Kalijaga.co – Selama bulan suci Ramadan, Universitas Gadjah Mada!(UGM) menggelar kajian Ramadan yang diselenggarakan setiap sore hari menjelang waktu berbuka. Kegiatan kajian ini berlangsung di masjid kampus UGM. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh kalangan yang ingin ikut berpartisipasi dalam kajian tersebut.
Kajian ini menghadirkan para dosen, ustaz, serta tokoh inspiratif yang membahas beragam tema, mulai dari keislaman, pendidikan, bahkan sampai kesehatan. Materi yang disampaikan oleh pembicara dikemas secara ringan dan juga relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga dapat diterima dengan mudah oleh berbagai kalangan.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengisi waktu luang bagi kebanyakan orang sembari menunggu waktu berbuka puasa.
“Acara ini diadakan setiap tahun, tepatnya ketika bulan Ramadan. Tujuan dari acara ini intinya supaya jamaah dapat saling mengenal satu sama lain, dan juga untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat”, ungkap Nayla, Panitia kegiatan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana paling tepat bagi jamaah untuk menunggu waktu berbuka.
Sejak pukul 15.00, masjid kampus UGM mulai dipadati oleh jamaah yang datang untuk mengikuti kajian. Masing-masing menempatkan diri dengan tenang sembari menunggu kajian dimulai. Pada pukul 16.00, moderator mulai membuka acara tersebut dan mempersilahkan pembicara untuk menyampaikan informasi yang akan disampaikan.
Kajian berlangsung dengan tenang dan kondusif kurang lebih selama satu jam, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk masing-masing satu penanya dari jamaah laki-laki dan perempuan.
Ditengah-tengah penyampaian informasi oleh pembicara, panitia juga membagikan kupon kepada jamaah yang hadir. Kupon tersebut nantinya dapat ditukarkan menjadi takjil gratis untuk berbuka puasa.
Banyaknya jamaah yang datang untuk mengikuti kajian ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia pelaksana kegiatan kajian Ramadan Masjid UGM, lebih tepatnya mengenai keterbatasan tempat.
Menurut Nayla, tantangan terbesar dari acara ini adalah bagaimana seluruh jamaah bisa mendapat tempat, bisa mengikuti kajian dengan khidmat. Selain panitia kewalahan dengan banyaknya jumlah jamaah, sehingga panitia harus pandai membagi tugas.
“Ketersediaan kupon yang terbatas, belum cukup untuk menutupi seluruh jamaah yang hadir. Sehingga kita harus pintar-pintar untuk menginformasikan kepada jamaah yang hadir, supaya maklum terhadap keterbatasan tersebut.” Ujar Naila.
Antusiasme jamaah yang hadir membuat Masjid Kampus UGM terlihat penuh dan padat. Banyak jamaah dari kalangan mahasiswa yang datang untuk mengisi waktu luang serta mencari pengetahuan baru yang menarik dan bermanfaat. Selain itu, adanya pembagian takjil gratis menambah minat jamaah mahasiswa untuk menghadiri kajian tersebut.
“Suasananya ramai, karena kan banyak orang yang datang kesini.” ungkap Alya, salah satu jamaah yang menghadiri kajian. Suasana yang ramai tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mencari pengalaman baru, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan pencarian ilmu di lingkungan kampus. Sehingga, bulan Ramadann tidak hanya menjadi waktu beribadah, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kepedulian antar sesama.
Banyaknya partisipasi menunjukkan bahwa ruang-ruang diskusi keagamaan masih sangat relevan dan dibutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi banyak masyarakat.
Menurut Nayla, tantangan terbesar dari acara ini adalah bagaimana seluruh jamaah bisa mendapat tempat, bisa mengikuti kajian dengan khidmat. Selain panitia kewalahan dengan banyaknya jumlah jamaah, sehingga panitia harus pandai membagi tugas.
“Ketersediaan kupon yang terbatas, belum cukup untuk menutupi seluruh jamaah yang hadir. Sehingga kita harus pintar-pintar untuk menginformasikan kepada jamaah yang hadir, supaya maklum terhadap keterbatasan tersebut.” Ujar Naila.
Antusiasme jamaah yang hadir membuat Masjid Kampus UGM terlihat penuh dan padat. Banyak jamaah dari kalangan mahasiswa yang datang untuk mengisi waktu luang serta mencari pengetahuan baru yang menarik dan bermanfaat. Selain itu, adanya pembagian takjil gratis menambah minat jamaah mahasiswa untuk menghadiri kajian tersebut.
“Suasananya ramai, karena kan banyak orang yang datang kesini.” ungkap Alya, salah satu jamaah yang menghadiri kajian. Suasana yang ramai tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mencari pengalaman baru, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan pencarian ilmu di lingkungan kampus. Sehingga, bulan Ramadann tidak hanya menjadi waktu beribadah, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kepedulian antar sesama.
Banyaknya partisipasi menunjukkan bahwa ruang-ruang diskusi keagamaan masih sangat relevan dan dibutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi banyak masyarakat.
Reporter Talitha Lubna