Langit kemarin menggantung kelabu
Rintiknya jatuh halus nan pelan dibahu
Harap-harap mengiringi langkahku yang sempat ragu
Bersama ritme roda di aspal yang berlomba menjemput teduh
Diperaduan waktu kian temaram
Ada candu yang mengantar menuju ruang,
yang hanya kusebut dalam bayangan
Ketika tiba di ambang pintu
Sore mengalah dan hujan pun pecah, deras tanpa jeda
Dunia luar yang mengintip dari balik jendela seolah kabur
Namun, di dalam, segalanya terasa utuh
Udara dingin malu-malu menyusup pelan
Membungkus ruang hangat dan tenang
Asap aroma hangat memberi jeda
Menjadi rumah bagi jiwa yang singgah
Di sana buku-buku berjejer bukan sekedar benda
Mareka adalah karya yang hidup dan bernyawa
Kanvas awal bercerita sebelum dibuka
Ada estetika mengalun merdu,
dalam diam yang penuh makna
Jika hujan jatuh tanpa lelah
Maka aku menemukan teduh dari hangat yang lahir-
sebab keindahan sederhana
Ketika waktu seolah berjalan lambat
Menyentuh sunyi yang terasa begitu dekat
Maka aku pulang,
bersama sepotong rasa yang tertinggal
Penulis Qisthiyatun Nafi’ah | Editor Zahrah Suci Al aliyah
- Rumah - 27 Juni 2026
- Merajut Harapan di Balik Deretan Gantungan Baju - 27 Juni 2026
- Sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan, UKM JQH Al-Mizan Hadirkan Pameran Kaligrafi “BUMI” - 22 April 2026