crossorigin="anonymous">

Pasar Hidden Gem Jogja: Pasar Kauman dan Pasar Mustokoweni

Kalijaga.co – Ramadhan yang hadir setahun sekali ini sangat disayangkan jika dilalui tanpa ngabuburit atau berburu jajanan ke pasar-pasar tradisional sekitar. Aktivitas yang biasanya identik dengan keramaian ini menjadi tradisi yang sangat dekat di masyarakat. Selama bulan Ramadhan, menikmati waktu sore menyusuri jalan dan gang-gang kecil perkampungan mungkin bisa menjadi alternatif buat kamu yang mau ikut merasakan suasana Ramadhan tapi dengan lingkungan yang lebih tenang. Agar Ramadhan kali ini tetap bermakna dan memberikan kesan tradisional berikut rekomendasi pasar Ramadhan hidden gem yang harus di coba.

2. Pasar Ramadan Kauman

Berlokasi di Gg. Pasar Tiban RW 10 Kauman, Yogyakarta. Dengan waktu buka dimulai dari jam 15.00 hingga jam 18.00 WIB sepanjang bulan Ramadhan berlangsung.

Harga jajanan yang ditawarkan pun cukup terjangkau dan bersahabat, siapapun sudah bisa menikmati jajanan tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Inilah salah satu alasan yang membuat Pasar Ramadhan Kauman tetap eksis hingga saat ini.

Gang kecil perkampungan yang di ubah menjadi pasar Ramadhan ini dikenal sebagai Pasar Sore Ramadhan Kampung Kauman. Menjadi pasar Ramadhan tertua di Jogja yang telah ada dari tahun 1990-an. Dengan makanan tradisionalnya yang khas seperti kicak, apem, megono, dan gudangan. Menjadikannya salah satu destinasi pasar Ramadhan yang wajib dikunjungi bersama teman ataupun keluarga.

Berjejer lapak-lapak kecil yang dikelola langsung oleh warga sekitar, dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai tempat untuk menawarkan dagangan. Karena terletak di gang kecil, Pasar Ramadhan Kauman ini berbeda dengan pasar jajanan pada umumnya, tempat ini menawarkan suasana tenang tanpa suara bising klakson dan desak-desakan pengunjung.

Tradisi yang terus dipertahankan ini menjadi bukti kalau Ramadhan di Kauman bukan cuma momen mencari jajanan tahunan, melainkan warisan budaya yang hidup di Masyarakat dari generasi ke generasi. Menjadikan Pasar Ramadhan Kauman ini sebagai ruang sederhana yang menghubungkan nilai ekonomi, sosial, dan spiritual.

2. Pasar Mustokoweni

Pasar Mustokoweni merupakan pasar komunitas atau bazar kreatif yang menjadi salah satu spot ngabuburit paling di nanti. Walaupun tempatnya hidden gem pasar ini mengusung konsep yang sangat unik yaitu, ramah lingkungan (eco-green) dan pemberdayaan UMKM.

UMKM disini sangat meminimalkan penggunaan plastik sebagai kemasan. Dengan memanfaatkan kemasan berbahan kertas, daun pisang, ataupun wadah yang bisa digunakan kembali. Makanan dan minuman yang dijual pun memiliki konsep yang serupa,seperti  makanan yang dibuat dari bahan alami, dan minuman yang minim pengawet.

Uniknya pasar ini menjadi tempat edukasi, dimana setiap produsen dan pengunjung bisa berbincang langsung bagaimana produk itu dibuat, darimana asal bahan bakunya, hingga cerita dibalik produk itu dibentuk.

Keunikannya juga terletak pada jam oprasionalnya. selama Ramadhan, Pasar Mustokoweni ini buka hanya seminggu sekali tepatnya di hari sabtu dari jam 15.00 hingga 19.00 WIB. Sedangkan pada bulan-bulan biasa pasar ini beroprasi setiap 2 minggu sekali pada pagi hari di hari sabtu mulai jam 08.00 sampai 13.00 WIB, di minggu ke-2 dan minggu ke-4 setiap bulannya. Karena sifatnya yang periodik ini membuat atmosfer sekitarnya lebih terasa dan terkonsep dengan baik.

Lokasinya berada di Jl. A.M. Sangaji No.72, Cokrodiningratan Yogyakarta. Dekat dari Tugu Jogja. Masuk ke pasarnya gratis, tanpa tiket masuk atau biaya apapun sudah bisa menikmati suasana dan berjalan-jalan didalam pasar.

Hal yang harus diingat kalau mau datang ke Pasar Mustokoweni adalah, konsep ramah lingkungan (eco-green) nya, disarankan membawa totebag, tumbler, dan wadah sendiri dari rumah sebagai usaha mengurangi sampah plastik. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, tapi dalam konteks konsumsi massal, dampak atau efek yang di hasilkan cukup signifikan.

Buat kamu yang ingin membawa banyak teman atau keluarga gaperlu khawatir soal tempat parkir. Karena informasi mengenai denah parkiran dan seputar jadwal buka bisa langsung cek di Instagram resmi Pasar Mustokoweni @pasarmustokoweni.

Baik Pasar Mustokoweni maupun Pasar Kauman membuktikan bagaimana ruang sederhana dapat menjelma menjadi pusat kehidupan selama Ramadhan. Meski berbeda dalam konsep dan tampilan keduanya memiliki benang merah yang sama, memperkuat perputaran ekonomi masyarkat sekitar sekaligus menjaga nilai kebersamaan dan nilai budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *