Kalijaga.co – Masjid Kampus Labotarium Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan tarawih dengan dua metode secara bersamaan. Metode 8 rakaat dan 20 rakaat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk toleransi mazhab para jemaah.
Takmir Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Eqi Jumadri menjelaskan, pihak kampus mendukung pelaksanaan dua metode salat tarawih ini. Menurutnya, kebijakan tersebut juga mendapat respon yang baik dari jemaah.
“Salat tarawih dilaksanakan 2 rakaat salam secara bersamaan dengan 1 imam. Setelah 8 rakaat terlaksana, jemaah yang 8 rakaat dapat melanjutkan shalat witir dengan imam di selasar masjid. Sedangkan, jemaah 20 rakaat melanjutkan hingga selesai di ruang utama,” terangnya.
Praktik tersebut berlangsung dari 1 Ramadhan hingga saat ini. Meski berbeda metode, Eqi menegaskan tidak ada yang merasa terganggu. Masing-masing melaksanakan ibadah dengan khidmat.
“Itu untuk memudahkan jemaah di masjid UIN supaya semua bisa sholat, kita menyediakan tempat yang nyaman dan toleran untuk semua mazhab,” tandasnya.
Pakar Fikih UIN Sunan Kalijaga Saptoni menanggapi pelaksanaan tarawih di masjid kampus tersebut. Menurutnya pelaksanaan tarawih dua mahzab itu tidak menyalahi aturan.
“Penyelenggaraan tarawih seperti itu sah saja, namun dalam pergantiannya perlu ditertibkan lagi, karna waktunya panjang jadi santai saja. Bahkan dulu pratiknya tidak bersama Tapi namanya ijtihad tidak ada yang salah jika takmir menghendaki hal itu,” ujarnya.
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut juga menilai wajar terhadap perbedaan pandangan dalam melaksanakan ibadah.
“Fikih adalah pemahaman dari agama bukan sebagai bagian dari agama. Perbedaan itu wajar dan jangan dipaksa untuk sama semua. Jika begitu (sama semua), mending ditiadakan. Jika tarawih ini dihilangkan justru tidak menghargai keberagaman dan perbedaan yang ada di masyarakat. Dan kampus sebagai lembaga publik perlu memfasilitasi,” pungkasnya. (pgmi)
Reporter: Aulia Himmawati, Rizqi Alya Ma’arifah I Foto: Muhammad Alfian Ramadhani I Editor : Mubarok Yahya
- Beda Mazhab Tetap Khidmat: Menilik 2 Cara Salat Tarawih di Masjid UIN Jogja - 13 April 2023
- PIK-M Lingkar Seroja Siapkan Pendidik Sebaya - 22 Maret 2023