Kalijaga.co – Memasuki dunia perkuliahan menjadi awal dari babak baru yang penuh tantangan bagi mahasiswa baru. Berbeda dengan masa sekolah, sistem belajar di perguruan tinggi menuntut mahasiswa lebih mandiri dalam mengatur waktu, memahami materi, hingga menyelesaikan berbagai tugas. Tak sedikit mahasiswa yang baru menyadari pentingnya membangun kebiasaan belajar yang baik setelah nilai ujian atau tugas pertama keluar. Padahal, prestasi akademik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi belajar yang diterapkan sejak awal semester. Agar proses kuliah berjalan lebih terarah dan peluang meraih nilai A semakin besar, berikut 7 hal yang perlu diterapkan oleh calon mahasiswa baru, yakni:
1. Jangan Pernah Menunda Tugas
Tak jarang mahasiswa baru (maba) menganggap tugas belum terlalu penting karena tenggat waktu masih panjang. Padahal, kebiasaan menunda sejak awal semester akan menjadi ladang menumpuknya tugas-tugas berikutnya. Semakin lama pekerjaan ditunda, semakin besar pula rasa malas dan tekanan ketika mendekati deadline. Sehingga hal tersebutlah yang memicu Sistem Kebut Semalam (SKS). Apabila sistem buruk ini selalu berulang, maka hasil tugas pun menjadi kurang maksimal karena tidak sempat melakukan review.
Cobalah mengerjakan tugas sedikit demi sedikit setelah dosen memberikannya. Tidak harus langsung selesai dalam satu hari. Namun, setidaknya mulailah memecah tugas besar itu menjadi sebuah tugas-tugas kecil. Misalnya, saat ada tugas membuat makalah, bisa dimulai dari menentukan tema, membuat outline, mengumpulkan referensi, dan lainnya. Dengan begitu, kita akan memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki hasil pekerjaan sebelum dikumpulkan. Kebiasaan sederhana ini pun dapat membantu mengurangi stres menjelang masa pengumpulan tugas.
2. Kenali Cara Penilaian Dosen
Setiap dosen memiliki kebijakan penilaian dan peraturan yang berbeda. Ada yang lebih menekankan keaktifan di kelas, ada pula yang memberikan bobot besar pada tugas, proyek, presentasi, atau ujian akhir. Memahami sistem penilaian sejak awal akan membantu mengetahui aspek mana yang perlu lebih diberi perhatian selama satu semester.
Pada saat pertemuan pertama tiap semester, dosen akan menerangkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kontrak belajar, dan sistematika penilaiannya. Biasakan membaca RPS, simak penjelasan dosen, dan mencatat presentase nilai setiap komponen supaya tidak terlewat. Hal tersebut membantu mengetahui bagaimana nilai akhir dihitung. Selain itu, dengan mengetahui komponen penilaian, kita dapat menyusun strategi belajar yang lebih efektif. Misalnya, apabila dosen melihat keaktifan, maka jangan ragu untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan menjawab di kelas.
3. Berani Bertanya Lebih Penting daripada Terlihat Pintar
Tak sedikit mahasiswa yang memilih diam karena takut pertanyaannya dianggap sepele atau salah. Padahal, bertanya merupakan satu di antara cara terbaik untuk memahami materi sekaligus menunjukkan bahwa kita benar-benar mengikuti jalannya perkuliahan. Dosen umumnya lebih menghargai mahasiswa yang aktif berdiskusi dari pada yang hanya sibuk bermain handphone sepanjang materi.
Jika masih malu bertanya di kelas, manfaatkan kesempatan berdiskusi setelah perkuliahan atau melalui media komunikasi yang telah disepakati dosen. Pastikan pertanyaan yang diajukan tetap sopan dan berkaitan dengan materi. Semakin sering bertanya dan berdiskusi, semakin mudah pula memahami konsep yang dipelajari.
4. Berteman dengan Orang yang Mendukung Belajar
Lingkungan pertemanan dapat menyuguhkan pengaruh besar terhadap kebiasaan belajar selama kuliah. Memiliki teman yang saling mengingatkan jadwal, berbagi catatan, dan berdiskusi tentang materi akan membuat proses belajar terasa lebih ringan. Selain itu, kita juga tidak mudah tertinggal informasi penting mengenai kelas atau tugas.
Bukan berarti kita harus membatasi pergaulan hanya dengan teman yang rajin belajar. Namun, memiliki lingkaran pertemanan yang saling mendukung akan membantu menjaga semangat dan konsistensi selama perkuliahan. Belajar bersama sesekali atau saling diskusi pun bisa menjadi cara efektif untuk memahami materi dari sudut pandang berbeda.
5. Jangan Belajar Hanya Saat Ujian
Sistem belajar kebut semalam mungkin terasa cukup untuk menghafal materi dalam waktu singkat. Namun, cara tersebut kerap kali membuat pemahaman cepat hilang setelah ujian selesai. Belajar secara bertahap justru lebih efektif karena memberi kesempatan bagi otak uuntuk menyimpan informasi dalam jangka panjang.
Luangkan waktu kisaran 15 – 30 menit setelah perkuliahan untuk membaca kembali catatan atau justru merangkum poin-poin penting. Kebiasaan rutin ini akan membantu lebih siap saat menghadapi kuis, tugas, maupun ujian tanpa harus belajar secara berlebihan di menit-menit terakhir. Selain meningkatkan penafsiran, metode ini tentunya membantu mengurangi rasa cemas saat memasuki masa ujian.
6. Lakukan Pre-reading Sebelum Masuk Kelas
Membaca sekilas materi sebelum perkuliahan dimulai dapat membantu lebih mudah mengikuti penjelasan dosen. Selain itu hal tersebut juga berfungsi apabila dosen tiba-tiba memberikan kuis dadakan. Tidak butuh waktu lama, cukup luangkan 15 – 45 menit untuk membaca materi yang akan dijelaskan. Biasanya sudah tercantum dalam RPS materi yang akan dijelaskan sesuai tanggal-tanggalnya.
Tidak harus memahami seluruh isi materi secara mendalam. Cukup kenali konsep utama, istilah penting, atau garis besar pembahasan agar tidak merasa benar-benar asing, Hal ini membuat kita lebih mudah menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Metode ini pula membantu menyusun pertanyaan apabila ada bagian yang belum dipahami. Pada akhirnya, proses belajar menjadi lebih aktif karena kita tidak hanya mendengar, tapi juga siap diskusi.
7. Buatlah Study Plan yang Jelas dan Terstruktur
Kuliah memberikan kebebasan yang lebih besar dibandingkan masa sekolah. Sehingga mahasiswa dituntut mampu mengatur waktu antara kuliah, organisasi, dan belajar sendiri. Tanpa perencanaan yang jelas, tugas, organisasi, dan kegiatan lain dapat dengan mudah saling bertabrakan. Akibatnya kita akan merasa kewalahan ketika semua deadline menyerbu bersamaan.
Cobalah menyusun study plan sederhana setiap minggu dengan menyesuaikan jadwal kuliah dan target yang ingin dicapai. Tentukan waktu khusus untuk mengerjakan tugas, membaca materi, serta beristirahat agar rutinitas tetap seimbang. Melalui perencanaan yang baik, kita akan lebih mudah menjaga konsistensi belajar sepanjang semester daripada hanya mengandalkan semangat sesaat.
Penulis: Zahrah Suci Al-Aliyah | Editor: Raisya Puan Syahdillah
- 7 Tips agar Mahasiswa Baru (Maba) Raih Nilai A di Semester Pertama - 6 September 2026
- Tak Sekadar Anniversary, Helian Festival 2026 Jadi Ruang Berbagi Kebahagiaan - 28 Mei 2026
- 7 Perbedaan Feminisme Barat dan Feminisme Islam - 20 April 2026