Kalijaga.co – Land of Leisures (LOL) kembali hadir mengusung tema “A Decade of Leisures”. Festival tersebut resmi dibuka pada Kamis (25/6/2026) dan berakhir pada Minggu (28/6/2026) di Atrium dan Garden Plaza Ambarukmo, Sleman, Yogyakarta.
Berlangsung di tengah musim libur sekolah dan kuliah, acara ini menjadi magnet bagi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, perantau, hingga keluarga. Berdasarkan pantauan di lokasi, area Atrium tampak dipadati pengunjung yang antusias berburu produk unik dan menikmati suasana festival di area Garden yang luas.
Tenant Coordinator area Atrium Land of Leisures 2026, Faisal Aprianto, mengungkapkan bahwa perayaan satu dekade LOL membawa gebrakan baru dengan mendominasi industri kreatif lokal. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang membagi porsi seimbang dengan luar daerah, kali ini LOL mendedikasikan ruang festival untuk pelaku usaha Yogyakarta.
“Kalau tahun ini memang kita lebih spesifik ke lokal aja. Skemanya dibikin 70-30, yakni 70 persen brand lokal jogja dan 30 persen dari luar daerah. sebelum-sebelumnya kan 50-50,” jelas Faisal saat ditemui di sela-sela kesibukannya.
Khusus di area Atrium, Faisal menyebutkan terdapat sekitar 80 tenant dan lebih dari 50 brand masuk kategori fashion and lifestyle yang terlibat, mulai dari pakaian (apparel), aksesori, hingga parfum.
Menurut pemuda asal Balikpapan tersebut, seluruh tenant yang berpartisipasi telah melalui proses kurasi yang ketat yang sudah disesuaikan dengan visi-misi LOL guna menghadirkan pengalaman mendalam bagi pengunjung, bukan hanya tempat jual-beli biasa.
“Kita untuk brand-nya kurang lebih 50 untuk di Atrium. Jadi di sini ada fashion and lifestyle, tidak hanya fashion saja tetapi ada aksesori, apparel, hingga parfume. Kalau ditanya untuk kurasi khusus, tentunya kita mengkurasi sesuai dengan tema, visi, dan misi Land of Leisures sendiri. Karena kita tidak sekedar membawakan booth, tapi kita memberi new experience untuk orang-orang yang datang,” kata Faisal di tengah keriuhan area Atrium.
Melalui gelaran satu dekade ini, pihak panitia berharap LOL dapat menjadi wadah yang efektif bagi pelaku UMKM. Pelaku UMKM dapat meningkatkan keterikatan (engagement) dengan konsumen, sekaligus mempromosikan potensi produk lokal agar mampu bersaing dengan merek luar negeri.
“Tujuan adanya konsep LOL tahun ini pastinya karena kita berkolaborasi dengan tenant-tenant UMKM yang ada di Jogja maupun di luar Jogja. Brand-brand lokal tentunya kita berdayakan agar orang-orang jadi lebih kenal,” pungkas Faisal.
Kepadatan dan keseruan penataan acara tahun ini diakui langsung oleh salah satu pengunjung asal perantauan, Kiki. Perempuan yang menetap di Jogja sejak 2019 ini mengaku rutin menghadiri LOL setiap tahunnya. Ia mengganggap daya tarik penggabungan brand pakaian dan kuliner jarang ditemukan di event lain.
“Di dalam sebenernya asyik aja sih, cuman padat banget dan agak kecil space-nya. Kalau yang di luar (area kuliner), meskipun crowded tapi tetap bisa dinikmati karena areanya lebih luas”, ujar Kiki saat membagikan pengalamannya berburu stan di LOL.
Kiki bahkan memberikan rating 8 dari 10 untuk keseruan LOL tahun ini dan mengapresiasi dominasi tenant lokal yang semakin terasa.
Penulis: Sitta Maulida Ramdhania | Editor: Nayla Nur Hidayah