi alur yang cukup sering ditemui.

Maka, bagi penonton yang sudah lama mengikuti short drama, jalan cerita tersebut mungkin terasa lebih mudah untuk diterka karena memiliki pola yang hampir sama. Namun, lagi-lagi alasan tersebut tidak menjadikan para penggemarnya untuk berhenti menonton, melainkan banyak yang penasaran bagaimana cerita itu akan dikembangkan.

Meskipun hadir dengan tema yang serupa, setiap drama biasanya memiliki penyelesaian yang berbeda-beda. Cara aktor memerankan karaktenya tentunya juga memiliki penyampaian yang berbeda. Bahkan, tidak sedikit penonton yang menilai beberapa short drama juga telah mampu memberikan pengalaman menonton yang tidak kalah menarik dibandingkan drama berdurasi panjang.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa short drama tidak hanya mengandalkan cerita yang mudah dan viral saja, tetapi juga mulai mengupayakan dan meningkatkan kualitas produksinya. Hal ini yang menjadi salah satu alasan short drama mampu mempertahankan popularitasnya ditengah banyaknya hiburan digital yang tersedia saat ini.

Bahkan untuk saat ini industri drama korea juga mulai banyak memproduksi short drama, semakin membuktikan bahwa short drama mampu mempertahankan popularitasnya dan menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu oleh penggemarnya, meski sebagian memang kurang memberikan alur yang “gong” seprti long drama.

Namun, jika memang menonton untuk hanya sebagai hiburan dan pelepas penat, maka short adalah pilihan yang cukup tepat, sebab terkadang tidak sedikit penonton yang tidak terbawa perasaan terhadap drama tontonnanya. Banyak yang berkomentar setelah menyelesaikan satu long drama akan ada yang namanya gagal move on setelah drama tamat, ataupun ikut gelisah mengikuti konflik episode berikutnya.

Format short drama ini juga mampu menjadi wadah bagi para pelakon untuk mengembangkan kemampuan acting serta membangun popularitas. Saat ini sudah terdapat beberapa pelakon dari short drama yang mulai masuk pada long drama.

Maka dapat diambil pengertian bahwa short drama tidaklah untuk dipandang sebagain produksi kelas bawah, melainkan dapat menjadi langkah awal menuju jenjang karir yang lebih tinggi dalam industri China.

Popularitas short drama China menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital berkontribusi dalam cara masyarakat menikmati hiburan. Berawal dari cuplikan video di media sosial, format ini berhasil menarik perhatian banyak penonton melalui durasi yang singkat, alur yang cepat, dan cerita yang mampu menghadirkan rasa penasaran.

Di balik kepopulerannya, short drama juga menjadi bqgian dari perkembangan industri hiburan yang membuka peluang bagi para aktor dan aktris untuk mengembangkan karirnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *