crossorigin="anonymous">

Maba 2026 Wajib Tahu! Budget Rp1,5 Juta Cukup untuk Hidup di Jogja? Ini Strateginya

Kalijaga.co – Menjadi mahasiswa baru di Yogyakarta adalah impian banyak orang. Apalagi Yogyakarta sejak abad-20 terkenal menjadi kota pelajar se-Indonesia. Dan yang paling menarik Jogja menawarkan biaya hidup relatif lebih terjangkau di banding kota-kota besar lainnya.

Seiring waktu, kebutuhan pokok di Jogja semakin naik harganya. Mahasiswa baru yang berlabuh kuliah di Jogja pasti penasaran soal buget bulanan. Ini dia strategi membagi buget 1,5 juta untuk hidup sebagai mahasiswa di Jogja.

Sebelum masuk ke jawaban strategi, ada beberapa catatan. Simulasi ini disusun berdasarkan pengalaman penulis sebagai mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta. Angka-angka berikut bukan patokan mutlak karena kebutuhan setiap orang berbeda, tetapi dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa baru dalam mengatur keuangan sejak awal kuliah.

  1. Pilih kos sesuai kemampuan

Pengeluaran terbesar mahasiswa selain budget untuk makan adalah biaya bulanan kos-kosan. Tips agar mendapatkan tempat tinggal dengan budget murah yaitu kamu harus mencari sejak jauh-jauh hari atau minimal sebulan sebelum musim maba berdatang ke Jogja. Sebab mendapatkan kos dengan harga murah sebenernya sangat sulit. Namun, bukan tidak mungkin jika kamu mencari kos lewat beberapa platform yang menyediakan info kamar kos mahasiswa seperti Instagram, facebook atau bahkan bisa melalui google maps dengan langsung menanyakan via WhatsApp.

Misalkan kita patok kos murah dibawah 500 ribu. Untuk kisaran harga kos dibawah 500 ribu, jangan berharap mendapatkan kamar ber-AC, kamar mandi dalam, dapur ataupun fasilitas lengkap. Tentu yang lebih penting adalah tinggal di tempat yang aman dan nyaman dengan jarak tidak jauh dari kampus.

  1. Makan menjadi prioritas utama

Makan merupakan pengeluaran utama dari seluruh pengeluaran yang ada. Masalah perut tentu tidak bisa dikorbankan. Sebuah fakta hari ini menyatakan mahasiswa hanya makan dua kali sehari. Bukan karena sengaja menghemat berlebihan, tetapi karena jadwal antara kuliah, tugas, organisasi, atau pekerjaan sampingan yang membuat waktu makan menjadi tidak teratur.

Pengalaman budget pribadi saya sendiri, kebutuhan makan biasanya di patok kisaran 600 ribu, yang artinya sekali makan sekitar 10 ribu. Budget segitu sebenarnya sangat subjektif, entah makan di angkringan, masak sendiri lalu beli lauk di warung sayur atau dengan cara hemat lainnya.

  1. Budget transportasi

Pengeluaran kali ini umumnya tergantung mahasiswa apakah memiliki alat transportasi atau tidak. Biasanya yang memiliki kendaraan dengan jarak ke kampus kurang dari 1 km, biaya bensin bisa ditekan sekitar 150 ribu per bulan. Namun, apabila tidak memiliki kendaraan, lebih di sarankan budget 150 ribu tersebut untuk menambah mencari kos-kosan di area kampus, karena terbilang lebih mudah jika budget kos ditambahkan.

  1. Sediakan uang untuk jajan atau nongkrong

Hidup hemat bukan berarti tidak boleh jajan sama sekali. Apalagi mahasiswa harus mengerjakan beberapa hal berat setiap hari, jajan merupakan bentuk hiburan kecil atau bisa di sebut self reward.

Keperluan jajan biasanya bisa menyisihkan 100 ribu per bulan dengan skema seminggu 2-3 kali jajan. Contohnya seperti jajan kopi, batagor, siomay, atau camilan ringan ketika sedang mengerjakan tugas kuliah.

  1. Kebutuhan harian

Selain makan dan kos, mahasiswa juga harus sadar dengan kebutuhan harian seperti kuota internet, sabun cuci, perlengkapan alat mandi, dan kebutuhan kecil lainnya. Kuota internet sendiri ada di budget hemat yakni 50 ribu satu bulan. Kebutuhan alat mandi seperti sabun, odol dan lainnya ada di budget 20 ribu.

  1. Sisa 80 ribu untuk dana darurat

Walaupun nominal bugetnya terbilang kecil, dana ini mempunyai peran krusial ketika terdapat hal mendesak, misalnya tiba-tiba sakit, urusan organisasi, atau ada kebutuhan akademik yang tidak direncanakan.

Bentuk simulasi cara membagian anggaran 1,5 juta dapat dilihat pada tabel berikut:

KebutuhanEstimasi
KosRp500.000
MakanRp600.000
TransportasiRp150.000
JajanRp100.000
Kuota InternetRp50.000
Sabun cuci, perlengkapan mandi, dan kebutuhan kecil lainnyaRp20.000
Dana daruratRp80.000
TotalRp1.500.000

Peringatan! hindari memakai dana darurat hanya karena ajakan nongkrong yang tidak memiliki tujuan jelas, mengikuti tren, atau membeli barang yang sebenernya tidak diperlukan.

  1. Opsi mencari pendapatan tambahan jika merasa kebutuhan tidak cukup

Jika uang pokok kebutuhan bulanan tidak cukup, solusinya adalah mencari pemasukan tambahan seperti bekerja sebagai status parttimer, freelancer, buka jasa fotografi, atau yang paling tren di kalangan mahasiswa yaitu menjadi barista di tempat kopi. Intinya mencari pekerjaan yang jadwalnya cukup fleksibel, tidak menganggu waktu kuliah, organisasi, ataupun proses akademik.

Pekerjaan fleksibel tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Namun, ketika bekerja kamu akan mendapatkan pengalaman, relasi, hingga networking. Hal ini bisa dijadikan untuk bekal ketika lulus nanti.

Sebagai kesimpulan, perlu dipahami bahwa budget 1,5 juta bukanlah angka untuk hidup nyaman di Jogja, melainkan simulasi agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi selama satu bulan.

Simulasi ini juga belum termasuk biaya UKT, iuran besar jika ada, uang belanja online, hiburan atau healing, biaya servis kendaraan, ataupun kebutuhan tak terduga lainnnya.

Pada akhirnya, mahasiswa harus paham dengan uang bulanan sangat terbatas, apakah bisa mengatur antara prioritas kebutuhan dan keinginan, karna kita tidak bisa memaksa gaya hidup seperti orang lain yang secara finansial lebih baik. Maka dari sinilah mahasiswa di uji secara finansial, mental, ego, serta kecerdasan dalam menjalani hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *