crossorigin="anonymous">

Menjemput Teduh di Sore yang Kelabu

Langit kemarin menggantung kelabu

Rintiknya jatuh halus nan pelan dibahu

Harap-harap mengiringi langkahku yang sempat ragu

Bersama ritme roda di aspal yang  berlomba menjemput teduh

Diperaduan waktu kian temaram

Ada candu yang mengantar menuju ruang,

yang hanya kusebut dalam bayangan

Ketika tiba di ambang pintu

Sore mengalah dan hujan pun pecah, deras tanpa jeda

Dunia luar yang mengintip dari balik jendela seolah kabur

Namun, di dalam, segalanya terasa utuh

Udara dingin  malu-malu menyusup pelan

Membungkus ruang hangat dan tenang

Asap aroma hangat memberi jeda

Menjadi rumah bagi jiwa yang singgah

Di sana buku-buku berjejer bukan sekedar benda

Mareka adalah karya yang hidup dan bernyawa

Kanvas awal bercerita sebelum dibuka

Ada estetika mengalun merdu,

dalam diam yang penuh makna

Jika hujan jatuh tanpa lelah

Maka aku menemukan teduh dari hangat yang lahir-

sebab keindahan sederhana

Ketika waktu seolah berjalan lambat

Menyentuh sunyi yang terasa begitu dekat

Maka aku pulang,

bersama sepotong rasa yang tertinggal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *