crossorigin="anonymous">

7 Langkah Mahasiswa Mendorong Kesetaraan Gender

Kalijaga.co Kesetaraan gender hadir untuk memberikan keadilan kepada siapa pun tanpa memandang gender, baik laki-laki maupun perempuan. Setiap orang memiliki hak, kesempatan, dan perlakuan yang adil. Mahasiswa memiliki kesempatan sebagai agen perubahan yang dapat melakukan perubahan dari hal-hal kecil di lingkungan kampus sampai masyarakat.

Berikut adalah 7 cara yang bisa kita lakukan untuk mendorong kesetaraan gender di lingkungan kampus maupun di masyarakat, yakni:

1. Rajin membaca dan membuka pikiran

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membuka pikiran dan mengubah cara berpikir kita sendiri. Kita tumbuh dengan banyak pandangan bahwa “laki-laki harus begini” dan “perempuan harus begitu” karena tradisi. Melalui membaca buku kita dapat memperluas pemahaman terkait kesetaraan gender.  Kita menjadi sadar bahwa banyak dari batasan tersebut sebenarnya hanya bentukan masyarakat dan bukan aturan baku. Lewat membaca juga, kita mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang baru kita ketahui. Pengetahuan tersebut lah yang dapat menentukan langkah kita kedepannya.

2. Saling menghargai dan menghormati sesama

Dimana pun kita berada, tidak peduli di lingkungan kampus atau bukan, menghargai sesama manusia sangatlah penting. Karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, didengar dan dihargai suaranya.

Contoh bila di lingkungan kampus, kita akan sering terlibat dalam kerja kelompok maupun organisasi. Cara paling sederhana untuk mempraktikkan kesetaraan adalah dengan menghargai pendapat setiap orang. Pada sebuah diskusi, jangan sampai opini mahasiswa laki-laki dianggap lebih berbobot dari pada mahasiswa perempuan, atau sebaliknya. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk berbicara dan didengarkan secara seksama.

Menghargai sesama juga berarti memberikan kesempatan yang setara bagi siapa pun untuk memimpin. Jika seorang mahasiswi memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, kita harus mendukungnya menjadi ketua tanpa perlu merasa rendah diri. Sebaliknya, jika ada mahasiswa laki-laki yang memiliki ketelatenan dalam urusan administrasi atau kesekretariatan, kita tidak boleh merendahkannya dengan stereotip tertentu. Setiap orang memiliki bakat dan potensi yang unik. Oleh karena itu, gender tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk tumbuh dan berkembang.

3. Berani menegur dan saling mengingatkan

Pada setiap kampus, selalu ada fasilitas yang bisa digunakan bagi mahasiswanya. Ketika memanfaatkan fasilitas kampus tersebut tidak boleh kita melarang orang lain menggunakannya dikarenakan berbeda gender. Melalui keadilan tersebut dapat menciptakan kesetaraan terhadap pihak mana pun tanpa memandang gender. Seluruh civitas akademika boleh menggunakan fasilitas kampus yang memang sudah disediakan oleh kampus tersebut.

Selain itu, bila terjadi kasus teman kita digoda secara tidak sopan (catcalling), jangan sampai kita diam saja. Tegur dengan cara yang baik atau laporkan ke pihak kampus jika sudah keterlaluan. Sehingga dengan saling mengingatkan, dapat tercipta standar di kampus bahwa tindakan diskriminasi harus dihilangkan.

4. Aktif di organisasi yang peduli isu gender

Melalui wadah tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori secara akademis, tetapi juga mempraktikkan cara bersikap yang inklusif dan beretika dalam kehidupan bersosial.

Organisasi tersebut umumnya rutin menyelenggarakan diskusi publik maupun aksi nyata di lapangan. Apabila berpartisipasi aktif, mahasiswa akan terbiasa menciptakan lingkungan yang sehat dan suportif. Selain itu, mahasiswa dapat mempelajari pola komunikasi yang empatik tanpa merendahkan gender lain. Pun memahami langkah-langkah yang bisa dilakukan saat terdapat teman kita yang mengalami ketidakadilan. Karakter positif yang terbentuk selama berorganisasi ini nantinya akan menjadi bekal berharga saat mahasiswa lulus dan mulai memasuki lingkungan masyarakat atau dunia profesional.

5. Mengawal aturan kampus yang adil

Mahasiswa berpartisipasi dalam memastikan bahwa kebijakan dan norma yang berlaku di lingkungan kampus menjamin hak-hak seluruh sivitas akademika tanpa diskriminasi. Melibatkan mahasiswa yang kritis dalam menciptakan sistem perlindungan, pelayanan, aksebilitas yang setara bagi laki-laki maupun perempuan. Mahasiswa dapat menyalurkan aspirasinya melalui lembaga legislatif mahasiswa (seperti Senat atau BEM) untuk mendorong adanya keadilan terhadap gender.

6. Melakukan penelitian yang bermanfaat

Melakukan penelitian terkait kesetaraan gender sangat penting untuk menyediakan data empiris mengenai ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bisa mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi (misalnya perbedaan upah), hukum (perlindungan terhadap kekerasan seksual), hingga sosiologi (peran domestik dalam keluarga). Lewat skripsi atau jurnal ilmiah, mahasiswa dapat mengkritisi kebijakan yang masih diskriminatif dan menawarkan solusi konkret. Melalui cara ini, perjuangan kesetaraan gender memiliki dasar ilmiah yang kuat dan sulit dipatahkan oleh argumen-argumen konservatif yang tidak berdasar.

7. Memanfaatkan media sosial untuk hal yang positif

Perkembangan teknologi komunikasi adalah alat yang sangat kuat di tangan mahasiswa. Pada era digital ini, suara mahasiswa tidak lagi terbatas pada dinding-dinding kelas, mereka bisa mendorong perubahan norma sosial melalui media sosial. Teknologi juga memungkinkan mahasiswa untuk menggalang dukungan secara masif melalui petisi daring guna mengawal kasus-kasus ketidakadilan gender yang sedang terjadi. Media sosial seperti Instagram, TikTok, atau Twitter bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan konten edukatif mengenai kesetaraan gender kepada audiens yang lebih luas. Mahasiswa dapat mengemas isu-isu berat menjadi infografis yang menarik atau video singkat yang mudah dipahami oleh masyarakat awam dan dapat mendorong perubahan pada diri masyarakat.

Demikian 7 cara yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam upaya mendorong keadilan dan kesetaraan gender. Setiap langkah kecil yang kita ambil, mulai dari menghargai perbedaan hingga berani menyuarakan kebenaran, akan membawa dampak positif bagi masa depan yang lebih baik. Jangan membiarkan diskriminasi dan ketidakadilan merajalela. Setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih impiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *