Kalijaga.co – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan berkuku genap kembali meningkat pada Bulan Januari 2025. Puncak penyebaran PMK di Jawa Tengah terjadi pada 16 Januari 2025 yakni sebanyak 899 ekor. Salah satu dacrah yang terdampak PMK adalah Desa Tangkisan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Peternakan di Desa Tangkisan masih menggunakan sistem tradisional sehingga belum menerapkan biosecurity secara optimal. Salah satu aspek biosecurity adalah penyemprotan desinfektan.
Sckretaris Desa Tangkisan, Haryono, yang juga memiliki ternak kambing mengatakan bahwa terdapat beberapa peternakan yang terdampak PMK
“Permasalahan di sektor peternakan adalah PMK yang kembali mengalami peningkatan, namun saat ini peternak sudah lebih tenang dalam menyikapi pernasalahan tersebut, tidak se-panik sebelumnya,” jelas Haryono, Sabtu (11/01/25).
Balqis Al Maghfiroh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1 UNDIP 2024/2025 dari Pogram Studi Peternakan, mengadakan kegiatan pendampingan pembuatan dan penyemprotan desinfektan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran PMK.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Rabu 29 Januari 2025 di Kandang sapi milik warga setempat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai desinfektan alami yang ramah lingkungan dan lebih ekonomis. Kegiatan dimulai dengan pembuatan desinfektan menggunakan bahan alami yakni jeruk nipis, cuka dan air.
Dengan takaran cuka sebanyak 150 ml, satu buah perasan jeruk nipis dan 300 ml air dicampurkan dan diaduk hingga merata. Kemudian dimasukkan dalam botol semprotan. Jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang efektif menbunuh mikroba seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas. Cuka bersifat asam sebagai antiseptik yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba.
Selanjutnya dilakukan penyemprotan desinfektan ke area kandang mulai dari alas kandang, dinding, hingga tempat pakan. Penyemprotan tidak boleh mengenai tubuh ternak karena dapat membahayakan khususnya jika terkena mata.
Mulyadi, selaku Kasi Kesejahteraan Desa Tangkisan mendukung adanya kegiatan pendampingan ini sebagai alternatif mencegah penyebaran PMK.
“Mudah-mudahan bermanfaat bagi warga Tangkisan dengan adanya pelatihan pembuatan desinfektan,” ucap Mulyadi.
Adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi potensi penyebaran PMK dengan membuat desinfektan alami tanpa khawatir terkena efek samping bahan kimia. Dan petenak di Desa Tangkisan juga diharapkan lebih waspada terhadap ancaman PMK.
Reporter Balqis Al Maghfiroh | Editor Adelia Mehra Fakhrina